Perjalanan Hidup Ku

Perjalanan Hidup Ku
39. kumpul keluarga


__ADS_3

'' mbak mia gak berangkat kerja lagi?" tanya ku.


" nggak tia mbak lagi libur kan tanggal merah!"


" Oohh"


aku memang jarang memperhati kan tanggal, kecuali kalau aku pas kerja karena menanti hari gajian, patas andre dan ari juga libur sekolah nya, ternyata tanggal merah.


mbak mia memang tidak pernah lama kalau pulang kerumah, paling lama dua hari sudah berangkat lagi, makanya aku tanya kenapa tidak berangkat kerja, karena sudah empat hari mbak mia di rumah.


" andre sudah kelas berapa sekarang?" tanya ku.


" aku sudah kelas enam mbak!" jawab andre.


" kalau kamu ari?"


" aku sudah kelas tiga mbak!" jawab ari.


aku memang tidak pernah menanyakan soal kelas berapa mereka, kadang aku hanya bertanya bagai mana sekolah nya, karena aku juga jarang di rumah, waktu aku di rumah pun aku juga tidak pernah membahas sekolah,


biasa nya kami hanya mengobrol seputar cita cita, yang ingin membeli ini itu, ingin membahagia kan ibuk dengan cara ini itu, kami selalu semangat kalau soal cerita angan angan, entah kapan itu akan tewujud.


" mbak tia sepatu aku sudah rusak! ibu bilang belum punya uang!" ucap ari.


" nanti kita beli, mbak masih ada uang sedikit!

__ADS_1


" kamu mau beli sepatu juga ndre?" tanya ku.


" tidak mbak sepatu aku masih bisa di pake, aku beli buku saja. ucap andre.


mereka memang tidak pernah meminta atau mengeluh, selagi masih bisa di pakai mereka akan memakai nya, andre orang nya memang pendiam kalau tidak di belikan atau di tawari dia tidak akan meminta, berbeda dengan ari kalau ari orang nya ramah suka becanda kalau lagi butuh sesuatu pasti bilang entah di belikan atau tidak, tapi dia juga tidak pernah menuntut.


" tia memang nya kamu punya uang untuk membelikan sepatu ari?" tanya ibuk tiba tiba datang.


" ada sedikit buk cukup lah buat beli sepatu!"


"uang nya jangan di habis kan tia sisakan buat kamu pegangan!"


" iya buk!"


makanya hari ini kami bisa berkumpul, bisa bersenda gurau, dulu waktu masih kecil kami sering menghabiskan waktu bersama, tapi saat kami sudah dewasa kami jarang berkumpul seperti sekarang.


keesokan hari nya aku mengajak ari ke pasar, untuk membeli sepatu, kami menaiki bus untuk sampai ke pasar.


setelah sampai di pasar aku menyuruh ari untuk memilih sepatu yang dia suka.


" ari kamu pilih sepatu yang mana?" tanya ku.


" bentar mbak ari pilih dulu ya?


" iya" aku pun menunggu ari memilih sepatu.

__ADS_1


" yang ini saja mbak!" ucap ari.


" yakin yang itu?"


"iya mbak ini saja!"


lalu aku membayar sepatu yang sudah di pilih sama ari.


" ini berapa buk?" tanya ku sambil menyodor kan sepatu yang di pilih ari.


" oh..itu 70 ribu mbak. jawab ibuk penjual sepatu.


ari memang tidak pernah menuntut barang mahal, yang penting bisa di pake dan awet, karena kalau awet tidak harus bolak balik beli lagi, kami semua sadar kalau kami bukan orang kaya, jadi tidak harus bergaya seperti teman teman yang lain, setelah aku membayar sepatu aku mencari toko buku.


" ari kita cari toko buku dulu ya!


" iya mbak!


kini aku sudah di toko buku, aku membeli buku satu park sekalian alat tulis nya, supaya mereka tidak perlu membeli lagi.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2