
hari ini pas kejadian ada salah seorang pemilik mesin tambang terkena operasi petugas, bukan hanya alat kerjanya yang di sita tapi para pekerja nya pun ikut di bawa ke kantor untuk di mintai keterangan.
di situ ada ahmad adi dan banyak kawan-kawan nya yang ikut menyaksikan, seolah menjadi penonton tanpa merasa jika mereka pun melakoni itu juga, akhirnya mereka mengurungkan niat untuk bekerja, semua pulang dengan banyak beban fikiran.
di jalan arah pulang adi dan ahmad mengobrol.
'' kalo terus begini, mau jadi apa di? kita di sini merantau untuk cari hasil, awalnya di beri tahu jika di sini resmi ternyata hanya surat ijin kelicikan saja. ''
ucao ahmad
'' iya kak, saya juga sedikit kecewa sebenernya tapi mau apa lagi, pulang kampung pun butuh uang yang banyak, aku udah gak ada tabungan kak, semua uang ku sudah ku kirim kan ke ibu. ''
ucap adi
ahmad pun diam dia belum menghitung hasil kerjannya ahmad pun berniat sesampainya di rumah ia langsung melihat isi dari tabungan nya itu.
'' kak aku mau main ke tempat pak sardi dulu, kakak pulang duluan aja. ''
ucap adi
adi berpisah jalan dengan ahmad, ahmad pun mengangguk tanpa menjawab. Pak sardi adalah salah satu orang yang terkenal di desa itu, karna kemampuan nya dalam pertukangan, dan perbengkelan, adi sudah sangat dekat dengan pak sardi karna sering membawa mesin kerjanya ke tempat itu.
pak sardi pun sangat menyukai sikap dan prilaku adi yang bukan hanya sopan namun juga baik, bahkan pak sardi berniat ingin menjodohkan anak gadisnya dengan adi, namun ternyata anak pak sardi menyukai ahmad kakak adi.
perbedaan ahmad dan adi hanya 1 yaitu warna kulit, kulit ahmad terlihat bersih dan putih, walaupun setiap hari bekerja di bawah matahari namun tetep saja terlihat bersih, sedangkan adi lebih terlihat gelap namun mereka tetep terlihat karismatik dan tampan.
mendengar cerita pak sardi tempo lalu soal anak nya yang lebih memilih ahmad timbang dirinya pun merasa tidak masalah karna memang tujuannya kesini bukan untuk cari jodoh tapi mencari rejeki dan pengalaman.
'' assalamu'alaikum pak. ''
ucap adi sambil melambaikan tangannya
di situ ada pak sardi dan keluarga nya, ada juga putri pak sardi, melihat kedatangan adi pak sardi langsung sumringah sedang kan anak pak sardi celingak celinguk mencari ahmad, yang memang biasanya suka main bersama.
'' waalaikumsalam sini di ngopi! ''
jawab pak sardi
'' kamu kenapa Yun, nyariin ahmad?''
tanya adi yang sudah paham jika yuna naksir dengan ahmad
'' nggak kok. ''
jawab yuna salting
'' orang nya balik duluan paling bentar lagi pulkam. ''
ucap adi yang membuat kaget semua orang di situ.
'' kenapa, kok pulang di?''
tanya pak sardi
sementara yang lain hanya mendengar kan dan melihat ke arah adi.
'' itu pak, kan tadi pagi baru aja ada operasi pertambangan, biasanya pihak atasan kan ada yang ngabarin kalo ada oprasi nah ini nggak, dan ternyata kali ini langsung turun dari pusat, jadi gak ada yang berkutik, semuanya di angkut ke dalam mobil gak ada yang ketinggalan. ''
'' astaghfirullah, terus nasib kelompok kamu gimana di?''
tanya pak sardi
'' untuk sementara istirahat dulu pak, cari kerjaan lain dulu lah biar keadaan nya lebih tenang lagi, nanti baru turun. ''
jawab adi
istri pak sardi keluar membawakan satu gelas kopi dan kue di piring untuk adi.
'' kopinya di minum di mumpung masih panas, biar hangat perut nya. ''
ucap istri pak sardi.
