
sekarang aku telah bekerja lagi dirumah majikan yang baru nama nya mbak rina, karena aku masih baru jadi belum paham sifat asli nya,
tia tolong kamu mandikan anak anak ya? pinta mbak rina.
iya mbak!
setelah sore aku pun memandikan anak anak, entah mbak rina sibuk kemana, mbak rina hanya bilang mau keluar sebentar, kini dua anak nya aku yang ngurus.
tia anak anak sudah mandi? tanya mbak rina yang tiba tiba datang.
sudah mbak!
ini saya beli lauk anak anak di suapin dulu ya?
iya mbak! lalu aku bergegas menyiap kan makan untuk anak anak.
lalu aku menyuapi anak nya mbak rina, mbak rina sendiri entah kemana lagi, karena aku baru beberapa hari di rumah mbak rina, jadi aku belum tau kebiasaan anak anak, untung nya anak nya nurut sama aku, mungkin aku punya daya tarik tersendiri, sehingga anak anak gampang nempel sama aku.
mbak rina sebenernya tidak bekerja, tapi entah kemana dia sering pergi, kalau suami mbak rina ,mas wawan aku juga tidak tahu dia kerja apa, yang jelas dia kerja berangkat pagi pulang nya sore.
setelah beberapa minggu aku di rumah mbak rina, mbak rina berencana mau bikin usaha susu kedelai.
__ADS_1
setelah membeli alat alat dan bahan untuk membuat susu kedelai, akhir nya di mulai lah usaha itu, awal awal sih aku masih biasa saja ya belum terlalu berat kerja nya.
hasil membuat susu itu di titip kan di warung warung, tapi semakin lama pekerjaan nya semakin berat, karena masih pake mesin manual,
setelah beberapa minggu berjalan, aku semakin lelah karena harus bangun jam satu malam untuk menggiling kedelai, sedang kan aku tidur saja jam sembilan, sepuluh baru tidur, karena harus mengurus anak anak dulu,
gak kebayang lelah nya kan, siang pun juga tidak bisa tidur, harus menguru anak anak, sedangkan mbak rina entah kemana dia.
setelah satu bulan aku bekerja di rumah mbak rina, saat nya kini aku menerima gaji.
''tia ini gaji kamu bulan ini!
aku menerima gaji aku dan aku lihat tanpa bonus sepeserpun dari mbak rina, haahh.., aku menghela nafas mencoba sabar.lalu aku simpan uang itu ke dalam tas, yang ada di lemari baju ku.
setelah beberapa hari, aku mengambil baju di almari, dan nggak sengaja melihat ko seperti nya tas aku beran takan, aku cek lah tas aku, dan ternyata uang gajih aku yang baru di kasih sama mbak rina kemarin hilang, shok"" lah aku,
aku menunggu mbak rina pulang, untuk mengatakan kalau uang aku hilang, susah payah aku bekerja, aku rela tidak tidur siang malam hanya untuk mendapat kan uang, dan sekarang malah hilang.batin ku kesal.
setelah mbak rina pulang aku langsung bertanya.
"mbak rina maaf ya mbak saya mau mengatakan sesuatu!
__ADS_1
" ada apa tia?
"begini mbak uang gaji aku yang mbak rina berikan kemarin hilang!
aku langsung to the poin.tanpa basa basi.
" kok bisa tia?
"saya juga tidak tahu mbak tadi waktu aku mengambil baju, aku lihat tas aku berantakan saat aku cek ternyata uang ku sudah hilang.
" baik lah nanti saya ganti! tapi tidak usah bilang sama mas wawan ya? kata mbak rina tenang tanpa rasa kaget.
aku akhir nya tidak bilang sama mas wawan, karena aku fikir uang aku akan di ganti, sebener nya aku curiga kalau bukan mbak rina ya pasti anak tetangga sebelah, yang sering main kerumah mengajak anak anak mbak rina bermain.
kenapa aku mencurigai mbak rina, karena waktu aku bilang uang aku hilang, mbak rina sama sekali tidak kaget ekpresi nya biasa saja kan aneh, di rumah ada maling ko tenang tenang saja. baru kali ini aku bekerja kehilangan uang di rumah majikan. batin ku kesal juga.
.
.
.
__ADS_1