
Duduk termenung sendirian di teras rumah sang mertua, semua kegiatan rumahnya sudah selesai lebih awal, sperti sudah terbiasa, bangun pagi menyiapkan sarapan dan beberes rumah lebih awal.
Ikut mertua bukan bayangan mudah sperti yang di bicarakan banyak orang, sesayang apapun mereka kita tetap harus menampilkan peforma yang baik, terlebih dalam urusan rumah. Memasak menyediakan sarapan dan memberi perhatian kecil untuk keluarga itu.
lelah termenung akhirnya Mia masuk kedalam rumah dan pergi kekamar, sperti biasa kedua orang tua nya sudah pergi ke ladang untuk bercocok tanam, begitupun adik-adiknya yang masih bersekolah. sepi sunyi bingung rasanya.
di temani ponselnya ia ingin sekali menghubungi suaminya untuk sekedar bertanya, bagaimana kerjanya, ya sudah aku hanya rindu. Namun tidak ia lakukan mengingat semalam ia dan suaminya sedang salah paham. Tiba-tiba teringat dengan Andi, laki-laki yang sempat mengisi hati nya saat ia akan menikah.
dengan lihai Mia mengetik kan 12 digit angka ke dalam ponselnya dan mengirimkan pesan kepada Andi. Masih sangat jelas teringat nomor ponselnya itu, bahkan ia masih ingat pesan yang di sampaikan Andi untuk nya.
tidak lama setelah nya balasan itu masuk, membuat Mia tersenyum kecil, sungguh ini yang membuat aku nyaman, sungguh ini yang membuat ku tenang. Kenapa ini harus terjadi padaku, setelah semuanya sudah terlanjur justru hatiku sperti tidak mau untuk meneruskan nya.
Jika memang godaan mengapa begitu beratnya. Sifatku yang ingin penuh di manja dan di sayang justru di banting habis-habisan dengan keadaan dan pasangan yang tidak terlalu paham dengan diriku.
menetes lagi air mata itu, luruh turun bulir bening yang pernah ia keluarkan karna sakitnya di marahi sang mama, namun sekarang ia merasakan lagi karna di abaikan oleh suaminya sendiri. Bahkan seorang laki-laki yang ia cinta dan pilihannya sendiri.
Masih dalam deraian air mata tiba-tiba saja ponselnya berbunyi, dan tanpa ia percaya Fendy menghubungi nya, Mia pun mengangkatnya menerima panggilan itu, mengusap semua air mata dan menghilang kan ingus yang ada di hidungnya.
'' Hallo, ''
ucap Fendy
'' iya Mas, kenapa? ''
tanya Mia
'' gak papa pengen nelpon aja, kenapa, gak boleh? '' tanya Fendy sperti ingin memancing keributan kembali
'' Aku gak ngomong gitu, apa nanya gak boleh? '' tanya Mia balik
'' Boleh, udah sarapan belum? ''
'' Udah tadi, emang kamu gak sibuk Mas, kok bisa telfon? '' tanya Mia
'' ini masih nunggu mobilnya penuh dulu, Ya udah kalo gitu aku mau jalan dulu. '' ucap Fendy
__ADS_1
'' oh, iya Mas. '' jawab Mia
aneh dan tidak masuk di nalar nya, semalam ia marah dan sekarang dia berubah sikap, sungguh permainan apa ini, apa memang sperti ini kehidupan berumah tangga, Mia menghembuskan nafasnya kasar, setelah membalas pesan Andi dan berpamitan kepada nya, Mia pun melanjutkan melihat beranda di sosmednya.
***
setelah telpon nya dengan sang istri terputus Fendy melanjutkan nya lagi dengan santi teman lama nya yang sempat akan menghancurkan hubungan nya dengan Mia.
berbincang-bincang, penuh canda sungguh sangat berbeda saat ia mengobrol dengan Mia istrinya.
