Perjalanan Hidup Seorang Dara

Perjalanan Hidup Seorang Dara
bab 2


__ADS_3

di keheningan malam, Mia memikirkan bagaimana nasibnya nanti jika dia menikah dengan pria yang tidak ia cintai, namun mendengar penjelasan ibu yang akan membatalkan perjodohan itu Mia sedikit lega semoga saja itu benar terjadi.


...d tengah pemikiranya seperti ada yg membisiki d telinga dan hatinya, sholat lah...


...seketika Mia pun sadar bahwa segala sesuatu yg menimpa nya dia masih punya Tuhan, tanpa berfikir panjang, Mia pun langsung pergi untuk berwudu, dan melaksanakan sholat, Mia berdoa kepada Allah...


...'' ya Allah ampuni segala salah dan dosa-dosaku, berikan hamba kekuatan, ketabahan, dan petunjuk, untuk mengambil keputusan yang tidak mudah ini.''...


...sambil meneteskan air mata Mia berdoa dengan sangat khusuk....


keesokan harinya seperti biasa, Mia membantu ibunya d dapur dan mengantarkan ibunya berjualan d salah satu pasar d desanya.


Mia d kenal banyak orang sebagai sosok gadis yang pintar, rajin dan pandai dalam segala hal, sehingga tidak heran jika ia banyak d kagumi oleh banyak pria dan orang² d sekitarnya, terutama ibu² yg mempunyai anak laki².


''sudah cepet siap², nanti kita kesiangan'' ucap ibu pada Mia


''iya bu.''


jawab Mia


Mia segera mandi, Mia senang sekali berpenampilan sederhana dengan polesan make up yang tidak terlalu menor dengan celana jeans dan atasan kemeja lengan panjang yang terlihat sangat kece namun feminim.


dengan rambut yang kadang di urai dan kadang di kucir kuda, dengan perawakan yang langsing tinggi dan kulit bersih, serta di permanis dengan dua gigi gisulnya, membuat inner beauty nya semakin terpancar.


setelah siap Mia pun melajukan kendaraan roda duanya sambil membawa banyak nya barang dagangan ibunya, setiap harinya Mia selalu berangkat pagi jam 05:30 dan akan pulang pukul 12:30 siang.


sesampainya d pasar Mia pun bergegas membantu menata barang dagangan sang ibu dengan penuh semangat, belum smpai selesai sudah ada pelanggan yg datang untuk membeli kopi.


''Mia bude minta kopi 1 ya, nanti tlong anterin d warung bude ya''


bude inem namanya, ia adlh slh satu langganan ibu ku yg sudah sangat akrab dengan ku


'' siap bude tunggu ya. ''


dengan senyum manis ya Mia menjawab permintaan bude inem


setelah selesai membuat kopi Mia pun mengantarkan kopi itu kewarung bude inem, dan nggak sengaja Mia melihat seorang pria yg lumayan tampan sedang duduk d warung bude inem, yang masih serius mengobrol dengan bude inem.


'' bude ini kopinya Mia tarok sini ya. ''


'' iya cantik terimakasih ''


bude inem memuji Mia


seketika Mia pun merasa malu, karna d situ masih ada pria yg sejak td ia kagumi.


namun pria itu hanya melirik Mia sekilas tanpa menatap nya, membuat Mia semakin terkesima dan penasaran, namun rasa itu hanya ia pendam, karna Mia sadar akan perbedaan antara anak pedagang, dan ia yang berpenampilan seperti anak kantoran.


rasa penasaran Mia pun makin besar dengan pria itu dalam hatinya berkata.


(iihh kok ganteng banget ya cooll lg, pakaiannya rajin)


''astagfirullah sadar Mia, gk mungkin jg dia suka sma kmu, kmu kaan masih kecil, ''

__ADS_1


seketika Mia pun sadar dan berbicara sendiri


d tengah perjalanan Mia pulang kewarung ada seorang ibu² yg memanggilnya


''Mia''


panggil bude juju


''iya bude ada apa?''


Mia pun menghampiri ibu juju.