'' iya bu, trimakasih. ''
adi pun menyeruput kopinya
'' kerja sama bapak aja di, mau nggak?''
tawar pak sardi
__ADS_1
'' wah! kerja apa nih pak? ''
ucap adi sumringah
'' ya di mebel ini, sama di bengkel, yang ada aja di. ''
'' tapi saya masih belum bisa pak, gimana?''
ucap adi ragu
'' nanti belajar sama bapak, gak usah ragu, besok datang pagi ya, bapak ada tugas buat pintu sama jendela, nanti kamu liatin sama di perhatikan dan juga bantu-bantu biar cepet bisa. ''
ucap pak sardi.
'' iya pak insyaallah. ''
jawab adi yang sedang memikirkan jawabannya.
mereka pun lanjut mengobrol.
*
ahmad masuk ke kamar yang di sediakan bos tambang nya, di kamar itu hanya ada dia dan adi jadi jika dia menyimpan apapun sudah pasti aman karena tidak ada yang berani masuk kedalam nya kecuali mereka.
ahmad mengambil 1 celana panjang levis nya yang suda lama ia tidak pakai, karna cuaca di sana sangat panas, jadi ia sering mengenakan celana pendek.
ahmad merogoh ke empat saku di celana itu.
mengambil lembaran demi lembaran uang ratusan ribu dari dalam saku nya, ahmad mulai menghitung uang nya itu.
berbeda dengan adi, uang ahmad lebih banyak karna ahmad menyimpan nya tanpa pernah mengirim ke ibunya.
sedangkan adi lebih sering di kirimkan ke ibunya, adi hanya menyisahkan sedikit untuk pegangan ia di sana,
ahmad selesai menghitung uang itu ternyata tabungan nya selama ini lumayan banyak.
hampir 10 juta, ahmad berfikir jika adi mau ikut pulang uangnya jelas cukup untuk ongkos 2 orang, ahmad berniat memberi tahu adi jika adi sudah pulang nanti.
tiba-tiba terdengar suara adi dari luar rumah, ahmad pun segera memanggilnya, adi yang mendengar itu pun langsung masuk kedalam kamar menghampiri ahmad.
'' kenapa kak?''
'' ini tabungan ku, besok atau lusa kakak mau pulang aja di, di sini udah gak aman mau kerja itu lagi. Kamu mau ikut pulang nggak?. ''
'' aku di sini aja dulu kak, sampai aku ada uang buat pegangan di rumah nanti, kakak kalo mau pulang duluan gak papa, aku udah dapat kerjaan baru juga di sini. ''
ucap adi.
sebenarnya adi pingin pulang bareng, tapi mengingat sifat ahmad yang lumayan perhitungan adi pun mengurungkan niatnya, adi memilih mencari uang dulu.
'' beneran kamu gak mau pulang bareng, emang kamu mau kerja apa di sini?''
tanya ahmad sedikit kecewa mendengar jawaban adi
'' ikut pak sardi, di mebel nya sama di bengkel nya, lumayan lah buat nambah pengalaman. ''
'' oh, ya udah kalo gitu kakak mau Siap-siap dulu biar besok tinggal berangkat, oh iya di jangan kasih tau ibu atau mia ya kalo kakak mau pulang. ''
ucap ahmad yang berniat memberi kejutan kepada ibu dan adiknya
'' iya kak. ''
jawab adi sambil pergi keluar kamar.
*
pagi hari, ahmad sudah berpamitan kepada pemilik rumah dan seluruh teman kerjanya, adi sudah bersiap untuk mengantarkan kakaknya ke bandara.
ahmad memilih jalur udara yang di rasa lebih cepat dari pada jalur darat dan laut yang lebih memakan banyak waktu, dan juga karna melihat isi tabungan nya yang memungkinkan juga.
lumayan jauh perjalanan mereka, akhirnya sampai di bandara adi memeluk ahmad tanda perpisahan mereka dan melambaikan tangan.
ahmad menunggu waktu penerbangan yang di jadwalkan jam 3 sore, karna pesawat keberangkatan arah jakarta sudah berangkat 1 jam yang lalu, akhirnya ahmad pun menunggu.
