
hari sangat terik fendy menjemput Mia yang sudah siap menunggu nya dirumah, hari ini ia berniat akan membawa Mia ke rumah orang tuanya karena sudah lama mereka tidak berjumpa.
setelah sampai fendy pun berpamitan kepada ibu dan juga kakaknya Mia, untuk membawa Mia ke rumah orang tuanya, terlihat wajah sangat kakak yang tidak begitu suka dengan fendy, entah mengapa alasannya Mia pun tidak tahu.
memang benar Mia bertunangan dengan fendy tanpa sepengetahuan kedua kakaknya, sehingga menimbulkan kekecewaan di hati keduanya namun ahmad terlalu memperlihatkan itu. Mia yang melihat itu pun tidak memperdulikan nya ia menganggap itu hanya angin lewat saja.
di perjalanan fendy hanya membahas sikap ahmad kepada nya yang dia rasa sangat tidak nyaman, ya walaupun fendy tidak terlalu menganggap itu namun hati nya pun merasa sangat kecewa, tapi itu lah jika api di adu dengan api makan akan terjadi kebakaran berbeda dengan api dengan air, jika ahmad selalu menunjukkan sikap panasnya makan fendy pun akan menjadi air untuk memadamkan nya.
sampai di rumah mertuanya Mia sudah membiasakan diri sperti di rumah nya sendiri berbincang mengobral sperti biasa bertemu, walaupun terkadang canggung namun Mia pandai menutupi nya.
'' mi, bantu mamak buat kue ya bisa kan?''
ucap Ibu mertua nya
ya karna sudah terbiasa menyebutnya sebagai mamak, ibu fendy pun tak nyaman jika di panggil ibu, lebih nyaman jika di panggil mamak.
'' iya mak insyaallah bsa hehe. ''
jawab Mia ragu
Mia malu jika menjawab bisa karna terkadang keberanian biasanya tidak sesuai kenyataan, terkadang bilang bisa saat di coba bisa gagal.
'' ya udah mamak suruh Vina cari bahanya dulu ya. ''
ucap mak mertua
Mia pun menggangguk dan masuk ke ruang keluarga ternyata di dalam kamar terdengar suara berisik orang pada tertawa, Mia pun penasaran karna melihat di sekitar tak ada siapapun, Mia memanggil fendy, dan fendy pun menjawab panggilan itu, ternyata yang ada di dalam kamar itu adalah fendy bersamamu dengan adek nya yang sedang memindahkan lemari baju.
karna lemari bajunya yang besar, jadi sangat berat untuk di geser, apalagi hanya dengan 2 orang akhirnya Mia pun ikut membantu namun masih belum terpindah sempurna, fendy pun memanggil mamak nya untuk ikut membantu, dan dengan banyak nya tenaga dari ke empat orang akhirnya terpindah juga.
setelah selesai Mia pun duduk di tepi ranjang yang ada di kamar itu, dan yang lain pun keluar tapi tidak dengan fendy yang masih di dalam merapikan lemari itu, Mia melihat di sekelilingnya, terlihat sederhana, namun lumayan nyaman, di rasa sudah sedikit lama dan tak enak dengan sang mertua takut jika di anggap ngapa- ngapain akhirnya Mia pun keluar.
baru 2 x melangkah, fendy langsung menghalangi Mia dan langsung menutup pintu dan mengunci nya, lalu mendekat ke arah Mia dengan tatapan yang tak biasanya dengan senyum tipis yang terpancar di bibir nya, Mia mulai bingung menelan ludah nya rasa takut nya mulai bergejolak, ingin teriak tapi malu, Mia bagaikan mangsa yang akan di cengkram.
semakin dekat semakin dekat, hingga Mia merasa ada yang keluar di bagian bawah, iya merasa tatapan fendy penuh nafsu, ia takut jika melakukan hal yang aneh, pikiran nya sudah travelling kemana-mana, dan tiba-tiba.
Brukkk fendy menindih tubuh Mia, Mia pun kaget dan menutup mulut nya, fendy menatap nya lekat, Mia semakin takut dan cupp fendy mendarat kan kecupan di bibir Mia, Mia yang mendapat perlakuan itu pun langsung melotot tak percaya.
'' bibir mu manis. ''
ucap fendy
'' apaan si mas, kamu ini, dosa tau awas ih aku mau keluar nanti mamak tau malu! '' ucap Mia pelan takut jika nanti ada yang melihat nya, Mia mencoba memberontak namun fendy tidak melepaskan nya.
'' biarin, biar lihat kan nanti langsung di nikahin. ''
__ADS_1
jawab fendy dengan santai nya dengan posisi masih di atas Mia.
