
dua hari setelah berunding dengan ayah akhirnya mereka menentukan tanggal perkawinan Mia dan fendy, ayah dan ibu berniat akan bersilaturahmi ke rumah fendy setelah selesai sholat isya, agar waktu nya lebih lama dan panjang.
malam ini ibu dan ayah sudah bersiap hendak berangkat adi dan teman nya pun sudah siap untuk mengantarkan mereka namun tidak dengan ahmad yang masih saja mengajak berdebat kedua orang tua itu.
'' sekarang aku tanya sekali lagi sama ibu, ibu masih mau kesana? ''
tanya ahmad dengan nada menekan dan sedikit marah dengan wajah yang sudah memerah karna menahan marah
'' iya, ibu akan tetap kesana karena memang sudah begitu aturan nya, ''
ucap Ibu pelan walaupun hatinya sedikit sakit melihat sikap anaknya yang sperti itu
ahmad berdecih sambil berdiri di hadapan kedua orang tuanya,
'' emang dasar, punya anak gak ada harga dirinya, kalo emang si fendy itu bener laki-laki gak harus pihak perempuan datang kesana, aku makin benci sama pola pikir kalian! ''
ucap ahmad dengan lantangnya
'' jaga mulut kamu! ini balasan kamu sama ayah yang udah ngebesarin kamu ngedidik kamu ha! ''
ucap ayah sambil berdiri dan menunjuk wajah ahmad
'' terserah! aku gak perduli, yang jelas kalo kalian masih saja berangkat jangan salahkan jika aku pergi dari rumah ini!. ''
ucap ahmad dengan nada yang lumayan keras sehingga membuat tetangga sekitar mendengarkan nya namun tak berani mendekat
ibu dan ayah kembali duduk mengusap dada nya ketika melihat sikap ahmad yang tidak di sangka-sangka akan seliat itu kepada orang tuanya, Mia masih memegangi dadanya ia menahan tangis nya melihat kejadian itu, sperti melihat perang pertumpahan darah yang membuat ia semakin takut.
'' jadi gimana bu, yah. Kita jadi kesana apa enggak?''
tanya adi
'' udah kita berangkat aja gak usah ladenin dia, bisa ikutan gila nanti. ''
jawab ayah
'' Mia, kami di rumah aja ya, soalnya ada nenek kasian kalo di tinggal,''
ucap Ibu berpesan kepada Mia
Mia pun mengangguk patuh, tanpa jawaban Mia pergi keluar melihat ayah dan ibunya hendak berangkat, yang semula Mia pikir jika ahmad pergi ke tambak untuk menenangkan dirinya ternyata dia masih duduk di samping rumah.
Mia melihat itu langsung masuk kedalam rumah, dan hendak kekamar baru saja Mia membuka pintunya, terdengar suara bantingan pintu yang sangat keras Mia pun tertunduk takut sambil menutup kedua telinganya menggunakan tangan.
'' puas! kamu puas! sekarang hubungan antara anak dan orang tua sudah hancur! rusak! gara-gara kamu! emang dasar ya kamu! apa-apa gak di pikir, apa kamu gak malu keluarga perempuan ke rumah keluarga laki-laki itu sama aja gak punya harga diri tau nggak ha!''
ucap ahmad dengan nada keras dan wajah yang sudah memerah sambil menunjuk wajah Mia yang sekarang sudah menangis sesegukan karna takut.
'' kenapa diam ha! kenapa! ngomong kamu! ngomong! ''
bentak ahmad sambil melayangkan sebuh gelas yang ada di meja samping ia berdiri.
Prankkkk
Mia semakin mengeratkan genggaman tangan nya pada tubuhnya, namun ia tidak berani melihat wajah ahmad yang saat ini sedang marah seperti kesurupan setan
'' Mia, mi ada apa mi, itu suara apa?''
tanya nenek dengan wajah bingung, di tanah lagi penglihatan nenek yang sudah tidak sempurna membuat ia tambah bingung di panggilah terus nama Mia, namun Mia belum beranjak karena ia takut jika ahmad akan marah lagi.
namun tiba-tiba terdengar suara ketokan pintu dari luar membuat ahmad sadar lalu pergi membuka pintu dan meninggalkan Mia sendiri.