*
adi baru saja sampai, dan langsung kerumah pak sardi.
'' assalamualaikum pak, maaf kesiangan ini. ''
__ADS_1
ucao adi memikirkan motornya sambil tertawa kecil
'' Walaikumsalam di, dari mana emangnya?''
tanya pak sardi yang masih memegang alat kerjanya.
'' nganterin kak ahmad pak, ke bandara pulang hari ini dia. ''
jawab adi
'' jadi pulang ternyata, bagus lah di biar kamu gak kepikiran terus haha. ''
ucap pak sardi yang sudah paham akan watak ahmad di sana.
'' iya pak. ''
adi pun segera membantu pak sardi sebisa nya dia, sambil sesekali memperhatikan dan bertanya apa yang belum ia tahu.
*
waktu sudah pukul 3 sore penerbangan pun sudah di berangkat kan ahmad sudah mengambil posisi duduk di samping jendela.
perjalanan sekitar 2 jam dari kalimantan ke Jakarta, sampai jakarta ahmad mencari angkutan untuk menuju merak,
lumayan lama ahmad muter-muter karna banyak calo yang hendak memanfaatkannya.
beruntung ahmad bertemu orang baik yang mau membantu nya tanpa perantara di antarkan lah du di salah satu mobil arah merak dengan harga yang normal.
pukul 7 malam ia sudah membeli tiket kapal Fery, dan masuk ke dalam kapal itu, menunggu kapal itu penuh dan jalan ke arah bakauheni.
pukul 7:30 kapal pun berangkat.
pukul 9 kapal baru menyandar di pelabuhan Bakauheni, semua penumpang turun, ahmad pun turun untuk mencari angkutan umum lagi, ternyata di waktu malam sangt susah untuk mencari angkutan.
ahmad pun bingung mondar mandir, dan duduk di pinggiran jalan, akhirnya dia memutuskan untuk kewarung yang tidak jauh dari pelabuhan itu. Ahmad pesan makanan dan istirahat sejenak sambil tanya-tanya kendaraan arah lampung timur.
'' mas, mau ke arah lampung timur?''
tanya penjaga warung itu
'' iya buk. ''
'' saya telfon travel langganan saya mau nggak?''
tanya penjaga itu lagi
ahmad terdiam sejenak dan mengiyakan tawaran itu.
'' iya buk saya mau. ''
akhirnya ahmad pun menunggu travel itu datang, pukul 11 ahmad berangkat di tengah jalan mobil yang di tumpangi nya pun mengalami pecah ban, dan harus menunggu di ganti.
setelah melewati berbagai haluan akhirnya ahmad tiba di depan rumahnya, di pandangi nya rumah yang masih sepi karena belum ada yang bangun di lihat nya masih pukul 3:45 sudah hampir subuh ahmad pun segera ke arah jendela kamar ibunya untuk membangun kan nya.
'' ibu, bu, ibu... ''
pangil ahmad sambil mengetok-ngetok jendela itu.
ibu membuka matanya sambil mendengar kan suara itu, ibu sperti mengenal suara itu, ibu pun bangun dari tidur nya dan melangkah ke arah pintu untuk melihat dan memastikan jika suara itu bukan suara orang jahat.
ibu melihat di balik jendela pintu terlihat seorang laki-laki memakai baju putih dan jeans hitam memabawa ransel, akhirnya ibu memberanikan diri membuka pintu.
ceklek
ahmad pun menengok ke arah pintu terbuka.
'' ahmad! ya Allah ibu pikir siapa? ''
ahmad pun menghampiri ibunya dan menyalami nya
'' ayo masuk, kok gak ngabarin ibu kalo kamu mau pulang. ''
'' nanti ibu kepikiran terus nunggu-nunggu aku, kalo kaya gini kan ibu bisa tidur nyenyak. ''
ucap ahmad yang di angguki ibunya.
merekan pun mengobrol banyak di dapur, sebari ngobrol ibu pun menyambi mempersiapkan dagangannya.
next🥰
__ADS_1