Perjalanan Hidup Seorang Dara

Perjalanan Hidup Seorang Dara
bab 51 sabu


__ADS_3

pagi hari Mia terbangun mendengar suara adzan subuh berkumandang, ia membuka matanya, sangat berat dan rasanya tidak ingin bangun, melihat ponsel yang ia sanding ternyata sudah jam 5, Mia menurunkan kakinya dan duduk sejenak, menunduk mengingat fendy dan andi yang sperti kunang-kunang selalu terbang di Kepala nya.


namun ingatan itu pudar karna kata-kata koko yang masih jelas terngiang di telinganya, Mia mengambil handuk yang tergantung di belakang pintu kamarnya, ia keluar dan menuju kamar mandi, di lihatnya sang ibu sudah berada di dapur sedang mengerjakan aktifitas harian nya.


Mia baru saja keluar kamar mandi, wajahnya terlihat sangat segar, ia sudah terbiasa mandi di waktu subuh sehingga dinginnya air pun seperti sudah biasa, ia bersiap untuk pergi bekerja, hari ini tepat 1 bulan ia bekerja ia melihat kalender di ponselnya dan tersenyum sangat bahagia, hari ini ia sangat bersemangat.


'' biar aku yang mengeluarkan semua bu, ibu siap-siap aja, aku tunggu di depan. ''


ucap Mia sambil menenteng banyak nya barang bawaan yang setiap hari ia bawa.


ibu sudah siap, dan mereka pun pergi ke pasar, di jalan Mia berfikiran jika ia akan memberi tahu pada fendy tentang ucapan koko yang tidak pantas untuk dirinya, Mia masih tidak percaya jika teman yang sekaligus sahabat calon suaminya itu, bisa bicara sekotor itu.


sampai di pasar, Mia membantu ibunya sebentar mengantar kopi langganan ibu sambil ia berangkat kerja itu sudah rutinitas yang biasa Mia lakukan, sampai di toko Mia bergegas membuka toko dengan sangat lihai dan cekatan membersihkan seluruh kotoran dan menata patung-patung baju yang berjejer, menggantikan baju yang lama dengan yang baru.


setelah selesai Mia sangat lumayan lelah, Mia pun duduk melonjorkan kakinya dan menghidupkan kipas angin yang ada di dalam toko itu, baru saja Mia hendak membuka ponselnya ternya sudah ada panggilan masuk dari fendy.


batin Mia kebetulan sekali dia telpon aku sudah tidak sabar untuk memberi tahu kelakuan teman nya itu yang sangat tidak sopan.


'' hallo assalamu'alaikum mas. ''


ucap Mia


'' waalaikumsalam sayang, selamat pagi! apakah cuaca hari ini cerah?''


ucap fendy antusias


'' hemm! tapi tidak secerah hatiku! ''


ucap Mia tegas


'' sabar ya sayang, mungkin sekitar 1 bulan lagi aku pulang. ''


ucao fendy yang mengira jika Mia merindukan dia


'' bukan itu mas. ''


Mia menjawab sambil membuang nafas kasar


'' terus... ?''


tanya fendy penasaran


'' ada sesuatu yang mau aku omongin sama kamu! dan ini penting! ''


ucap Mia dengan suara sedikit bergetar karna mengingat ucapan koko


'' apa itu sayang?''


tanya fendy yang sangat penasaran


'' kamu tau mas, koko itu udah kurang ajar tau nggak sama aku! dia berani ngomong gak sopan sama aku!.


Mia memberhentikan ucapan nya sebentar karna fendy menyauti ucapan Mia


'' tungu-tunggu, gak mungkin sayang sebangsat-bangsat nya dia gak mungkin deh dia berani ngomong kayak gitu sama perempuan, kecuali dalam keadaan gak sadar. ''


ucap fendy yang masih tidak percaya

__ADS_1


'' maksud kamu, dia mabok gitu! ''


tanya Mia sambil mengingat waktu koko menelponnya sudah hampir dini hari


'' iya sayang, emang dia ngomong apa sih, kok kamu sampe semarah itu. ''


tanya fendy penasaran


'' mau dia mabok atau tidak itu tetep aja gak pantes tau mas! kamu mau denger biar kamu percaya sama aku! ''


ucap Mia sedikit kecewa dengan fendy yang seakan membela koko


'' iya sayang aku percaya sama kamu, iya deh nanti aku coba ngomong sama koko ya, udah kamu gak usah marah nanti ilang lo manis nya. ''


rayu fendy agar Mia sedikit melupakan masalahnya


'' biarin! tuh udah aku kirim rekaman suara koko semalem biar kamu denger sendiri! ''


Mia masih menahan marah nya


'' kamu rekam sayang? iya, nanti aku dengerin, udah bahas yang lain aja ya, aku tu kangen tau sama kamu, kok malah di marah-marahin. ''


'' salah sendiri punya temen mulutnya gak bisa di jaga, siapa coba yang gak kesel terus marah. ''


ucap Mia setengah berteriak namun tiba-tiba mb ema datang mengagetkan Mia.


'' marah kenapa mi?''.tanya mb ema sambil melangkah masuk dan menaruh paper bag di lantai


'' gak papa mb, ini masih ngobrol di telpon. ''


jawab Mia


ucap Mia yang membuat fendy sedikit kecewa namun fendy mengerti dengan posisi Mia sekarang.


