
Mia masih menikmati masa-masa ia menginap di rumah sang ibu, namun sehari ini saja, padahal hatinya ingin lebih lama lagi di sana. Karna melihat Mia yang masih sperti rindu dengan suasana rumahnya Fendy pun mengijinkan Mia untuk tinggal di sini beberapa hari ke depan.
'' Aku berangkat kerja dulu, kamu di sini aja, nanti kalo aku pulang aku jemput ya. '' ucap Fendy yang sudah siap untuk berangkat
'' kamu yakin Mas, gak papa aku di sini? '' tanya Mia untuk meyakinkan suaminya
'' iya gak papa, keliatannya kamu masih kangen banget sama rumah ini, ya udah aku berangkat dulu ya. '' pamit Fendy yang beranjak keluar kamar nya
'' Mas. '' panggil Mia dan Fendy pun menoleh Mia pun memberi kode jika ia ingin sekali di beri pelukan dan kecupan hangat dari suaminya sebelum berangkat bekerja
'' oh iya lupa. '' Fendy pun paham dengan kode istri nya itu ia pun memeluk dan mencium kedua pipi kening dan tak lupa kiss singkat di bibir nya.
setelah nya Fendy pun pergi bekerja, untuk kali ini Fendy akan sedikit lebih lama karna ia harus pergi ke Jakarta mengirim barang pesanan, menggantikan rekan kerjanya.
Mia adalah tipikal wanita yang sangat suka keromantisan dan kelembutan serta rasa peka yang mendalam, namun hal itu ia tidak dapatkan dari Fendy jadi wajar saja jika Mia sering kali meminta pada Fendy jika ia ingin ini dan itu, terutama dalam bentuk kasih sayang.
Fendy itu tipikal laki-laki yang tidak suka ribet dalam urusan bercinta, baginya dia suka ya jalani, masalah romantis itu tidak begitu penting, yang penting itu setia, karna romantis itu bukan pondasi tapi setia lah yang menjadi pondasi sebuah hubungan.
meskipun dua sifat itu di satukan namun ada salah satu dari mereka yang bersifat mengalah dan mencoba memahami. Yaitu Mia istrinya. Sebagai wanita yang super peka akan semua hal termasuk apa yang di lakukan suaminya pun Mia sudah hampir paham 50% , ya walaupun menikah belum sampai satu tahun namun Mia sudah Sedikit-sedikit menghafal apa itu kebutuhan suaminya apa itu kebiasaan suaminya, dan Mia pun mempunyai misi untuk merubah sikap ego suaminya itu yang lumayan besar.
Mia yakin dengan kasih sayang nya dengan rasa sabar nya dan dengan ketelatenan nya ia akan bisa merubah sikap Fendy yang kadang suka marah dan memikirkan dirinya sendiri tanpa memahami perasaan orang lain.
Hari ini di rasa badannya sedikit pegal-pegal, Mia merasa meriang matanya terasa panas dan perutnya sedikit mual, padahal tadi pagi ia baik-baik saja, tapi saat ini rasanya sperti pusing dan demam.
Di kamar nya ia merasa sangat aneh dalam dirinya sperti bukan dia sperti ada yang berbicara ingin melawan dan ingin menangis, dan tiba-tiba saja matanya mengeluarkan air mata tanpa sebab terus mengalir wajahnya semakin terasa panas. Hingga ibu nya datang pun Mia masih di dalam kamar.
'' Ibu, kok perasaan ku sperti ini ya? '' tanya Mia yang saat ini sudah berada di belakang ibunya
'' gimana Mi? Kenapa?'' tanya ibu yang tidak terlalu memperhatikan Mia karna ia masih sibuk menata barang belanjaan nya dari pasar
namun tiba-tiba Mia merasa pusing dan ingin tiduran akhirnya Mia pun kembali ke kamar nya. Namun bukanya membaik justru malah makin parah dan tiba-tiba saja Mia menangis histeris dan berteriak memanggil ibunya.
dari dalam dapur ibu pun langsung sigap ke kamar Mia, sedangkan Adi masih belum pulang dari tambak.
'' Mi, kamu kenapa Mi? '' tanya ibu dengan paniknya
namun Mia tidak menjawab Mia terus berteriak dan menangis sambil memegangi perut dan kepala nya, ibu pun bingung dengan kondisi Mia sekarang ia tidak tahu apa yang terjadi sehingga bisa sperti ini.
mendengar suara teriakan jeritan dan tangisan beberapa tetangga Mia pun pergi kerumah Mia untuk memastikan apa yang terjadi. Suara ketokan pintu pun terdengar, ibu langsung berlari membuka pintu dan orang-orang pun mengikuti masuk.
