Perjalanan Hidup Seorang Dara

Perjalanan Hidup Seorang Dara
bab 61 marah


__ADS_3

waktu semakin sore membuat kue belum juga selesai Mia sering mendapat pesan dari sang kakak jika harus pulang karna sudah sore, namun Mia membalas jika belum selesai membuat kue, tapi makan nya malah membalas dengan perkataan yang tidak enak di baca.


Mia pun membiarkan nya namun tiba-tiba ponsel fendy berbunyi nomer baru, yang langsung di angkat oleh fendy dan ternyata itu ahmad, dan yang berbicara adalah ibu nya Mia.


''.... ''


ucap ahmad


'' hallo, iya mas gimana?''


jawab fendy


''.... ''


'' sebentar tak kasihin dulu sama Mia ya. ''


ucap fendy dengan wajah yang mulai kesel


fendy pun memberikan ponsel itu kepada Mia, Mia pun menanyakan siapa yang menelpon, namun fendy malas menjawab lalu pergi meninggalkan ponselnya.


'' hallo. ''


ucap Mia dengan nada malas


'' maksud kamu apa si, di telpon gak di angkat di sms gak di bales, udah mulai mau liat kamu ha! bilang sama cowok kamu itu kalo bawa anak orang jangan sampai lewat jam 5 gak sopan namanya!. ''


ucap ahmad dengan nada yang sangat kasar dan teriak-teriak, Mia menjauhkan ponselnya dari telinga nya namun saat Mia melakukan itu sang mertua datang.


'' kenapa mi?''


tanya mak mertua


'' gak papa mak, ini ibu telpon. ''


ucap Mia yang hampir menangis mendengar ucapan ahmad namun ia tahan karna ada sang mertua.


'' sini mamak yang ngomong. ''


pinta mak mertua yang langsung mengambil ponselnya.


'' hallo bu ina ini saya mamak nya fendy. ''


ucap mak mertua


yang entah bagaimana kok ponsel itu sudah berubah suara menjadi suara ibu nya Mia, Mia pun mendengar kan sangat jelas pembicaraan mereka.


'' iya bu imas, maaf saya cuma mau menanyakan Mia kok belum pulang, ternyata masih di situ ya sudah tidak apa-apa, saya cuma khawatir kalo ada apa-apa kok belum pulang juga, maaf ya buk imas kalo mengganggu. ''


ucap Ibu nya Mia


Mia merasa sedikit lega ya walaupun nanti jika sudah pulang akan terjadi perdebatan panjang namun Mia tidak perduli.


'' iya buk, ini Mia masih buat kue, sedikit lagi akan selesai kok, paling nanti habis magrib baru di antar pulang, kalo sekarang kan nanggung udah sore banget, gak papa lo bu di sini aman gak di apa-apain kok hehe. ''


jawab mak mertua


tak berapa lama ponsel pun sudah mati mungkin sang ibu sudah sedikit tenang karena memang baru pertama kalinya Mia pergi selama ini, sehingga sang ibu pun khawatir dan di tambah lagi ahmad yang lumayan posesif jadi menambah panas suasana.

__ADS_1


sudah selesai semua pekerjaan, Mia menunggu fendy yang sedang mandi, Mia duduk di kursi dapur mengobrol dengan Vina, masalah perempuan lah biasa. tiba-tiba fendy keluar dengan hanya menggunakan handuk saja, terlihat badanya yang putih mulus dan perut yang rata serta rambut nya yang basah membuat Mia sedikit menelan ludahnya sementara fendy yang merasa di perhatikan pun menoleh sambil Mengerlingkan Matanya. Mia pun langsung tertunduk.


'' mbk pake baju aku aja ya, gak papa kan?''


ucap Vina mengagetkan mia yang sedang mengingat fendy barusan


'' eh, iya gak papa vin, makasih ya. ''


ucap Mia sedikit ragu


'' tapi baju aku lengan pendek semua, trus celana nya kira-kira ada yang muat nggak ya, hehe''


'' nanti aku cariin deh, mbak mandi duluan aja nanti aku tunggu di kamar ya. ''


ucap Vina antusias


'' iya vin, handuk nya di mana ya?''


tanya Mia yang langsung di tunjukkan keberadaan handuk itu


Mia sudah selesai langsung masuk kedalam kamar Vina, di dalam banyak sekali pilihan baju dan celana namun ukuran nya yang tidak pas karena postur tubuh Vina yang mungil jadi ukuran bajunya tidak sama berbeda dengan Mia yang tinggi.


'' kalo gak ada, rok panjang aja gak papa vin, bajunya yang ini aja kayanya muat, tapi aku pinjem sweater nya ya hehe. ''


ucap Mia yang sudah menemukan baju yang lumayan besar namun masih tidak pede mengenakan nya akhirnya Mia pun meminjam sweater Vina yang langsung di berikan oleh Vina.


'' ini ada mbk, celana tapi sebatas lutut aja, gimana? aku kalo rok gak punya hehe''


tanya Vina dengan ragu, karna memang gayanya yang sedikit tomboy jadi dia gak punya rok smaa sekali selain rok sekolah.


ucap Mia menghargai Vina agar dia merasa senang.


