Perjalanan Hidup Seorang Dara

Perjalanan Hidup Seorang Dara
bab 70 mahar


__ADS_3

sehari setelah pertemuan nya dengan andi, Mia sudah bersikap biasa kembali dengan fendy, ia merasa memang ini sudah saatnya dia menentukan arah yang harus ia tuju, menerimanya memang sulit tapi jika menjalani nya dengan keikhlasan pasti akan lebih baik. Malam itu mereka sudah janjian untuk mencari mahar yang Mia pinta.


fendy menurutinya walaupun banyak yang berkomentar tak senang, namun demi apapun, kasih sayang nya sangat besar untuk Mia. Mia izin untuk tidak masuk kerja, ibu nya pun di hantar kan oleh adi, Mia sudah bersiap dan menunggu kedatangan fendy.


jarak beberapa menit fendy sudah tiba, menggunakan motor nya, ia masuk kedalam rumah berniat akan menemui kakak Mia, namun mereka tidak ada di rumah hanya ada nenek Mia yang sekarang sedang menemani Mia duduk di kursi tamu, penglihatan nya sudah sangat kabur karna memang usian nya yang sudah lanjut. Fendy menghampiri nenek, menayakan bagaimana kabar dan kondisi nya saat ini, jawab an yang keluar dari mulut nenek itu sangat menggembirakan, ia sangat senang saat fendy menghampiri nya, dan mengajak nya mengobrol.


dirasa waktu yang sudah mulai siang, akhirnya fendy berpamitan kepada nenek, walaupun kelihatan nya sang nenek masih ingin ngobrol namun ia mengijinkan mereka pergi karena alasan yang sudah mereka ucap kan.


di jalan mereka saling diam semenjak keributan kemaren, Mia malas untuk membuka ucapan terlebih dahulu, tidak seperti biasanya yang selalu cerewet dan ceria, fendy merasakan ada yang beda dengan Mia namun ia enggan menanyakan itu, ia biarkan saja seiring berjalannya waktu pasti akan sperti biasa kembali.


'' kita mau cari dimana?''


tanya fendy membuka percakapan


'' di toko lah, masa di warung? Mas ni gimana to?''


ucap Mia


'' iya, tau di toko, maksudnya di mana tempat nya sayang. ''


ucap fendy menjelaskan


'' ikut kamu aja, yang penting bisa dapet yang kita cari. ''


ucap Mia


'' ya sudah kalo begitu.''


jawab fendy


mereka melanjutkan perjalanan nya, sampai di pasar mereka turun dan langsung menuju toko mas, permintaan Mia yang di harapkan tidak ada, stok emas yang beratnya sama dengan yang ia minta sedang kosong, akhirnya merekam memutuskan untuk berpindah tempat. Di tempat kedua Mia mendapatkan dengan berat yang ia harapkan namun model nya ia tidak suka karna ia tidak enak hati dengan fendy akhirnya ia pun memilih itu, walaupun hati nya tidak suka.

__ADS_1


fendy mengeluarkan dompetnya dan menghitung beberapa uang lembaran warna merah dan biru, setelah selesai membeli mahar itu mereka masuk kedalam toko yang lain untuk membeli baju yang akan di berikan kepada ketiga kakak nya nanti. Dalam tradisi orang Jawa jika seorang adik menikah terlebih dahulu dari sang kakak maka adik nya tersebut harus membeli kan pelangkah agar jodoh sang kakak kelak akan mudah.


jika bicara mitos, memang sebagian orang sudah tidak menggunakan itu, namun tidak dengan keluarga Mia dan fendy yang masih menggunakan tradisi itu, mereka berdua memilah memilih, baju untuk ketiga kakak nya itu, Mia seorang wanita dan ia juga bekerja di bagian perkainan dan baju-baju yang sangat bagus, paham sekali ketimbang fendy yang tidak pernah mengenali hal tersebut.


'' kalo boleh kurang, saya ambil 3 pcs lo mb, kan lumayan kan?''


rayu Mia kepada pedagang itu


'' untung ku nipis banget lo mb, serius. ''. jawab mba-mba pedagang itu dengan wajah yang sudah lelah.


