Perjalanan Hidup Seorang Dara

Perjalanan Hidup Seorang Dara
bab 64 pertemuan pertama


__ADS_3

setelah ahmad pergi Mia tidak merasa kehilangan, mungkin karena kata-kata yang pernah di ucapkan nya, walaupun dia memberi perhatian dan kasih sayang namun jika tidak adanya pengertian dan ketulusan, sama saja bohong.


Mia melanjutkan aktifitas biasanya, tak biasanya kak adi menelpon di siang hari, Mia langsung memberi kan ponsel itu ke ibunya, terdengar sang ibu banyak bercerita tentang ahmad, ibu mengeluh kan jika tidak ada laki-laki di rumah tidak ada yang mengurus tambak dan lain-lain, ya walaupun ada ayah Mia, namun sangat ayah terlalu sibuk di rumah istri tuanya.


terdengar sperti kak adi memahami dan mengerti akan keluhan sang ibu, dan memutuskan untuk pulang dalam waktu minggu ini, ibu pun senang mendengar nya, Mia pun ikut tersenyum saat mendengar perbincangan mereka di telpon, setidaknya ada seseorang yang bisa memahami nya.


kak adi memang sosok kakak yang cuek namun humoris, tapi tidak terlalu dekat dengan Mia, ia hanya bicara seperlunya dan jarang juga bercanda, wajahnya selalu serius Mia takut untuk mendekat, tapi hatinya super baik, bahkan apa yang Mia butuh slalu di kasih tanpa banyak pertanyaan.


*


2 hari setelah kepergian ahmad, adu memberi kabar jika ia sudah berada di bandara untuk pulang ke lampung, Mia sangat senang mendengar nya, Mia pun tidak sabar untuk memberi tahu ibunya.


hari ini toko sangat ramai pembeli karna bos Mia habis belanja, banyak barang baru dan sperti biasa jika sudah bongkar barang baru toko akan penuh dengan pelanggan yang sudah setia menanti model baju kekinian.


sampai pukul 10 Mia belum juga sarapan karna banyak sekali pembeli yang harus ia layani, setelah sedikit senggang Mia pun pergi ke warung ibunya untuk memesan soto untuk mereka sarapan.


'' bu, kak adi mau pulang lo. ''


ucap Mia dengan nada bahagia sambil senyum-senyum sendiri


'' apa kak adi telpon kamu?''


tanya ibu sambil meracik soto untuk Mia


Mia mengangguk sambil mengambil tempe goreng yang ada di piring lalu memakannya.


'' tadi kak adi telpon paling terbang sekitar habis dzuhur soalnya tadi lagi kemas-kemas baju. ''


ucap Mia


'' berarti sampai rumah jam berapa?''


tanya ibu yang hampir selesai menyiapkan soto itu


'' paling malem, ''


ucap Mia


'' nanti, lewat mana ya? kalo lewat bakauheni suruh jemput tukang ojek aja biar gak bingung. ''


ucap Ibu


'' kenapa bingung, kan banyak mobil jurusan sini bu. ''


ucap Mia


'' biar gak kaya ahmad, dulu pas dia pulang kan bingung cari kendaraan arah sini. ''


ucap Ibu

__ADS_1


'' nanti suruh jemput fendy aja, pasti dia mau. '' ucap mia


'' ya udah nanti kamu kasih tau fendy ya. ''


ucap Ibu


Mia mengangguk lalu pergi membawa soto itu ke toko nya.


*


sore setelah beres semuanya pekerjaan, adi menelpon Mia jika ia sudah mendarat di bandara soekarno-hatta, dan akan menuju merak untuk naik kapal, Mia pun mengiyakan dan memberi tahu jika akan dijemput oleh fendy, adi pun mengiyakan nya.


Mia segerakan menghubungi fendy. Suara dering terus berbunyi tapi tidak kunjung di angkat Mia kesel sekali, namun tetap mencoba menelponnya.


'' hallo, iya yang kenapa?''


tanya Fendy dengan nafas yang masih ngos-ngosan.


'' dari mana? kok nafasnya ngos-ngosan gitu?''


tanya Mia curiga


'' abis main voli sama temen-temen, kenapa, ada apa?''


tanya fendy serius


'' nanti malam, bisa jemput kak adi di bakau nggak?''