'' ok ya udah aku tinggal mandi dulu ya mbk. ''


pamit Vina yang di angguki oleh Mia


sudah selesai magrib Mia berpamitan dengan sang mertua, bapak dan ibunya juga adik dan kakak dari fendy sudah berkumpul semua, hanya sandi yang tak terlihat karna sudah pergi bekerja di luar daerah.


di perjalanan Mia tak berhenti menghirup aroma parfum fendy, iya wangi sangat wangi, Mia merasa nyaman, memang benar kata orang cowok wangi itu memberi kan ketenangan dan kenyamanan, fendy menanyakan sesuatu sampai Mia tidak mendengarkan nya saking serius nya menikmati aroma parfum itu.


'' sayang... ''


ucap fendy yang sekarang sudah mengelus lutut Mia dari depan dengan tangan 1 nya yang sedang mengemudi


'' eh, iya mas gimana?''


tanya Mia sedikit terbata


'' kamu laper nggak?''


tanya fendy


'' sebenarnya iya, tapi nanti kalo mampir makan pasti lama sampe rumah nya. ''


ucap Mia yang takut akan kena marah oleh ibu dan kakak nya walaupun hati Mia nyaman dengan posisi sekarang namun pikiran Mia sudah berada di rumah.


'' justru itu sayang, kita makan dulu nanti kalo sampe rumah ibu sama kakak mu marah, kan kamu udah kenyang jadi bisa tidur nyenyak, ya kan. Lagian juga kita kaya gini kan gak tiap hari, kok kakak mu udah begitu banget ya posesif nya. ''

__ADS_1


'' padahal aku udah jadi calon suami kamu, bukan cuma pacar lagi, tapi masih begitu berlebihan banget, perasaan kakak-kakak di luar sana gak begitu banget, iya nggak sih yang?''


tanya fendy yang sedikit heran dengan sikap sang kakak ipar


'' emm, iya sih mas, aku juga heran tapi ya gimana ya, udah takdir nya dia jadi kakak ku, ya udah lah biarin aja, nanti juga kalo capek dia berenti sendiri, yang penting sekarang kan always for you hehe''


ucap Mia mengalihkan pembicaraan, karna merasa tidak enak dengn fendy mengingat sikap kakaknya yang terlalu berlebihan.


'' kita makan bakso aja ya? ''


ucap fendy yang langsung di angguki oleh Mia dan langsung memarkirkan motor nya.


mereka sedang makan lagi-lagi ponselnya berbunyi terlihat ada pesan dari ahmad, Mia pun membiarkan nya tak membalas.


fendy melajukan kendaraan nya lumayan kencang membuat Mia berpegangan erat karna takut jatuh, setelah makan tadi fendy merasa kan jika Mia merasa sangat takut di marahi ibu dan kakaknya, sehingga cepat-cepat ia mengantarkan Mia pulang.


sampai di rumah, Mia masuk membawa kue yang tadi ia buat, dan baju kotor yang tadi ia pakai, ibu membuka pintu Mia masuk dan fendy pun langsung duduk di kursi tamu, Mia masuk kedalam ia melihat sekeliling tak ada siapa pun, namun Mia tidak bertanya pada ibunya karna Mia melihat wajah sang ibu yang sudah muram, namun mencoba menutupi nya dari fendy.


ibu masuk kamar istirahat, Mia kedapur membuat kan minum lalu kembali duduk menemani fendy.


ntah ada angin apa, fendy pun menggoda Mia ia memainkan jarinya di tangan Mia dan sesekali menoel pipi Mia.


'' gak usah aneh-aneh deh mas, ini tu di rumah lo nanti kalo ada yang liat malu tau! ''


ucap Mia pelan namun ada penekanan


'' pingin kaya tadi lagi, ''


ucap fendy dengan nada manja dan bergelayut di punggung Mia


'' gak boleh mas, nanti kalo ibu tau bisa gawat! ''


ucap Mia semakin bingung untuk menolak nya


'' sebentar aja nanti aku langsung pulang deh, suwer. ''


ucap fendy dengan nada manja dan meyakinkan mia sambil mengangkat kedua jarinya.


tiba-tiba Mia langsung memasang wajahnya dan memejamkan matanya, tak berapa lama CUPP fendy mengecup nya sedikit lama dan sedikit ******* nya.


Mia kaget dan langsung melepaskan kecupan itu dengan mata yang melotot sementara fendy tersenyum senang.


fendy langsung berdiri dan meraih kontak motor nya dan berpamitan kepada Mia sambil mengusap kepala nya dengan senyum yang lebar.


'' ok sayang aku pulang dulu, sampai jumpa nanti ya. ''


ucap fendy menciun kening Mia sekilas


'' ini minum nya belum di minum. ''


ucap Mia sedikit gugup


'' oh iya lupa! ''


ucap fendy sambil tekekeh kecil dan langsung meminumnya.


setelah kepergian fendy Mia membereskan semua yang ada di meja, kali ini fendy tidak berpamitan dengan mertuanya karna tadi sang mertua sudah pamit hendak tidur karna kecapean, fendy mengiyakanya walaupun fendy tau jika itu hanya alasan, fendy tidak perduli.

__ADS_1


__ADS_2