Perjalanan Hidup Ku

Perjalanan Hidup Ku
86. meluap kan emosi


__ADS_3

setelah belanja aku langsung berjalan pulang, dalam perjalanan aku menahan emosi karena ucapan ibu ibu tadi, rasanya aku ingin menenggelam kan mereka semua kedasar laut, biar mereka sadar akan ucapan mereka.


apa mereka pikir aku ini perempuan murahan,?apa mereka pikir karena aku orang miskin terus aku melakukan perbuatan dosa? benar benar keterlaluan mereka, gaya nya saja sok beriman tapi perbuatan nya tidak ada ahklaq nya sama sekali.


meskipun aku orang miskin tapi aku masih punya ahklaq, aku masih tau mana yang benar dan mana yang salah, mana yang menjadi dosa dan mana yang tidak, kali ini aku tidak peduli dengan dosa meskipun kalian orang tua tapi kalau perbuatan kalian sudah keterlaluan jangan salah kan aku yang melawan kalian.


sudah sampai rumah pun aku masih ngomel ngomel sendiri, aku langsung masuk kedalam melewati ibuk yang ada di teras, aku meletak kan belanjaan di meja dengan kasar.


braaakk..


" ada apa tia.?


ibu langsung masuk kerumah, mungkin kaget mendengar aku mebanting belanjaan.


"diam menahan emosi


" tia ada apa..? kenapa pulang jalan jalan marah marah.?


" tadi aku ketemu sama ibu ibu waktu belanja buk, mareka


" ibuk kan sudah bilang kalau kamu belum siap dengan perkataan orang orang lebih baik kamu di rumah saja.

__ADS_1


" bukan masalah tidak siap nya buk aku tidak terima kalau aku di bilang perempuan murahan yang tidur sama banyak laki laki.ucap ku emosi.


aku meluap kan emosi ku dirumah, aku sudah tidak bisa menahan nya lagi.


" sabar tia sabar lagi puasa jangan marah marah seperti itu, nanti malah kamu yang rugi, ibuk menasehati.


" tapi aku tidak terima buk ingin rasanya aku menyumpal mulut mereka dengan cabai, biar mulut mereka semakin pedas sekalian.


" sabar tia bulan puasa tidak baik marah marah,


" hahhh, menghela nafas berusaha tenang


" sekarang sudah tenang kan.? mandi sana biar kepala nya dingin, menghadapi masalah itu tidak harus dengan emosi tia, harus berfikir dengan tenang supaya masalah tidak semakin buruk.


" iya buk maaf kan tia tadi terbawa emosi.


lalau aku bergegas membersih kan diri, supaya bisa lebih tenang dan bisa mengontrol emosi.


aku harus tenang tidak boleh terpancing emosi, bisa bisa aku nanti malah gagal membuat sella sadar, iya kau harus tenang tidak boleh terpancing sama omongan mereka.


selesai membersih kan diri aku duduk di ruang depan, sambil bermain hanfon, aku lihat ada sms yang masuk dan ada panggilan tak ter jawab juga lalu aku lihat satu persatu ternyata dari mas anto.

__ADS_1


" tia tadi mas dapat sms dari mas ardi katanya kamu sudah pulang dan kamu mengancam ibu ibu di kampung apa itu benar.?


" iya mas aku sudah pulang kemarin, aku tidak mengancam kok cuma memperingat kan mereka saja kalau menuduh tanpa bukti itu bisa masuk penjara,


tidak ku sangaka mas ardi mengadu ke mas anto, sedang kan mas anto saja tidak di rumah bisa bisa nya mereka mengadu domba keluarga ku.


" memang nya ada apa lagi sih tia.?


" tidak ada apa apa kok mas, kebetulan saja tadi pagi aku jalan jalan dan ketemu sama ibuk ibuk di tempat penjual sayur, dan mereka menuduh ku tidur sama banyak laki laki, ya aku tidak terima lah mas.


" iya mas ngrti kok tia, di tuduh tanapa melakukan itu tidak lah enak.tapi ingat jangan berantem di tempat umum itu akan mempermalukan diri kamu sendiri.


" iya mas itu tidak akan terjadi.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2