
karena ini adalah cuti pertama ku, dan untuk pertama kali nya juga aku pulang ke rumah selama satu tahun, aku bekerja di rumah pak dodo, jadi aku di antar sama pak dodo, karena aku belum hafal jalanan, dan aku belum terbiasa naik kendaraan umum sendiri untuk beprgian jauh,
aku marasa sangat senang, rasa nya sudah tidak sabar ingin cepat sampai di rumah dan berkumpul bersama keluarga lagi.
saat sampai di rumah pak dodo juga ikut masuk ke rumah dan berbincang bincang sama ibuk.
" ibuk tia pulang" aku langsung menyalami dan mencium punggung tangan ibuk!
" eh.. tia sama siapa pulang?" tanya ibuk.
" sama majikan aku buk pak dodo! ada di depan.
" ayok kita temui dulu majikan kamu!
" iya buk"
lalu aku dan ibuk langsung kedepan, dan berbincang bincang sama pak dodo, setelah beberapa menit kami berbincang bincang pak dodo pun berpamitan pulang.
" tia bagai mana majikan kamu yang sekarang? tanya ibuk.
__ADS_1
" mereka semua baik buk, makanya aku satu tahun baru pulang buk, karena sayang juga meninggal kan pekerjaan yang sulit aku dapat kan.
" syukurlah kalau semua baik, ini semua berkat dari kesabaran kamu selama ini tia, karena kamu telah mengihklas kan atas kejadian yang telah berlalu.
" iya buk"
mungkin memang benar apa yang di katakan sama ibuk, berkat dari kesabaran dan keihklasan ku selama ini, makanya aku sekarang mendapat kan majikan yang sangat baik dan tidak perhitungan.
aku memang tidak pernah mengingat tentang perlakuan buruk, yang pernah di lakukan sama mantan majikan aku, karena tidak ada guna nya juga aku menyesali nya, semua juga tidak akan merybah keadaan.
tapi yang paling aku ingat dan paling menyakit kan hati ku, saat aku sekolah di hina teman, tetangga menagih hutang ayah yang seolah dia penguasa saja, belum lagi masalah listrik yang tidak di percaya sama tetangga dekat, ingin rasa nya aku membuktikan pada mereka, kalau aku sekarang bisa membeli baju yang aku ingin kan, tapi aku bukan mereka yang hanya bisa menyombong kan harta orang tua nya saja.
"Oohh iya aku baru ingat" tujuan aku pulang kan mau membelikan ibu listrik, aku bilang sama mbak mia aja kali ya?
" mbak mia lagi apa?
" habis bersih bersih tia! ada apa?
" begini mbak aku mau ngomong sesuatu sama mbak mia!
__ADS_1
" ngomong apa tia?
"mbak mia aku mau membelikan listrik ibuk, supaya punya listrik sendiri mbak! mbak mia bisa kan carikan orang yang bisa pasang listrik?
" memang nya kamu punya uang berapa tia?
mbak mia tidak percaya kalau aku sudah punya uang yang lumayan banyak, cukup lah buat membeli listrik.
" ya punya lah mbak ada sekitar*** mungkin cukup lah buat beli listrik! mbak mia tinggal cari kan orang saja yang bisa pasang listrik dan sekalian tanya biaya nya berapa!
" ok nanti mbak carikan!"
mbak mia memang selalu bisa aku andal kan, pengalaman mbak mia lebih luas di banding kan aku, memang sih aku sudah sampai jogja tapi kan tidak pernah keluar jalan jalan, jadi tidak punya pengalaman atau pun kenalan orang luar selain keluarga.
aku orang nya memang tidak bisa bergaul , berbeda dengan mbak mia kalau mbak mia orang nya cepat dapat teman, dan mbak mia juga gampang bergaul dengan teman teman nya, kalau aku lebih suka diam tapi menghanyut kan buat para orang yang melihat nya.
di kampung aku dan mbak mia menjadi bunga desa, walaupun kami orang miskin tapi tidak miskin ahklak, aku dan mbak mia yang mempuyai kulit putih alami dan wajah yang lumayan cantik, di puja sama setiap pria terutama di kampung kami, tapi itu semua tidak menjadi kan kita sombong, karena kita sadar kita bukan sederajat sama mereka.
.
__ADS_1
.
.