
Mia sudah sampai rumah sang ibu kaget melihat ia pulang dengan di hantarkan oleh andi, mereka di persilahkan masuk Mia masuk dengan membawa barang blanjaan mereka, ibu menyuruh andi duduk, sementara ahmad yang sehari tadi melihat mereka berdua melihat dari kejauhan dengan tatapan tidak suka.
selama Mia masuk kedalam untuk menaruh blanjaan dan membuat minum untuk andi, ibu banyak menanyakan sesuatu kepada andi, setelah Mia datang menaruh minum itu, ibu pun ijin masuk kedalam, Mia merasa ada yang aneh, dengan raut wajah andi yang mencoba menutupi sesuatu.
'' abang, baik-baik aja kan?''
tanya Mia pelan
andi yang sedang menunduk lalu menatap mia sambil tersenyum.
'' abang, oke kok, abang minum ya. ''
jawab andi yang di angguki oleh Mia
'' abang pamit pulang ya, udah sore juga nanti kita sambung di telpon aja ya. ''
ucap andi berpamitan sambil mengusap kepala Mia, Mia pun tersenyum dan mengangguk.
*
'' Mia, kamu itu udah besar harus bisa jaga sikap dan kelakuan, siapa yang ngajarin kamu buat permainkan hati orang ha! ''
ucap ahmad dengan nada hendak marah mengagetkan Mia yang berjalan hendak mandi
'' aku gak permainkan hati dia, kami berteman baik, apa ada yang salah, apa jika seseorang yang sudah tunangan gak boleh deket dengan orang lain?''
tanya Mia dengan nada yang biasa saja
ibu mendekati mereka, takut jika akan ada kesalahan pahaman yang lebih dalam lagi. Karna ibu sangat paham jika ahmad mempunyai sifat tempramen yang bisa saja sewaktu-waktu marah tanpa sebab.
'' udah, gak usah di perpanjang Mia gak salah, biarkan saja berjalan dengan sendirinya, ibu juga udah bilang sama andi, dia paham dengan kondisi Mia sekarang. ''
ucap Ibu menenangkan ahmad dan Mia
'' iya! terus aja tu bela anak ibu yang paling di sayang, terus aja! ''
ucap ahmad dengan nada tinggi
'' kenapa sih kak, kamu gak suka! apa sih salah aku, hah! apa salah aku berteman, apa salah aku main dengan laki-laki, udah cukup ya hidup aku di atur begini, begitu, aku cuma ngejalanin apa yang buat aku nyaman, aku juga masih tau batasannya kok gak semau aku sendiri. ''
ucap Mia dengan lantangnya tanpa sadar air mata itu menetes sendiri
'' sikap kamu itu seakan kaya murahan, sini mau sana mau, kamu mau mewarisi nasib ibu. ''
ucap ahmad yang tidak sadar bahwa Kata-kata nya sangat menusuk hati dengan senyum licik nya ia bangga mengucapkan itu.
'' jaga ya mulut kamu, selama ini aku ngehargai kamu sebagai kakak ku, tapi kalo mulut kamu berucap yang gak bener, aku berhak marah, sekarang aku tanya apa kamu ada bukti perbuatan murahan aku hah! mana! buktikan. Gak usah sok suci deh jadi orang, jaga tu mulut bisa jadi itu berbalik sama kamu sendiri. ''
ucap Mia dengan menunjuk sang kakak yang ia rasa sangat berlebihan dalam berbicara
'' 1 lagi kalo kamu mau di hargai orang, jaga tu mulut. ''
ucap Mia lagi sambil berlalu pergi ke kamar mandi
ibu hanya bisa mengusap dadanya, sementara ahmad masih duduk sambil menatap dinding, dia merasa sudah salah bicara, memang benar jika sedang emosi lebih baik diam dari pada salah bicara dan akan menyesal nantinya.
Mia menangis di dalam kamar mandi, ia tidak menyangka jika kakak nya yang selama ini ia hormati dan yang begitu dekat dengan dia justru malah mengatai nya yang tidak-tidak.
'' hallo, assalamu'alaikum mas''
ucap Mia di balik telpon nya, fendy menelpon nya, Mia yang sedari tadi belum keluar kamar, sejak perdebatan nya dengan ahmad tadi Mia sangat malas bahkan perut nya yang terasa lapar pun ia biar akan, sudah hampir 3 jam ia di dalam kamar dan tidak ingin turun.
__ADS_1
'' waalaikumsalam, sayang lagi apa?''
tanya fendy
'' tiduran mas lagi gak enak badan. ''
Mia berbohong
'' kamu sakit?''
