
waktu sudah malam, namun fendy memaksa untuk pulang karna tidak enak jika harus menginap di rumah Mia, yang setatus nya belum sahabat menjadi istrinya, walaupun di rumah sudah ada adi kakaknya namun fendy tetap memilih pulang.
sepulang nya fendy Mia segera masuk kekamar merebahkan badanya, menguap dan meregangkan seluruh otot-otot nya, Mia menatap jam yang sudah pukul 11 malam, sempet terfikir dengan fendy yang pulang sendiri, namun Mia merasa itu sudah biasa bagi nya.
sudah jarang terdengar kabar tentang santi, namun Mia masih kadang penasaran namun akhir-akhir ini Mia jarang menemukan ada bekas pesan dari santi dan fendy hanya saja pas pertemuan mereka lusa lalu, ia melihat panggilan masuk dan terlihat durasi panggilan yang hanya 5 menit.
apa mungkin fendy sudah bener-bener melepaskan santi dan sudah jarang berhubungan, namun hati kecil Mia masih tidak percaya, mia terus berargumen di hatinya, sampai kantuk melanda, dan akhirnya ia tertidur.
'' aku anterin aja gimana bu?''
tanya adi yang sudah bangun dan duduk di kursi dapur
'' ibu berangkat sama Mia, kan Mia juga harus kerja,''
ucap Ibu sambil menyiapkan barang dagangan nya
'' oh, Mia masih kerja, ya udah kalo gitu aku mau tidur lagi aja. ''
ucap adi berlalu pergi
Mia baru saja keluar kamar sambil mengucek matanya dan mengalungkan handuk di lehernya sambil menguap dengan rambut yang berantakan, berpapasan dengan adi.
'' udah bangun kak?''
tanya Mia
'' udah, tapi mau tidur lagi. ''
jawab adi
'' lah, kok tidur lagi?''
tanya Mia lagi yang masih belum
'' udah, sana mandi ibu udah siap semua, nanti kesiangan kamu kerja nya. ''
ucap adi yang selalu serius namun terkadang humoris.
Mia pun mengangguk dan langsung pergi mandi, tidak lama kemudian ia masuk kekamar dengan handuk yang ia pakai, sambil tangan yang bersedekap di dada dan sedikit menggigil karena dingin.
'' ihh, kamu mandi apa cuci muka? cepet banget, kaya bebek aja di celupin langsung keluar. ''
ucap adi mengatai Mia, sementara Mia masuk kekamar dan menjawab ucapan adi
'' hahahah, dingin tau kak, kalo gak percaya coba aja mandi! ''
ucap Mia sambil tertawa
'' ogah, aku mana pernah mandi pagi, bukan cuma dingin, tapi beku, kasihan airnya nanti meleleh karena kepanasan wajah ganteng ku. ''
ucap adi masih dengan wajah serius namun Kata-kata nya terdengar lucu
'' emang dasar, '' jawab mia yang sudah keluar kamar dan bersiap mengeluarkan motornya
adi kembali tidur, karena dirasa badan nya yang masih terasa lelah karena perjalanan jauh nya.
__ADS_1
*
sampai di toko, Mia kembali bekerja sperti biasa, tak sperti biasanya, yasin sudah beberapa hari ini tiada kabar, Mia pun tak lagi menghubungi nya, karena Mia sadar jika lambat laun pasti dia akan pergi meninggalkan nya, agar tidak terlalu sakit hati, Mia pun mulai menjaga jarak.
Mia masih saja bertukar pesan dengan andi, begitupun sebaliknya, hubungan mereka semakin dekat, sperti tidak ada jarak.
*
hari demi hari berjalan semenjak fendy bekerja di rumah, ia sering sekali main kerumah Mia, sering sekali jalan. Hal itu membuat ibu tidak suka.
'' Mia, ibu mau bicara sama kamu. ''
ucap Ibu setelah fendy pulang dari rumahnya.
Mia merasa jika sang ibu akan marah, dari ekspresi nya berbicara Mia pun mengiyakan dan mengikuti ibunya dari belakang.
'' ibu rasa pernikahan mu harus di percepat, ibu perhatikan sering banget fendy main kesini, tadi ibu pas kewarung denger ada yang ngomongin kamu, ibu itu risih mi, kayak nya emang lebih baik di percepat aja. ''
ucap Ibu dengan nada yang tegas.
Mia hanya diam dan tertunduk, adi sang kakak pun menyetujui apa yang di pikiran ibunya,
'' nanti ibu obrolin sama ayah mu, adi nanti kabarin ahmad kalo Mia mau di nikah kan cepat. ''
ucap Ibu lagi
'' besok telpon fendy ibu mau ngobrol sama orang tuanya, bicarakan masalah ini, mau kesana juga jauh, nanti aja kali udah deal baru kesana. ''
ucap ibu, Mia pun mengiyakan nya dan pamit masuk kekamar nya.
terdengar dari dalam kamar, suara obrolan adi dan ibunya tentang Mia dan fendy, Mia memejamkan matanya, tiba-tiba terdengar ponselnya berbunyi.
