Perjalanan Hidup Ku

Perjalanan Hidup Ku
99. Pulang Kampung


__ADS_3

Empat bulan berlalu, aku sudah punya tabungan yang lumayan banyak, aku juga sudah mengutarakan niat ku ke ibuk, kalau aku ingin merenovasi rumah. dan ibuk pun sudah menyetujui nya.


Mungkin beberapa hari lagi aku akan minta cuti sama bu Tri, karena aku akan segera merenovasi rumah agar semuanya cepat terlaksana.


Beberapa hari berlalau, seperti nya bu Tri sudah tidak terlalu sibuk aku akan minta cuti sama bu Tri sekarang saja lah.


'' permisi bu Tri',,


'' Iya Tia ada apa.?


" Begini buk saya mau cuti beberapa hari, saya mau pulang karena ada urusan keluarga.


" Kapan kamu akan pulang.?


" Besok bu,.


" Ya sudah tidak apa apa kamu hati hati ya.?


" Iya bu,"


Bu Tri tidak pernah mempersulit jika aku meminta izin pulang, meskipun bu Tri sendiri sebenar nya juga sibuk dan masih harus mengurus Alif dan Alin juga.


Sebenar nya aku juga tidak tega meninggal kan bu Tri sendiri mengurus anak anak, akan tetapi aku juga punya urusan pribadi yang harus aku urus.


Keesokan pagi nya aku sudah bersiap siap akan pulang kampung, aku sudah menyiapkan tas berisi beberapa pakaian karena aku di rumah mungkin agak lama.

__ADS_1


Kini aku sudah ada di dalam bus perjalanan pulang ke rumah, di dalam bus aku bermain ponsel karena jenuh juga di dalam bus tidak ada teman bicara.


Saat aku mengotak atik ponsel ku, tiba tiba ada sms masuk dari mas soni. aku langsung membaca nya.


" Hai.. Tia apa kabar.?


" Aku baik mas, "mas Soni sendiri apa kabar.?"


" Aku juga baik Tia." kamu lagi di mana.?


" Aku lagi di dalam bus ini mas parjalanan pulang.!


" Pulang," kenapa kamu pulang Tia.?


Mas Soni kenapa sih.? kaya orang kaget gitu dengar aku pulang, di kira aku nggak punya urusan pribadi apa.?


" Kenapa kaget gitu sih mas dengar aku pulang kampung.?


" Nggak" ini aku lagi di rumah tante pantesan rumah nya sepi gak ada orang.


" Mas Soni kapan pulang nya.?


" Kemarin rencana nya sih mau buat kejutan sama kamu, eh..malah kamu nya gak ada," merasa kecewa.


Oohh ternyata mas Soni mau buat kejutan, ha ha ha, kasian banget sih kamu mas makanya jadi orang itu jangan jahil, batin ku bahagia.

__ADS_1


Tanpa terasa bus nya sudah berhenti, aku segera turun dan membawa tas ku. aku harus mencari kang ojek lagi karena kalau jalan kaki sampai rumah pasti capek karena masih jauh, apa lagi membawa barang berat.


Aku naik ojek sampai di rumah, ternyata ibuk juga ada di rumah mungkin tidak berangkat bekerja.fikir ku.


" Tia kenapa kamu membawa barang banyak banget.? apa kamau sudah tidak balik kerumah majikan kamu lagi.? tanya ibuk.


" Ya balik lah buk", ini aku cuma membawa sedikit pakaian aku, dan ini ada oleh oleh dari majikan aku buat ibuk. aku memberikan oleh oleh yang di belikan sama bu Tri buat ibuk.


Setiap aku pulang kampung pasti tidak lupa, bu Tri selalu membawakan oleh oleh untuk ibuk dan adik adik, sebenarnya itu tidak perlu karena aku sudah bersyukur banget mendapat kan majikan yang baik seperti bu Tri, tetapi yang namanya rezeki tidak boleh di tolak.


" Kenapa setiap kamu pulang pasti majikan kamu selalu repot repot membawakan ibuk oleh oleh Tia.?


" Aku juga tidak tahu buk, tapi memang majikan aku itu orang nya baik, tidak pernah memandang orang dari status nya.


" Kalau begitu bilangan terimakasih ibuk sama majikan kamu ya.?


" Iya buk", Tia selalu bilang kok ke majikan Tia.


Ibuk lalu membawa barang barang yang aku bawa tadi ke belakang, aku sendiri langsung istirahat karena capek juga duduk didalam bus terlalu lama.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2