'' ayolah mb, turunin 10 rb aja gitu lo, biar aku bisa beli hehe'' ucap Mia yang masih merayu mba-mba yang sedari tadi agar mengurangi harga dari ketiga pasang baju dan celana itu.


akhirnya dengan beberapa jurus yang Mia punya pedagang itu pun mengalah dan memberikan harga yang Mia mau, fendy pun membayar itu semua lalu beralih pergi mencari tempat makan karena dirasa perut mereka yang sudah mulai kenyang.


*


'' Mia kemana? kok udah siang gini belum pulang juga! '' tanya ahmad yang sudah hendak marah


'' ya gitu! Ibu itu selalu saja memberi kebebasan sama Mia. Boleh keluar tapi pakai waktu, ini udah berangkat dari pagi sampai sekarang belum pulang juga, cari kepentingan apa cari-cari kesempatan! ''


ucap ahmad yang sudah memerah wajahnya


belum selesai perdebatan mereka ayah datang membawa seseorang, orang yang di percaya untuk membuat kartu undangan, tamu itu di persilahkan masuk dan duduk di kursi tamu namun ahmad masih stay di ruang TV yang berada tidak jauh dari ruang tamu.


''di telpon juga gak mau angkat. Brengsek! '' umpat ahmad dengan nada yang sangat kencang


ayah dan ibu kaget begitupun tamu yang baru saja masuk kedalam rumah, orang itu langsung permisi keluar karna ia merasa sedang ada masalah keluarga, ibu dan ayah pun mengangguk dan meminta maaf meminta orang itu agar menunggu di samping rumah nya.


ayah dan ibu menghampiri ahmad yang sekarang sudah seperti orang kesetanan.


'' kamu apa-apaan sih mad? Kita itu masih kedatangan tamu harusnya di jamu dengan baik bukan malah kaya gini. ''

__ADS_1


ucap ayah pelan, menasehati ahmad.


'' kalo Mia sebentar lagi gak pulang, aku yang pergi dari rumah! ''


ucap ahmad sambil mengepalkan tangannya


'' Mia? dimana mia?''


tanya ayah yang tidak tahu Mia pergi kemana


'' pergi sama fendy, katanya mau cari barang buat mas kawin nanti. ''


ucap Ibu dengan nada biasa namun sedikit takut


'' orang pergi sama calon suami nya, kok kamu marah-marah. Salah nya dimana? Sadar mad, Mia itu bukan anak kecil lagi, kalo kamu memang sayang gak begitu caranya. ''


ucap ayah dengan nada yang pelan berharap ahmad paham dan mengerti


ahmad langsung berdiri dan menatap kearah ibunya yang sedang duduk di kursi itu. Dengan jari telunjuk yang menunjuk ke arah ibu nya


'' ini semua gara-gara ibu, kalo ibu gak gila mantu, ini semua gak bakalan terjadi! '' ucap ahmad kasar


'' siapa yang gila mantu! saya gak sperti itu! saya cuma mau yang terbaik buat anak saya, kalo kamu gak suka ya sudah, terserah, saya gak perduli. ''


ucap ibu menahan tangis nya sejujurnya hati nya sangat sakit saat ahmad menunjuk nya namun ia tahan karna jika ia membalas pasti akan terjadi keributan besar.


namun tiba-tiba ahmad mengambil meja dan hendak dilemparkan ke arah ibunya, ibu histeris teriak sementara ayah langsung menahan meja itu, tanpa sengaja tangan ayah mengenai hidung ahmad sehingga hidung itu mengeluarkan banyak darah, ahmad menunduk dan membanting meja itu sangat keras, hingga meja itu menjadi terbelah dua.


ayah merasa bersalah namun jika tidak ia lakukan penangkisan tadi sudah pasti ibu masuk rumah sakit, karna tertimpa meja kayu yang sangat berat itu. Ahmad berlari ke belakang membersihkan dirinya dan memasuki kamar mengambil semua bajunya, ia masukan kedalam rangsel, dan berlalu pergi melewati ayah dan ibunya. Adi yang baru pulang dari tambak merasa bingung dengan keadaan rumah yang sedikit ramai namun tidak ada yang berani masuk kedalam.


semua orang hanya bisa melihat kepergian ahmad tanpa ada yang mencegahnya, karna memang ialah yang salah. Suasana menjadi hening tak ada yang bersuara karna kejadian tadi.

__ADS_1


__ADS_2