'' ya Allah mi, ini ada apa mi?''
tanya mb asih panik, sambil memeluk Mia yang sudah menangis.
'' Mia nggak tau mb asih, kenapa kak ahmad bisa kaya gitu sama Mia hiks hiks'' ucap Mia sambil teruss menangis
__ADS_1
'' astaghfirullah halaazim, istighfar ya mi, udah biarin aja mungkin kakak mu lagi banyak pikiran jadi kaya gitu, jadi dari tadi rame-rame itu ahmad yang kaya gitu?''
tanya mb asih lalu di angguki oleh Mia
'' astaghfirullah, ahmad. ''
ucap mb asih sambil gedek-gedek tak percaya dengan sikap ahmad barusan
'' Mia, kamu di mana, itu suara apa tadi mi?''
ucap nenek yang sekarang sudah berjalan keluar kamar mencari Mia.
melihat itu mb asih pun khawatir jika nenek nanti akan terkena pecahan beling, akhirnya mb asih pun langsung memapah nenek dan membawanya duduk di sofa, sambil menjelaskan jika tidak apa-apa, itu hanya suara mobil lewat walaupun nenek tidak percaya namun nenek sudah berhenti bertanya.
Mia kembali duduk dan mulai menetralkan rasa yang ada di fikiran dan hatinya, dan juga menahan matanya agar tidak menangis.
Mia masuk kedalam dapur untuk mencari sapu dan membersihkan pecahan gelas itu, sedangkan mb asih masih mengobrol dengan nenek, karena nenek banyak sekali bertanya dan menanyakan keberadaan ibu dan adi, untung saja mb asih pandai untuk menutupi sikap ahmad tadi.
lama merekam mengobrol, akhirnya nenek pun sudah mengantuk dan Mia pun memapah nya memasuki kamar, untuk istirahat.
'' paling bentar lagi mereka pulang ya mi. ''
ucap mb asih menghilangkan rasa tegang yang sedang melanda mereka.
'' iya kayaknya mb, soalnya gak jauh juga perjalanan cuma sekitar 30 menit, itu pun kalo lambat kalo kebut paling cuma 15 menit. ''
jawab Mia mencoba menghilangkan rasa yang ada di benak nya saat ini karena merasa tidak enak dengan mb asih.
'' ya udah, mb pulang ya, kamu gak papa kan di rumah sendiri, nanti kalo ada apa-apa pergi kerumah mb aja ya. Soalnya Riyan ikut nganterin ayah mu tadi jadi di rumah cuma reza sendiri ayahnya masih keluar. ''
ucap mb asih berpamitan
'' oh, iya mb makasih banyak ya mb udah mau kesini nemenin aku, ya udah mb pulang aja kasian reza nanti nyariin. ''
ucap Mia
Tiba-tiba terdengar suara motor datang Mia pun keluar melihat siapa, ternyata ibu dan ayahnya sudah pulang Mia segera membuka pintu nya. mereka pun masuk.
'' dimana ahmad?''
tanya adi
'' gak tau tadi keluar, abis ngamuk mecahin gelas tadi. ''
ucap Mia datar
'' emang gak tau diri tu anak, udah biarin aja gak usah di ladenin bikin malu keluarga aja. ''
ucap adi
'' ia di biar-biarin kok ngelunjak itu anak, kaya sok bener sendiri, orang gak pernah kumpul sama orang ya kaya gitu, wawasan nya kurang. Udah lah mikirin dia gak ada habisnya, ya udah ayah mau pulang, udah ada tamu di rumah nunggu dari tadi. ''
ucap ayah berpamitan dan langsung pergi
'' mi, ibu mau pesen sama kamu, nanti kalo kamu di tanya mau mas kawin apa jawab aja cincin kaya yang kemaren, dan itu gak bisa di rubah. ''
ucap Ibu datar namun tegas
'' kenapa harus gitu bu, bukannya mahar itu semampu nya aja ya, emang kita boleh minta?''
tanya Mia
'' iya ibu tau itu, emang kamu gak ada permintaan, kok enak banget, pokoknya ibu minta sama kamu coba kamu minta itu, gimana responnya. ''
ucap Ibu kekeh
'' kalo dia gak mau nurutin?''