*
2 hari kemudian ahmad pulang kerumah, Mia kaget saat pulang kerja ternyata ahmad sudah di rumah, namun sikap nya biasa saja, mungkin ia sudah lupa dengan yang lalu.
'' bu, maaf ya jika saya tidak sopan bicara di telpon. ''
ucap Ibu Mia, di balik telponnya yang sudah tersambung dengan mamak nya fendy
Mia sudah memberi tahu fendy jika sang ibu meminta acara pernikahan nya di percepat.
'' iya bu, gak papa biasa saja, sekarang kan sudah lebih mudah tidak sperti dulu harus jauh-jauh menghampiri kerumah, gimana bu ada apa?''
tanya sang besan
'' ini lo bu, anak-anak kan sekarang sudah makin deket saja, sudah sering sekali main bareng, gimana kalo kita percepat saja acara pernikahan nya, gak usah nunggu-nunggu waktu lagi. ''
ucap ibunya Mia
'' oh begitu, jadi gimana ini bu, kapan Kira-kira ibu siap nya?''
ucap mamak nya fendy yang menyetujui keniatan dari sang besan, dan karena sebelumnya fendy sudah memberi tahu jika mertuanya ingin mempercepat acara pernikahan nya itu.
'' jadi ibu setuju jika di percepat?''
__ADS_1
tanya ibu Mia memperjelas
'' iya bu, nanti ya nikah, sekarang ya nikah, jika memang lebih baiknya di percepat ya di percepat saja tidak apa-apa, InsyaAllah kami siap. ''
ucap sang besan
'' alhamdulillah, jika ibu dan keluarga setuju, nanti saya akan mencari hari yang pas, saya akan berunding dulu dengan ayah nya Mia, nanti kami akan kesana untuk memberikan hari sambil silaturahmi. ''
ucap ibunya Mia
'' iya, bu, kami tunggu kedatangan nya. ''
jawab sang besan
'' iya bu, ya sudah saya pamit ya assalamu'alaikum. ''
'' waalaikumsalam. ''
*
'' ibu, ngapain kerumah fendy segala?''
ucap ahmad setelah ibu mengembalikan ponsel nya ke Mia
'' emang kenapa, ya memang seharusnya begitu, kita itu harus menjalin silaturahmi yang baik, memang perjanjian awal juga sperti itu mad ''
jawab ibu
'' pihak perempuan ke pihak laki-laki, dengan status yang belum sah suami istri, itu apa nggak ngerendahin harga diri dari pihak keluarga perempuan, apa gak sebaiknya kelurga dia aja yang kesini. ''
ucap ahmad yang wajahnya sudah hampir memerah menahan marah
'' ini sudah perjanjian sewaktu lamaran dulu mad, jika sudah mendapatkan hari, pihak keluarga sini harus kesana, jadi gak bisa jika harus di putar lagi. ''
jawab ibu menjelaskan
'' pokoknya aku gak mau tau, ibu gak boleh kesana, jika ibu masih tetep kesana, jangn salah kan aku jika nanti aku gak akan menganggap ia sebagai sodara nantinya! ''
ahmad mengancam sang ibu lalu berlalu pergi.
ibu tertegun dengan sikap ahmad barusan, ibu tidak menyangka jika anak sulung nya itu memiliki sikap dan watak yang sperti itu.
'' udah lah bu, biarin aja dengerin aja itu ahmad ngomong apa, aku mah udah capek harus ngertiin dia, makanya dia pulang dari kalimantan aku seneng, itu karena apa, ya karena sikapnya yang sperti itu. ''
ucap adi, menenangkan ibunya
'' ibu juga heran di, kenapa kok ahmad beda sendiri gak kaya kamu sama Mia, yang selalu paham dan ngerti sama ibu. ''
ucap ibu sedikit sedih karna sikap ahmad
'' udah lah bu, gak usah di pikir, nanti kalo mau kerumah fendy sama aku aja, gak papa. Ya udah aku mau keluar dulu ada janji sama temen. ''
pamit adi dan berlalu pergi
'' iya, kalo pulang jangan malam-malam. Jangan lupa bawa kunci, ibu mau tidur, ''
__ADS_1
ucap ibu
Mia di dalam kamar mendengar obrolan mereka tersirat rasa sedih bercampur bahagia, namun mendengar ucapan ahmad tadi membuat Mia sedikit down, namun Mia mencoba menguatkan dirinya sendiri.