'' ih mas, ini sesek tau aku gak bisa nafas! '' ucap Mia karena merasa tidak nyaman dan canggung
'' balas dulu, baru aku lepas. ''
ucap fendy sambil memnayunkan bibir nya
Mia yang melihat nya pun merasa geli sendiri dan merinding membayangkan jika sudah malam pertama nanti sperti apa, belum terjadi aja sudah sperti ini.
'' ya udah lepasin dulu nanti baru aku bales, sesek lo mas! ''
ucap Mia lagi
karna melihat Mia yang terlihat tidak nyaman pun akhirnya fendy turun dari posisinya tadi.
Mia mengatur nafas nya lalu berdiri hendak keluar karna mendengar motor Vina yang sudah pulang mencari bahan kue.
tiba-tiba fendy menariknya dan jatuh di pangkuannya, Mia pun kaget seperti ada yang mengalir hebat di darah nya panas dingin yang ia rasa, fendy memeluk Mia dari belakang dan menciumi rambut dan leher nya menghirup aroma dari setiap lekuk nya, Mia merinding dan bergetar, hampir mendesah karna merasakan itu.
namun Mia masih sadar dan menetralkan pikiran nya lalu membalikkan posisinya sekarang wajah mereka saling tatap, fendy kaget dengan posisi Mia yang sekarang menatap nya lekat fendy pun melihat dengan mata sayu. mungkin dia mulai nafsu ahhh dasar laki-laki tidak bisa mengontrol jika ada kesempatan sedikit saja.
'' mas udah gak tahan ya? kalo mau cepetan, ya cepet-cepet nikah nya jangan kayak gini gak boleh lo. ''
ucap Mia dengan nada julid nya yang membuat fendy hilang fokus dan tertawa dan menurunkan Mia dari pangkuan nya.
hahaha sumpah deh aku ketawa sendiri nulis nya😄
Mia pun segera keluar tanpa membalas permintaan fendy, di luar kamar ia menetralkan nafas nya agar tak terbaca jika barusan ia telah menahan rasa yang belum pernah ada.
'' mb, itu bahanya udah lengkap, mau buat sekarang atau mau makan dulu?''
ucap Vina yang mengagetkan Mia
'' ahhh! astaghfirullah iya vin, kita buat sekarang aja, mbk belum laper kok. ''
jawab Mia yang kaget akan kedatangan Vina
'' mbk kenapa? kok kaget gitu! kaya abis liat setang aja hahah. ''
ucap Vina tertawa melihat ekspresi Mia
'' iya vin, tadi ada bayangan hantu serm deh, sampe buat mbk merinding lo. ''
ucap Mia yang mengarah kepada fendy
__ADS_1
fendy yang mendengar dari dalam pun langsung terduduk dan serius mendengar percakapan antara mbak dan adik itu.
'' oh, iya mbk emang di kamar itu ada hantunya, aku aja males kalo masuk ke situ, masa ya mbk gak ada orang nya tapi suka berantakan sendiri kamarnya. Kan aneh. ''
ucap Vina menyindir fendy yang suka sekali menaruh baju kotor sembarangan dan handuk basah sembarangan, dan Vina lah yang suka membersihkan kamar nya.
'' ah masa sih fin, pantesan aja dari tadi mbk merinding ihh Kira-kira hantunya kaya apa ya? ''
ucap Mia sambil menutup mulut menahan tawa begitu juga Vina, sementara fendy yang sedari tadi mendengar pun mulai kesal namun sambil tersenyum ia keluar dan menghampiri mereka berdua.
'' ngomong apa kalian! bilang aku hantu iya! coba bilang sekali lagi, aku mau denger! ''
ucap fendy sambil melipat kedua tangannya yang sekarang sudah berdiri di depan pintu dengan nada sangar nya.
'' wah vin, hantu nya udah keluar, kabur yuk. Kayanya yang ini gak mempan deh kalo di bacain ayat kursi. ''
ucap Mia
'' ngomong apa dek, barusan! '' ucap fendy kepada Mia
namun mereka pun sudah kabur dan fendy pun mengejarnya Mia dan Vina pun tertawa.
sampai dapur mak mertua nya sedang menata api dan oven untuk memanggang kue.
'' ada apa to, kok rame-rame?''
ucap mak mertua
yang masih belum di jawab karena masih tertawa melihat ekspresi fendy.
'' itu lo mak, mas fendy ngejar-ngejar kita. '' ucap vina
'' kaya anak kecil aja, kejar-kejaran,''
ucap mak mertua sambil tersenyum
'' itu semua bahanya udah tau kan caranya?''
tnya mak mertua
'' iya mak, sudah. ''
jawab Mia
'' ya sudah mamak tinggal nganterin makan siang buat bapak dulu ya. ''
__ADS_1
pamit mak mertua
yang di iyakan oleh Vina dan Mia.