'' hah! nanti malam? jam berapa?''


tanya fendy ragu


'' belum tau orang sekarang belum naik kapal, makanannya aku tanya dulu bisa nggak, kalo nggak kan aku cariin orang aja. ''


ucap Mia


'' ya bukannya gak bisa, cuman kan aku belum pernah tau kak adi, nanti salah orang nggak gitu lo, sayang. ''


ucap fendy


'' ya kan sekarang ada ponsel mas, kalo gak tau ya telpon lah.''


ucap Mia


'' ya udah, iya aku bisa nanti habis magrib aku kerumah kamu ya. ''


ucap fendy


'' iya, nanti aku kasih tau ibu juga kalo kamu bisa. ''

__ADS_1


'' iya, ya udah aku mau pulang mandi. ''


ucap fendy yang di jawab iya oleh mia


*


fendy sudah berada di rumah Mia, mereka berbincang-bincang, sambil menunggu kabar adi, mereka membicarakan tentang ahmad, fendy banyak bertanya tentang ahmad pada sang mertua, paham sekarang fendy sudah mulai faham akan sifat sang kakak ipar nya itu.


ponsel Mia berbunyi, di angkat nya ternyata adi sudah ada di pelabuhan Bakauheni, fendy pun segera bersiap untuk berangkat.


setelah keberangkatan fendy Mia dan ibu, sibuk di dapur untuk membuat makanan, sambil menunggu mereka datang, sambil mengobrol saling tukar candaan antara ibu dan anak, terlihat sangat harmonis, walaupun tanpa adanya seorang ayah di sisi mereka tapi mereka masih bisa tertawa dengan cara mereka.


*


2 jam perjalanan fendy sudah sampai di area pelabuhan, ia melihat sekeliling yang tampak ramai orang, di tambah suasana gelap karna keadaan yang sudah malam, fendy pun menelpon adi untuk memastikan keberadaan nya. Tidak lama setelah itu terlihat seseorang melambaikan tangan nya ke arah fendy, dan langsung di balas oleh fendy.


mereka bertemu, fendy sedikit kaget melihat sosok sang kakak ipar nya itu, terlihat berbeda dari ahmad, ya adi berpostur tinggi namun berkulit sedikit gelap, sedangkan ahmad tinggi namun berkulit putih. Namun adi masih terlihat tampan dan kharismatik, terlihat dari pancaran wajahnya, kelembutan dan kewibawaannya terpancar.


fendy merasa kikuk saat bertemu iparnya itu, ia merasa sedikit canggung apalagi ketika melihat postur tubuhnya, ia cenderung lebih kecil dan pendek, namun fendy tidak memperlihatkan itu.


'' fendy mas. ''


ucap fendy sambil mengulur kan tangannya.


'' adi, ''


jawab adi menerima jabatan tangan fendy


'' mau langsung pulang, atau mau kemana dulu mas?''


tanya fendy sedikit ragu


'' pulang aja, biar gak kemaleman nanti kalo mampir-mampir malah kemaleman, badan udah capek ini ''


jawab adi sambil terkekeh kecil


'' o, ya udah ayok mas. ''


ajak fendy


adi pun segera naik keatas motor, dan langsung arah pulang, di perjalanan mereka saling diam tidak ada obrolan karena mengejar waktu agar cepat sampai.


sementara fendy banyak berargumen di hatinya, begitupun dengan adi, ya kecewa ada namun ia tutupi, ia mencoba berfikir realistis tentang hubungan Mia dan fendy, jika ingin marah pasti mudah namun ia menahannya, karena yang akan menjalani hubungan itu mereka bukan adi, itu yang adi tanamkan di hatinya.


6 bulan lalu saat Mia memberi kabar ia sudah tunangan, seketika adi merasa sangat kecewa dan hancur adik semata wayangnya yang ia sayangi sangat tulus itu, banyak masa depan yang ai tujuan untuk Mia, bahkan ia rela berkorban asal Mia bisa menempati tempat terbaik di masa depan nya nanti, namun kenyataan berkata lain, perjuangan nya runtuh saat mendengar Mia sudah di lamar orang.


adi meminta penjelasan pada Mia, Mia pun menceritakan bahwa, itu bukan pilihannya ia hanya mengikuti aliran saja ya walaupun fendy adalah pilihan hatinya namun jalan hidup nya sekarang bukan maunya, ia tidak mau menyakiti hati ibunya meninggalkan ibunya dari pada ia di jodoh kan dengan beberapa banya laki-laki, lebih baik ia cari sendiri.


ya, masih sangan muda itu yang di pikiran adi, seorang wanita memang akan di tempat kan di rumah namun jika ia mempunyai pendidikan yang tinggi dan mental yang baik pasti akan membawa ia ketempat yang lebih baik lagi, agar masa depan nya lebih cerah.

__ADS_1


namun cerita tinggal cerita, nasi sudah menjadi bubur, kini adi berjuang untuk masa depan nya sendiri tidak ada lagi yang ia fikir kan selain itu.


sudah sampai rumah, mereka turun, yang sudah di sambut baik oleh Mia dan ibu mereka duduk di kursi tamu sementara Mia masuk menyiapkan makanan untuk di hidangkan.


__ADS_2