Perjalanan Hidup Ku

Perjalanan Hidup Ku
68. Hari H


__ADS_3

saat yang di tunggu tunggu kini telah tiba, di mana hari yang paling membahagia kan untuk para pengantin.


pagi pagi di rumah ibuk semua sudah pada sibuk, termasuk para perias pengantin yang sudah sibuk merias,


tak lupa aku juga ikut di rias karena aku akan mendampingi mbak mia nanti.bersama ayuk keponakan aku.


setelah semua selesai di rias, dan semua sudah siap kini tinggal menunggu acara di mulai,


tiba saat nya acara di mulai aku mengantar kan mbak mia ke pelaminan, semua para tamu melihat nya terkagum kagum, sekilas aku mendengar percakapan mereka, banyak para tamu yang memuji kami.


' pengantin nya cantik banget ya..


' iya cantik banget tidak menyangka ya anak nya bu sri secantik itu.


' itu yang mendampingi siapa kok mirip pengantin nya..?


' itu yang sebelah kanan adik nya pengantin, kalau yang sebelah kiri gak tahu.


' pantas muka nya mirip begitu, sama sama cantik.


' kok aku tidak tahu ya kalau bu sri punya anak anak yang cantik.

__ADS_1


' karena ibuk kan tidak pernah di rumah.


' he he..iya sih, boleh tuh adik nya aku jadikan mantu biar punya mantu yang cantik.


' tapi kan itu anak nya orang miskin buk, gak sederajat lah sama ibu.


' orang itu yang penting hati nya baik buk, jangan di lihat dari materi.


' iya lagian aku sudah kaya anak aku juga sudah mapan, tidak perlu lah mencari yang kaya lagi, aku pengen nya anak ku menikah sama wanita yang sederhana saja tapi hati nya baik.


itu lah percakapan para tamu yang datang ke acara pernikahan mbak mia, ada yang memuji kami ada juga yang menghina kami, tapi itu tidak menggoyah kan hati kami karena kami sudah kebal dengan hinaan orang.


seperti nya kata miskin sudah melekat pada keluar ga ku.


apakah salah jika kami tumbuh besar dengan keadaan miskin,? apakah salah jika kami orang miskin,? batin ku bertanya tanya.


tiba tiba aku merasa sedih, tak terasa air mata ku menetes, aku sedih mendengar ucapan para tamu yang melontar kan kata kata menghina.


aku langsung menyeka air mata ku, aku tidak mau ada yang melihat aku menangis, karena ini hari bahagia aku harus bahagia juga demi mbak mia.


saat hati ku mulai tenang karena ucapan ibu ibu tadi, kini gantian aku mendengar kata kata dari para remaja kampung, yang membuat ku tidak bisa menahan kesedihan, ucapan mereka pun sama seperti ibu ibu tadi.ini justru lebih parah.

__ADS_1


' lihat tu si tia cantik banget ya..!


' iya memang dasar nya sudah cantik di dandani juga tambah cantik lah.


'percuma cantik kalau buat menggoda para laki laki.


' kamu nih ngomong apa sih.?


' emang benar kok si tia itu ke gatelan, pakai guna guna apa sih dia sampai semua cowok melirik dia.


' kalau ngomong di jaga ya nanti kalau tuduhan mu itu gak benar, bisa di tuntut kamu sama tia.


' iya pasti si tia itu pake guna guna supaya banyak cowok yang melirik nya, secara kan dia itu miskin ya..pasti cari cowok yang kaya lah, buat dibporotin duit nya.


sabar tia sabar aku menguat kan hati ku, walau terasa sakit, bukan aku tidak berani melawan mereka tetapi aku tidak suka dengan keributan, yang nantinya malah melebar kemana mana, karena aku sadar aku hanya orang miskin, yang tidak punya kuasa apa apa.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2