__ADS_1
tanya Mia ragu
'' berarti dia bukan jodoh kamu. ''
jawab ibu simpel
'' sbenernya ada apa si bu, kok ibu jadi ngomong gitu? ''
tanya Mia penasaran
Flashback on
'' assalamu'alaikum. ''
ucap ayah dan ibu setelah sampai di rumah fendy
'' waalaikumsalam. ''
jawab ibu dan bapak fendy
mereka masuk kedalam dan di persilahkan duduk di dalam terlihat sangat ramai ternyata beberapa sodara fendy sedang berkumpul.
beberapa dia antaranya ikut duduk dan bercengkrama bersama, sambil menunggu ibu fendy membuat minum.
sementara fendy di luar rumah menemui Adi dan Riyan. di dalam sudah mulai kumpul kembali, minuman sudah di hidangkan makanan kecil pun sudah tersaji,
ayah memulai pembicaraan terlebih dahulu keluarga fendy pun mendengar kan dengan baik apa maksud kedatangan dari keluarga Mia.
'' iya, pak bu, jadi maksud kedatangan kami kesini untuk menentukan hari pernikahan anak kita, yang akan di selenggarakan sekitar 1 bulan sejak hati ini, jadi bagaimana pak bu, Kira-kira setuju tidak?''
ucap ayah
'' ehem, jadi gini ya pak, maaf sebelumnya, saya tidak merasa keberatan akan hari yang sudah bapak dan ibu tentukan, namun ini kan sudah di luar perjanjian awal kita melamar putri bapak, awalnya kami meminta waktu sampai kami siap dan mampu untuk mengangkat anak kami menjadi seorang suami, tapi tidak apa-apa jika di percepat itu lebih baik kami pun menghargai nya. ''
ucap bapak fendy
ayah dan ibu Mia pun mengangguk faham,
'' ya gimana ya pak, bukannya saya memburu-buru, tapi saya melihat anak-anak itu sudah semakin dekat saja, dari pada lama-lama, lebih baik di percepat saja agar tidak terjadi fitnah, ya walaupun sudah berstatus tunangan namun pikiran orang kan tidak sama. ''
jawab ibu Mia
'' iya bu, saya faham, pikir saya ya bu yang namanya anak muda jika sperti itu sudah biasa, lagian kalo fendy ngajak keluar Mia itu paling jauh ya cuma kesini gak kemana-mana, di sini ya cuma main ngobrol bareng sama adek-adeknya. '' ucap Ibu fendy
'' iya bu, saya tahu itu. ''
jawab ibu Mia sedikit kecewa dengan tanggapan dari keluarga fendy
'' ya sudah pak bu, hari nya kami Terima, nanti kami persiapkan apa saja yang akan di butuhkan, mungkin kami tidak bisa memenuhi semua kebutuhan yang kalian minta, karna acaranya yang menurut saya sangat dadakan, tapi tidak apa-apa kami akan usahakan. ''
ucap ayah fendy
'' iya Pak, saya juga memahami nya maaf jika kami mempercepat waktu, kami fikir bapak dan ibu sudah siap kapan pun jika kami siap, maaf sebelumnya. ''
ucap ayah sedikit merasa tidak enak namun juga sedikit kecewa ayah berfikiran jika keluarga fendy seakan menyudutkan keluarga nya saat ini.
akhirnya obrolan mereka pun selesai dengan di sambut baik oleh keluarga fendy permintaan maaf pun di buka dengan pelukan hangat dari besan dan besan mereka melanjutkan dengan acara makan.
Flashback off
ibu menceritakan semua yang ia dengar saat ia berada di rumah fendy kepada Mia, Mia pun mengangguk faham.
'' itulah kenapa alasan ibu suruh kamu minta itu, kamu ngerti kan?''
tanya ibu.
'' iya bu Mia ngerti. ''
__ADS_1
jawab mia