Perjalanan Hidup Ku

Perjalanan Hidup Ku
25. kelakuan mas dion.


__ADS_3

cepetan dong mbak tia ntar keburu temen ku lihat ntar saya di bully lagi.memelas


ga ada urusanya sama saya mas, lagian situ minta kok maksa banget aku kan lagi sibuk, batin ku, karena gak mungkin juga aku bicara seperti itu langsung di depan mas doni , nanti dia tersinggung lagi,


''iya iya mas''


lalu aku mengambil hp yang ada di kantong celana ku, dan memberikan nomor ponsel ku, karena aku belum hafal nomor telfon ku jadi harus melihat di hp dulu.


setelah mendapat nomor telfon mas doni langsung duduk lagi bergabung bersama teman teman nya.aku langsung melanjut kan mencuci piring.


tia tolong bikin kan minum dua ya itu ada tamu, kata bu yuni.


saat aku hendak membuat minuman tiba tiba di cegah sama mas doni,


biar saya bantuin mbak, ucap mas doni.


tapi mas ini kan pekerjaan saya!"


tidak apa apa mbak mumpung aku lagi di sini aku bantuin oke"lalu langsung membawa minuman itu kedepan.


ada rasa ngga enak juga sebener nya, tapi mas doni sendiri yang mau membantu.


saat mas doni dan teman teman nya lagi asyik ngobrol seperti biasa aku yang jadi pendengar tiba tiba bu yuni datang ke dapur,

__ADS_1


mbak tia kayak nya ada yang lagi caper deh sama kamu, ucap rio.


maksud mas rio apaan aku gak ngerti?"


mbak tia nanti kalau cari suami kayak si doni tuh udah pinter perhatian lagi, kata mas rizki.


mas doni hanya diam saja sambil senyam senyum.


belum mikirin nikah mas masih mau kerja dulu, ucap ku tersenyum sopan.


iya tia cari suami tuh kaya si doni tu pinter perhatian juga, ucap bu yuni tiba tiba muncul di dapur.


aku hanya menanggapi ucapan bu yuni dengan tersenyum, binggung juga mau menjawab apa.ternyata murid sama guru sama saja sama sama suka becanda, batinku


ke esokan hari nya mas dion datang lagi kerumah bu yuni, seperti biasa aku membuat kan minuman lalu dia minta di siap kan makanan.


"iya mas "


oh ya mbak tolong siap kan makannan juga ya tadi pagi aku belum sarapan.


"iya mas" lalu aku menyiap kan makanan setelah siap aku memanggil mas dion di kamar.


tok""tok""tok""

__ADS_1


'iya mbak, jawab mas dion sambil membuka pintu.


makanan nya sudah siap mas!"


lalu aku langsung pergi meninggal kan mas dion yang masih di pintu.


" terserah lah mau dia makan sekarang atau pun nanti bodo amat yang penting aku tidak bersama dia lagi, itu terus yang selalu ada dalam pikiran ku, selalu ingin menghindar dari hadapan mas dion, entah lah hati kecil ku merasa tidak bersahabat sama mas dion.


mbak'''' mbak tia''', panggil mas dion.


karena aku lagi di kamar makanya mas dion manggil manggil.


'' iya mas'' jawab ku lalu keluar kamar.


mbak piring kotor nya di beresin ya saya sudah selesai makan!"


" iya mas" lalu aku meberes kan piring kotor bekas mas dion makan.


saat aku membersih kan meja makan, tiba tiba mas dion memeluk ku dari belakang, aku terkejut dengan perlakuan mas dion, dan aku langsung mendorong mas dion kebelakang, saat pelukan itu lepas aku langsung berlari ke kamar dan mengunci pintu.


mas dion pun mengejar ku dan mengetok ngetok pintu, aku tidak peduli aku masih shok atas apa yang mas dion lakukan, ternyata firasat ku selama ini tentang mas dion itu ini, sifat asli mas dion yang tidak baik.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2