'' Katanya kamu udah nikah say? '' tanya santi di balik telpon nya
'' Iya, kamu kapan nyusul? '' tanya Fendy balik
'' Hmmm, ntah kapan, belum ada niat. ''
( kalo bisa aku pingin nunggu kamu cerai sama istrimu ) batin santi
'' nggak usah kelamaan, cepet cari orang yang pas, menikah gak Semenyeramkan kata orang kok, cuma butuh mental yang kuat aja ha ha ha '' ucap Fendy dengan tawanya
'' Ah masak, kamu gak ada mental? Ayam pun gak percaya say Ha ha ha '' goda Fendy
'' terserah lah. '' jawab santi kesal '' sekarang kamu dimana? '' tanya nya mengalihkan pembicaraan
'' cari nafkah. Kamu sendiri? '' tanya Fendy balik
'' Hmm, lagi rebahan, mau ngapa-ngapain mager. '' jawab santi malas
'' pantes tu badan subur, taunya kamu jarang gerak, ya udah kalo gitu aku mau lanjut kerja lagi. '' ucap Fendy
'' iihh, gak jelas emang. Ya udah sono, '' jawab santi lalu mematikan ponsel dan melemparkan nya secara asal
'' Tau gitu gak usah aku angkat, kupikir dia mau cerita kalo mau pisah ternyata malah pamer bagaia, anjir emang tu orang! '' sarkas santi
***
__ADS_1
waktu sudah sore Fendy pulang lebih awal, Mia yang masih menyapu halaman melihat suaminya sudah pulang pun merasa sangat senang, ada senyum yang merekah di wajahnya.
Namun belum sempat Mia menemui Fendy, justru Fendy sudah pergi lagi, dengan reflek Mia pun bertanya, '' Mau kemana? ''
'' Main volly '' jawab Fendy singkat sambil melajukan motornya
Mia melanjutkan menyapu sambil berfikir baru pulang kerja udah pergi lagi bahkan aku aja belum menyalami nya belum mempersiapkan mandinya, sudah pergi lagi, padahal ini sudah sore, sepulang kerja pasti capek. Tapi kenapa kok malah pergi main, kali aku ngomong sudah pasti dia bakal marah tapi kalo aku diam dia gak akan ngerti, kayaknya aku harus ngomong sama dia nanti.
sampai hampir magrib belum juga pulang, Mia sudah berasa di kamar nya untuk bersiap sholat magrib, namun juga belum terdengar Fendy pulang, akhirnya Mia pun menunaikan sholat itu sendiri an. Namun saat Mia sholat tiba-tiba Fendy masuk kedalam kamar untuk mengambil handuk karna akan mandi, sperti kerasa namun Mia masih tetap khusyuk menikah sholat itu.
setelah selesai sholat Mia menyiapkan baju untuk di pakai oleh suaminya itu, setelah nya Mia menunggu Fendy, ia duduk di tepi ranjang tidurnya, sambil menunggu Fendy selesai mandi. Dan tiba-tiba Fendy masuk dengan handuk yang masih melingkar di pinggangnya.
'' kok pulangnya sampai magrib Mas? '' tanya Mia di sela-sela Fendy yang sedang memakai baju
'' udah biasa, kamu aja yang belum biasa. '' jawab Fendy dengan enteng nya
'' oh. '' jawab Mia singkat jika di terus kan sudah pasti mereka akan bertengkar lagi
'' masak apa kamu? aku laper mau makan. '' tanya Fendy yang masih menyisir rambutnya
'' ikan nila di santen pedes sama rendang jengkol. ''jawab Mia
Fendy pun duduk di sebelah Mia '' ya udah ayo kalo mau makan, aku temenin. '' ajak Mia
namun saat Mia akan bisa beranjak pergi Fendy menarik tangan nya '' kamu gak kangen to sama aku. '' tanya Fendy sambil memeluk Mia dari belakang yang posisinya sedang duduk di pangkuan Fendy
memghirup aroma badan dari sang istri membuat nya tenang, dan nyaman.
'' kangen, tapi kamu yang sibuk. '' ucap Mia sambil memegangi tangan Fendy seakan tidak ingin pelukan itu di lepas
hangat dan nyaman, ini yang aku harapkan di saat kamu pulang kerja dan di saat ada waktu luang, dekapan ini dan pelukan ini membuat aku nyaman. batin Mia
'' aku kan kerja sayang, ya udah ntar malam khusus buat kamu ya emuuaah '' ucap Fendy dan mengecup pipi Mia dari arah belakang
seketika wajah Mia berubah berbinar, sperti habis mendung munculah pelangi, sungguh rasa yang masih labil, begitu cepat berubah-ubah.
__ADS_1