'' iya... ''


jawab fendy singkat dan mematikan ponselnya.


fendy melihat pesan suara kiriman dari Mia, fendy dengan amarah yang tertahan mendengar ucapan koko yang bener kata Mia jika mulutnya memang sangat kurang ajar. Fendy mengambil nafas sedikit kasar, ada rasa marah yang lumayan besar dengan koko karena dia sudah mempermalukan pertemanan mereka.


fendy ingin menghubungi koko, namun mobil yang sudah di isi penuh harus segera di bawa ke pabrik untuk bongkar, agar mobil lain bisa bergantian mengisi barang. Fendy melajukan kendaraan nya menuju pabrik yang tidak jauh dari tempat pengisian barang.


fendy turun namun keadaan masih sangat padat masih banyak mobil yang belum bongkar, karna ada kendala dalam mesin pabrik sehingga antrian pun terlihat mengular, fendy masih di dalam mobilnya terasa panas dan sesak di dalam mobil ia pun turun, dan mencari tempat untuk berteduh dari panas nya sinar matahari.


fendy menelpon koko, namun tidak di angkat-angkat hingga panggilan ke 7 nya akhirnya ada sumber suara yang tidak ia kenal menjawab telpon nya.


'' hallo, mas maaf saya lancang sudah mengangkat telpon nya, habisnya ini koko susah untuk di bangunin mas dari semalam dia nggak pulang karna banyak minum, jadi dia semalam pingsan dan saya bawa ke warung saya mas, ini masih belum bangun. ''


ucap pemilik warung itu


'' oh, iya Pak trimakasih sudah mau membantu teman saya, jika kiranya dia mengganggu nanti saya akan telpon kan teman saya untuk menjemputnya. ''


ucap fendy, sambil berfikir benar kataku anak ini sudah banyak minum hingga gak sadar berucap yang tidak pantas.


'' iya mas, sebaiknya sperti itu kamu telpon kan teman mu ya, soalnya saya juga mau ada perlu dengan keluarga saya, jadi warung mau saya tutup. ''


ucap pedagang itu lagi

__ADS_1


'' baik Pak, tunggu sebentar ya kurang lebih 30 menitan ya pak, nanti saya kabari bapak lagi, tolong jangan di taroh dulu ya ponselnya. ''


ucap fendy


'' oh, iya mas baik. ''


ucap pemilik warung itu merasa sangat lega.


fendy pun menghubungi beberapa temenya agar menjemput koko di warung orang itu, yang di yakini fendy dia sudah pindah tempat tongkrongan bukan di tempat biasanya ia nongkrong bareng. akhirnya dari beberapa temenya miko bisa menjemput koko, fendy pun mengarahkan miko.


'' mik, kayaknya si koko pindah tempat deh! ''


ucap fendy


'' iya gue udah tau, kemaren dia ngajakin gue tapi gue gak bisa karna pacar gue ngajak ketemuan, ya udah fen thankyou ya, gue otw sekarang. ''


ucap miko yang di jawab iya oleh fendy dan lalu mematikan telpon nya.


fendy pun mengubungi pemilik warung itu jika sebentar lagi akan ada yang menjemput koko, si pemilik warung pun bersukur sekali, jika tidak ada yang menjemput koko, positif hari ini acaranya akan gagal semua.


fendy masih merasa tidak percaya dengan koko, namun dia memaklumi nya, untuk saat ini fendy mengurungkan niatnya untuk mengintrogasi koko, karna kondisi nya yang belum bisa di ajak bicara, untuk menghilangkan jenuhnya karna Mia masih sibuk kerja fendy menghampiri Teman-teman yang masih menunggu nomor antrian.


*


hari ini jualan Mia lumayan sepi, Mia pun menghabiskan waktunya hanya untuk bermain ponsel dan sedikit ngobrol dengan bosnya, tertawa bercanda bersama, Mia merasa ada yang kurang di hari ini tapi apa, dia bertanya pada dirinya sendiri, sampai dia sadar jika yasin tidak menghantar kanya sabu untuk hari ini.


Mia pun mencoba menghubungi yasin dengan mengirimkan pesan ke nomor yasin.


'' assalamu'alaikum, mas apa kabar?''


tanya Mia basa basi.


jarak beberapa menit yasin membalas pesan itu.


'' waalaikumsalam, alhamdulillah baik. ''


jawaban yang sangat singkat dan Mia pun bingung untuk memulai pertanyaan apa, jika dia menanyakan tentang sabu yang biasa ia kirimkan tiap pagi, sudah jelas tidak mungkin pasti akan sangat malu, Mia pun membiarkan pesan itu tanpa membalasnya.


namun terdengar ada pesan masuk lagi, tapi Mia belum membuka nya karna ada pembeli yang datang, lumayan lama Mia melayani pembeli itu yang sangat bawel sekali, Mia sampe jengkel karna begitu banyak barang yang di buka dan di pilih namun pilihannya di jatuhkan dengan yang pertama ia lihat, namun Mia tetap sabar melayani nya, sampai pada akhirnya Mia mendapatkan pujian dari sang pembeli itu.


'' mbak nya sabar banget deh, makasih ya mbak, seneng deh belanja di sini. ''


ucap pembeli itu sambil berlalu pergi


Mia pun membalas dengan senyuman manis namun terpaksa.


'' hufft, ada ya mb orang yang sebawel itu?''


tanya Mia sama bosnya yang di jawab dengan tertawa, Mia yang mendengarkan pun ikut tertawa


setelah selesai Mia membuka pesan yang tadi masuk.


'' maaf, mas yasin gak bisa bawain bubur dulu, karna mas yasin gak ke pasar hari ini lagi gak enak badan. ''


tulis yasin


Mia pun melongo sambil memegangi mulutnya tak percaya, namun mencoba mencernanya.

__ADS_1


'' iya mas, gak papa kok aku cuma pingin tau kabar mas aja, udah minum obat belum mas?''


tanya Mia yang bingung hendak menulis apa.


__ADS_2