'' iya kayaknya, udah mulai sedikit kerasa soalnya. ''
ucap Mia
'' minum obat dong sayang, jangan sampai jadi, aku gak di rumah nanti gak ada yang jengukin lo. ''
ucap fendy menggoda Mia
'' hemm, doakan aja mas doa kan obat paling mujarab, apalagi dari orang yang tersayang pasti cepet sembuh nya. ''
jawab Mia fendy pun tertawa
''ada-ada aja kamu ini, eh yang udah dulu ya ini ibu ku telpon nanti di sambung lagi ya kalo kamu belum tidur. ''
'' iya mas, angkat aja dulu bye assalamu'alaikum. ''
'' waalaikumsalam. ''
*
andi duduk di depan rumah pamanya, dia menatap keatas langit menikmati pemandangan Bintang yang bersinar terang.
( ibu gak keberatan kamu deket sama Mia, tapi kamu tau kan kalo Mia itu udah nggak sendiri lagi, ibu takut Mia jadi omongan orang yang enggak-enggak nantinya, jika sering banget jalan dan main sama kamu.)
Kata-kata itu terus teringat di fikiran andi, dia sangat dilema dalam pemikiran nya, dia bingung apa yang harus ia lakukan, sedangkan yang ia jalani adalah sebuah kesalahan ya walaupun itu masih dalam kesepakatan berdua, namun Mia masih mempunyai orang tua yang harus ia hormati.
andi memikirkan nasibnya yang sudah tidak memiliki orang tua yang lengkap, walaupun keduanya masih hidup namun sudah tidak bersama, Ayah nya entah kemana sedangkan ibunya sudah berumah tangga lagi, yang ayah sambung nya tidak sayang dengan dia, andi di besarkan oleh pamannya, lebih tepatnya lagi saat ibunya sudah menemukan suami baru, andi memilih ikut dengan sang paman, karna ia rasa lebih nyaman dengan pamannya ketimbang dengan Ibu nya.
andi berkali-kali menghembuskan nafas kasar. kepala nya sangat pusing mengingat semua itu, memang benar kata orang cinta itu rumit, masih menikmati indahnya langit idin datang menghampiri andi.
'' woy, ngelamun bae! keluar yok nongki bareng batur! ''
ajak idin
'' males gua kang, di rumah ajalah. ''
jawab andi
idin pun tambah dekat dengan andi dan menempelkan telapak tangannya di jidat andi, dan menempelkan di jidatnya.
'' nggak panas, tapi kenapa rada eror ya! ''
ucap idin yang membuat andi tersenyum
'' ngapa sih lo kang, ya udah ayuk berangkat! ''
jawab andi masuk kedalam untuk mengambil jaketnya
'' gitu ngapa dari tadi, Mia aja di pikirin dalem banget, inget lu tu cuma sampingan doang, nanti kalo dia dah nikah gak guna lu! ''
ucap idin serius
__ADS_1
'' sayang boleh bego jangan! ''
ucap idin lagi.
andi hanya mendengar kan tanpa menjawab namun ia mengerti dan paham dengan ucapan andi, bahkan ia menyimpan kata-kata itu.
sampai di tempat, semua temen idin sudah ngumpul dan sebagian sudah ada yang memesan minuman, andi duduk agak jauh dari mereka, melihat ponselnya ternyata ada pesan dari mia.
( adek boleh tanya nggak bang?)
isi pesan itu, tanpa basa basi andi pun menelpon Mia
tak berapa lama Mia pun mengangkat telpon itu.
'' hallo. ''
'' kenapa dek, kangen sama abang ya? ''
tanya andi
'' ihh abang, serius tau!''
ucap Mia
andi terkekeh kecil sangat gemas dengan suara Mia.
'' iya sayang, mau tanya apa sih?''
ucap andi lembut
'' ibu tadi ngomong apa sama abang?''
tanya Mia serius, sedari tadi ia sangat penasaran dengan wajah andi yang seketika berubah saat sedang mengobrol dengan ibu nya.
'' bilang trimakasih, karena udah mau nganterin kamu pulang, trus blanjain kamu juga. ''
ucap andi sengaja berbohong karena takut Mia kepikiran dengan ucapan ibunya, karena dia tau jika yang ia lakukan itu bukan salah Mia, dia yang mau menjalani ini maka ia yang harus menanggung nya.
'' seriusan bang, ibu bilang gitu?''
tanya Mia yang belum percaya
'' iya sayang, udah gak usah di pikirin, adek belum ngantuk?''
tanya andi mengalihkan pembicaraan
'' sedikit, abang di mana?''
tanya Mia mendengar suara seseorang meneriaki andi
'' ini lagi nemenin om idin ketemu temennya, kenapa sayang?''
ucap andi
'' gak papa, tanya aja. Ya udah adek tidur dulu ya bang. ''
pamit Mia
'' iya adek, mimpi in abang ya love you. ''
'' love you to, ''
__ADS_1
balas Mia
telpon terputus Mia menonaktifkan ponsel nya, ia merasa sangat pening hari ini Mia pun memutuskan untuk tidur.