__ADS_1
'' Ada apa bu? Kok suaranya kaya Mia nangis?'' tanya mb asih
'' saya juga nggak tau mb asih. Kenapa Mia jadi kaya gini, padahal tadi baik-baik aja. '' jawab ibu
'' ya ampun, kayanya Mia ini lagi gak beres deh bu. '' ucap mb asih seakan paham dengan kondisi Mia sekarang
'' maksud mba asih gimana ya ?'' tanya ibu yang masih bingung dengan kondisi putri nya itu
'' di lihat dari kondisinya Mia itu kaya kesurupan lo bu, kaya bukan nangis sewajarnya gitu. Lihat geh, dia tiba-tiba nangis nanti diem terus megangin kepala sama perut, saya rasa ada sesuatu yang mengganggu dia. '' ucap mb asih
'' ya Allah mb asih terus gimana ini ?'' ibu pun panik dan bingung
'' ayahnya aja bu suruh kesini, biar ibu gak bingung mikir sendiri. Emang suaminya kemana bu? '' tanya mb asih lagi
'' suaminya kerja mb baru berangkat pagi tadi paling pulang nya besok, itupun kaloo gak macet. '' jawab ibu
'' mb tolong telponin Adi ya pake ponsel nya Mia. '' pinta ibu yang langsung di angguki oleh mb asih dan langsung menghubungi Adi
selang berapa lama Adi pun sampai rumah, begitupun ayah Mia yang ternyata sudah di jemput oleh Riyan putra mb asih.
sementara Mia masih terus berteriak dan menangis dan sesekali memanggil ibu nya. Ayah pun mencari seseorang yang bisa membantu menghilangkan sesuatu yang mengganggu Mia namun belum juga berhasil.
akhirnya orang tua Fendy pun segera kesana dengan membawa seseorang yang tahu akan hal spiritual untuk turut membantu mia.
30 menit perjalanan akhirnya orang tua Fendy tiba di kediaman Mia. Sudah terlihat ramai orang yang mengumpul di kediaman Mia hingga pikiran ibu Fendy pun khawatir takut terjadi hal yang tidak di inginkan.
'' assalamu'alaikum, '' ucap ibu Fendy
'' Walaikumsalam '' jawab seisi rumah itu
'' gimana bu, keadaan Mia, kenapa bisa sperti ini? '' tanya ibu Fendy kepada besannya
'' saya juga gak tau bu, pulang dari pasar Mia itu biasa-biasa aja tapi kok tiba-tiba jadi kaya gini. '' jawab ibu Mia dengan nada bingung dan sedih
'' sudah coba di obatin? '' tanya ibu Fendy lagi
'' sudah tapi masih ngerasain sakit di bagian perutnya nanti di Kepala juga.'' jawab ibu Mia
'' Mama, Mama, Mama. '' panggil Mia sambil menangis
__ADS_1
'' iya nduk ini mama, '' jawab mertua Mia
'' Bukan kamu. '' jawab Mia dengan nada sinis namun menangis
'' kamu siapa ? '' tanya orang bawaan ibu Fendy yang bernama cacak
'' Mama, Mama, Mama. '' jawab Mia lagi yang belum sadar sepenuhnya
'' bu, coba ibu yang tanya sama Mia, siapa tau aja yang merasuk kedalam badan nya mau bicara. '' pintar cacak
'' gimana Mi, ini ibu, kamu kenapa sayang. '' tanya ibu
'' Mama, ini aku. '' jawab Mia sambil menangis
'' iya nak, Mia kenapa? '' tanya ibu
'' Aku bukan Mia ma, '' jawab mia
'' kamu siapa? '' tanya ibu lagi
'' tolong jangan ganggu putri saya. '' pintar ibu
'' aku anak mu mak '' jawab Mia sambil menangis
'' Anak ku? '' tanya ibu gak percaya
'' mamak lupa sama aku mak. '' jawab Mia sambil nangis
'' kamu bukan mia? '' tanya ibu lagi Mia pun geleng-geleng
'' ini aku mak, Anak mu '' Jawab Mia lagi yang membuat seisi rumah bingung dengan jawabannya
'' ibu punya anak yang sudah wafat tidak? '' tanya cacak
'' iya punya, pak '' jawab ibu
'' kemungkinan ini anak ibu yang sudah wafat, mungkin dia rindu dengan anda. '' jawab cacak
'' kamu Slamet? '' tanya ibu yang langsung di angguki oleh Mia
__ADS_1
ibu pun menangis tersedu-sedu merasa sangat bahagia namun juga sakit, tapi jika sudah sperti ini ibu merasa lega setidaknya putri nya baik-baik saja