
'Oh..ternyata kalian ada disini, mama dari tadi mencari kalian nggak tahunya malah ngrebutin cewek di dapur, ucap bu Ida geleng kepala, melihat tingkah kedua anak nya yang seperti anak kecil berebut mainan.
' Eh..mama,'' ini nih mah mas Soni gangguin aku bikin kopi saja, adu Doni ke mama nya.
' Nggak kok mah, Doni tuh di dapur lagi merayu Tia makanya aku nasehati, pura pura bikin kopi lagi, ucap mas Soni.
' Kalian sama saja, kalau kalian memang suka sama perempuan bawa perempuan itu ke hadapan mama, biar mama bisa secepat nya punya cucu., ucap bu Ida menekan kan.
' Doni masih mau kuliah dulu mah, mas Soni tuh sudah tua suruh dia menikah, ucap Doni melihat ke mas Soni.
Aku hanya menyaksikan perdebatan mereka, aku tidak berniat ikut campur karena aku sadar diri, kalau aku bukan keluarga mereka, meskipun bu Tri sudah menganggap ku keluarga bukan berarti semua anggota keluarganya bu Tri juga menganggap ku sama.
'Enak saja bilang aku sudah tua, kamu tuh yang masih bocah ingusan,. ucap mas Soni tidak mau kalah.
' Aahh,, sudah sudah, kalian ini selalu saja begini ribut terus kalau ketemu, bisa nggak sih kalian tuh akur sehariii saja biar mama itu tidak pusing melihatnya. ucap bu Ida melerai anak anak nya, Tia tolong buatin saya teh hangat ya.?? kepala saya pusing rasanya.!!
' Iya bu,'' jawabku.
Bu Ida langsung pergi meninggal kan dapur, aku langsung membuat kan teh hangat untuk bu Ida, aku mengantar nya ke ruang tengah, aku melihat bu Ida lagi senderan di ruang tengah sambil menonton tv.
__ADS_1
Setelah aku mengantar minuman untuk bu Ida, aku kembali ke dapur untuk menyiap kan bahan masakan, yang akan aku masak untuk nanti makan siang.
**
Disisi lain bu Ida sedang berbicara serius dengan mas Soni.
' Soni mama mau berbicara serius sama kamu.!! ucap mama.
' Mau bicara apa sih mah.?? serius banget, ucap Soni.
' Soni apa kamu sudah punya pacar.??
' Belum ma,, sebenar nya Soni suka sama seseorang mah,, tapi Soni tidak tahu apakah dia juga suka sama Soni atau tidak, ucap Soni lesu.
' Belum mah,'' aku takut dia menolak aku mah, karena dia dari kalangan biasa, ucap Soni.
Apakah perempuan yang Soni maksud itu Tia ya..?? kalau benar perempuan itu Tia aku akan langsung menikah kan mereka, tidak perlu pacar pacaran lagi, batin bu Ida senang.
' Apa perempuan itu Tia..?? tanya mama.
__ADS_1
' Kok mama tahu..?? tanya Soni.
' Jadi benar perempuan yang kamu maksud itu Tia.?? tanya mamanya bahagia.
' Apa mama tidak keberatan kalau aku suka sama Tia.?? tanya Soni.
' Mama sama sekali tidak keberatan Soni, justru mama akan menikah kan kalian secepat nya, ucapnya senang.
Jadi mama juga setuju kalau aku menyukai Tia, bagus lah kalau mama tidak keberatan dengan status nya Tia, aku kira akan sulit mendapat restu dari mama, karena aku menyukai perempuan dari kalangan biasa, sekarang tinggal bagai mana caranya aku ngomong sama Tia ya.?? batin Soni bingung.
' Mama nih apa apaan sih mah, main nikahin anak orang saja, Soni kan belum mengutarakan perasaan Soni ke Tia mah..!! nanti kalau Tia menolak bagai mana mah..?? tanya Soni ke mama nya.
' Kamu harus bisa meyakin kan Tia, mama tidak mau tahu pokok nya kamu harus bisa mendapat kan hati nya Tia. itu urusan kamu terserah bagai mana caranya yang pasti Tia harus menjadi menantu mama.!! ucap mamanya menekan kan.
Aahhh..mama nih di mintain pendapat bukanya ngasih solusi malah menekan anak nya.ucap Soni kesal.
.
.
__ADS_1
.
.