
setelah beberapa hari lebaran kini sudah kembali ke aktifitas masing masing, mbak mia sudah kembali bekerja bersama mas raka, kalau aku masih di rumah ibuk mungkin beberapa hari lagi aku juga akan berangkat kerja.
rencananya andre juga akan bekerja lagi, tapi kata ibuk nanti saja setelah beberapa hari karena ini masih suasana lebaran.
sore harinya aku berkumpul di teras rumah bersama ibuk dan andre, kami berbincang bincang bersama, kapan lagi bisa bersama seperti sekarang karena sebentar lagi aku sudah berangkat kerja lagi, mungkin saja andre sebentar lagi juga akan bekerja lagi, sulit lagi kami akan berkumpul keluarga.
" tia apa masalah kamu sama sella sudah selesai.? tanya ibuk.
" sudah buk sejak kejadian itu sella sudah berubah, dia juga sudah minta maaf sama aku waktu bertemu di masjid kemarin buk.
" alhamdulillah kalau sella sudah benar benar berubah.
" iya buk"
yah..semoga saja sella benar benar sudah berubah dan semoga kedepan nya tidak akan ada lagi masalah di kehidupan ku,
tring..tring..tring..aku melihat ada telfon masuk ternyata mas soni..? dahiku mengkerut.
" siapa tia kok gak di anagkat.
" ini buk dari mas soni keponakan nya majikan aku yang membantu aku menyelesai kan masalah dengan sella.
" ya sudah diangkat saja siapa tahu penting.
__ADS_1
" iya buk" aku angkat telfon dulu.
saat aku mengangkat telfon dari mas soni, ibu langsung pergi masuk kedalam rumah, mungkin ibu tidak mau mengganggu aku dan mas soni.
" hallo mas soni.
" hallo tia kenapa lama banget angkat telfon nya.?
" maaf mas tadi lagi ngobrol sama ibuk.
" Oohh maaf kalau aku sudah mengganggu nanti aku telfon lagi.
" sudah kok mas sudah selesai bicara sama ibuk nya dan ibu juga sudah masuk kedalam rumah, ada apa mas.?
" iya mas minal aidin walfaizin mohon maaf lahir dan batin juga, aku juga minta maaf ya mas atas kesalahan ku yang aku sengaja atau pun tidak aku sengaja.?
" iya tia aku sudah memaaf kan kamu kok.
ternyata mas soni menelfon karena ingin mengucapkan minal aidin walfaizin, aku kira ada apa, karena jerang sekali mas soni menelfon ku, bahkan tidak pernah kalau bukan aku yang menelfon karena aku ingin minta bantuan atau pendapat dari mas soni.
" oh..ya tia bagai mana masalah kamu sudah selesai apa belum.? kok ga ada kabar.?
" hehe iya mas maaf lupa mau kasih kabar kemas soni, ucap ku sambil menggaruk tengkuk yang tidak gatal.
__ADS_1
" terus bagai mana sudah selesai kan.?
" sudah mas semua berkat bantuan dari mas soni, terimakasih ya mas sudah membantu masalah aku, kalau tidak ada mas soni aku tidak tahu lagi harus menutup mulut nya ular sawah itu dengan cara apa lagi.
" tidak apa apa tia kalau kamu butuh bantuan aku siap membantu selagi aku bisa, yang penting kamu tidak ada masalah lagi. kalau kamu tidak ada masalah kan aku bisa jahilin kamu lagi, ha ha ha..
baru juga minta maaf sudah mulai lagi.? memang nya gak ada orang lain apa yang bisa di kerjain, kenapa harus aku aku dan aku, his..bantin ku kesal.
" minta maaf nya ihklas gak sih mas.?
" ya ihklas dong tia masa gak ihklas.
" kalau minta maaf nya ihklas kenapa sudah mulai usil lagi.?
" ya gimana yah..? kayak ada yang kurang gitu kalau belum ngusilin kamu.
" issshhh memang nya aku mainan apa.?
" ha ha ha..lucu aja sih jahilin kamu.
.
.
__ADS_1
.