'' sotonya udah mateng belum''


tanya ibu juju


''kyaknya udah bude, bude mw pesen?'' jwb Mia


''iya pesen 2 ya sambelnya d pisah aja nanti anterin kesini ya.''


ucap bu juju


''ok bude tunggu ya?''


jwb Mia sambil bergegas pergi untuk mengambilkan pesanan, sesampai warung, ternyata warung sudah penuh dengan pembeli.


iya warung ibu Mia memang paling banyak d nikmati oleh pengunjung pasar, maupun para pedagang d pasar, bukan hanya karna harganya yg lumayan tdk menguras kantong, tp soto buatan ibu Mia memang sangat enak.


jd gk salah bila banyak pembeli yg datang ke warung ibu Mia


Mia memberi tahu ibunya


'' iya, itu tlong mangkoknya d cuci dlu ya, ibu blum sempet soalnya masih rame.. '' kata ibu Mia


'' iya buk ''


jwb mia


sambil cuci piring Mia banyak mendapat pertanyaan dari para pembeli, dan hampir semua pertanyaan itu menjurus ke sekolah, 1 keinginan Mia yg d harapkan akan terwujud.


''Mia kmu udah lulus tah sekolahnya'' tanya pembeli.


'' sudah bu''


dengan singkat Mia menjawab


''kok gk lanjutin ke SMA? ''


sambung ibu itu lg


blum sempet Mia menjawab ibu sudah menjawab dluan.


'' nggak lah buk gak usah lanjut, lagian percuma sekolah tinggi² jg cmn kerjanya d dapur d sumur dan d kasur. ''

__ADS_1


jwb ibu,


''iya sih buk, cman apa gk sayang tah masih kecil, anak sya aja ngengkel minta sekolh lg. ''


jwb ibu pembeli


'' alah buk, dari pada buat sekolah duitnya, mending buat modal usaha, Sama aja. ''


d tengah obrolan mereka datang 1 pembeli lagi, dan kebetulan soto untuk bude juju pun sudah siap untuk d anter


'' udah jd buk soto buat bude juju?''


tanya Mia kepada ibunya.


'' udah ini, nanti langsung balik lg kewarung ya, ''


ucap ibu


'' iya buk. '' jwb Mia


d tengah perjalanan mengantar pesenan, hati Mia merasa sedih karna jawaban ibu, yg buat Mia sedih dan sakit, namun Mia memilih diam karna ia takut melawan orang tuanya termasuk ibunya


banyak ilmu agama yang ia dapat semasa Mia sekolah di madrasah, ya walaupun penampilan nya kini jauh dari kesan sekolahnya dulu namun tata krama dan sopan santun nya masih terjaga, dan selalu Mia ingat pesan-pesan gurunya dulu.


'' bude, ini sotonya. ''


'' oh, iya taroh di situ dulu Mia, bude masih nanggung ini, oh iya bude sekalian bikinin es jeruk ya sama es teh 1''


'' ok. ''


Mia pun balik lagi kewarung untuk membuat kan es, sepulangnya dari toko bude juju, ternyata ada orang yang tadi pagi ia jumpai di warung bude inem sedang mengobrol dengan bude endah yang Warung nya sebelahan dengan warung ibu Mia.


melihat itu, Mia merasa salting sendiri, namun tidak ada yang paham akan itu,


Mia membayangkan sambil membuat es, jika kelak mendapatkan suami yang pekerjaan nya seperti itu, mungkin akan terasa seperti orang kota yang selalu terlihat bahagia, namun setelah Mia sadar akan khayalan nya itu ia tersenyum sendiri dan geleng-geleng.


setelah es itu jadi Mia berjalan lagi melewati pemuda itu lagi namun sperti mendapatkan kejutan bude endah memanggil Mia.


'' mi, bude buatin kopi ya. ''


'' iya bude. ''


Mia pun segera menghantarkan es itu dan kembali lagi untuk membuat kopi,


'' ini bude kopinya. ''


'' makasih ya mia cantik.. ''


''Sama-sama bude, ''


sekilas Mia mencium aroma parfum dari pemuda itu, Mia pun tambah terpesona, dalam hatinya udah ganteng wangi, rajin lagi, idaman.


#ok para ridesr, next episode ya☺☺

__ADS_1


mohon dukungan dan kritikanya ya 🙏


#masihbelajar #pemula😃


__ADS_2