
saat ini aku sudah di kampung, suasana pagi di kampung seperti ini lah yang aku ridukan, udara nya yang masih segar belum tercemari, suasana nya sangat tenang, berbeda dengan di kota di mana mana banyak kendaraan, dan sudah pasti berisik,
karena ini masih pagi aku putus kan untuk jalan jalan keliling kampung, sambil mencari penjual sayur siapa tahu sudah ada yang lewat.
saat sudah keliling kampung aku pun bergegas pulang, karena sudah capek juga, huhh..kok gak ada penjual sayur ya..?ucap ku, sambil berjalan pulang aku masih terus mencari tukang sayur. saat aku audah di pertengahaan jalan aku melihat ada penjual sayur dan juga banyak ibu ibu disana.
nahh..itu dia di cari dari tadi ternyata disini,ucap ku sambil berjalan menuju penjual sayur.
" mas saya mau ayam nya satu kilo ya.?
" iya mbak,
" sama ini aku menyodor kan sayuran dan cabe.
saat aku lagi memilih milih sayuran, banyak ibu ibu yang membicarakan aku, aku pura pura tidak dengar saja.
'he..ibu ibu lihat tuh si tia, dia masih punya muka pulang ke kampung ini,
' tau tuh kenapa gak di usir saja sih dari kampung ini, bikin malu kampung sini saja.' iya harus nya jangan di bolehin dia balik ke kampung ini.'ucap para ibu ibu.
" heh..perempuan hina masih berani kamu menampakan muka mu di kampung ini.? tanya ibu yuli.
__ADS_1
akhir nya ada yang menegur ku,sudah aku duga pasti mereka akan mempermalukan aku juga di sini.
" memang nya kenapa saya tidak berani menampak kan muka di kampung ini buk.? tanya ku santai.
" dasar perempuan hina apa kamu tidak sadar kalau kamu sudah bikin malu kampung ini.?
" memang nya saya bikin malu apa buk.?
aku masih pura pura tidak tahu, supaya ibu ibu itu mengeluar kan semua kata kata mereka, bukan aku yang malu tapi mereka mempermalukan diri sendiri di depan banyak orang.
" kamu pura pura lupa supaya bisa menghindar, ucap bu yudi ikut bicara.
" kamu itu kan sudah pake guna guna untuk memikat para laki laki, dan kamu juga sudah bermesraan sama laki laki di tempat umum, pasti kamu sudah tidur sama banyak laki laki kan.? ucap bu yuli.
aku sudah sangat sangat emosi ketIka aku di tuduh tidur sama banyak laki laki, di kira aku barang apa bisa di pegang sana sini.
" memang nya ibu ibu ada bukti.? berusaha sabar.
" alaah kamu jangan mengelak deh ngaku saja kamu perempuan hina.
" saya lihat mbak nya baik dan sopan kenapa ibu ibu menuduh tanpa bukti. ucap pak penjual sayur.
__ADS_1
" halahh bapak tahu apa sih, bapak kan baru bertemu sama dia.ucap bu yuli.
" ini pak uang nya, aku menyodor kan uang ke penjual sayur, terimakasih bapak sudah percaya sama saya, mungkin karena bapak iman nya kuat jadi tidak mudah di masukin sama setan, apa lagi ini kan bulan puasa pasti banyak godaan, ya sudah saya permisi dulu pak.?
" iya mbak terima kasih sudah melarisi dagangan saya.
" sama sama pak.
kebanyakan ibu ibu yang datang belanja hanya pada bergosip, tidak belanja terus langsung pulang di mana mana tetap bergosip meskipun bulan puasa.
" saya permisi ibu ibu oh iya..aku menoleh lagi ke belakang,
kalau ibu ibu menuduh tanpa adanya bukti nanti bisa masuk penjara lho, aku bukan mengancam hanya mengingat kan saja, kalau tidak percaya tanya sama anak nya yang sekolah tinggi, aku saja yang tidak sekolah tahu .
.
.
.
,
__ADS_1