Perjalanan Hidup Seorang Dara

Perjalanan Hidup Seorang Dara
bab 82 bisa begitu


__ADS_3

Banyak ilmu yang di petik dari kisah berumah tangga sperti yang di alami Mia saat ini, usianya yang masih terlalu muda, yang seharusnya masih bermain dan berkelana mencari pengalaman bersama teman sebaya nya namun ia harus melewati nya di jalur pernikahan.


walaupun bukan lewat jalan pemaksaan tapi memang seharusnya tidak untuk gadis seusia nya, berfikir jika berumah tangga itu hal mudah yang siapa saja bisa menjalaninya namun prahara di dalamnya sungguh tidak lah mudah, saling salah paham, dan menyatukan dua hati yang berbeda menjadi satu pemikiran itu bukanlah hal yang mudah.


awal pernikahan Mia di sambut dengan banyaknya sikap Fendy yang banyak berubah tidak sperti kelihatannya sewaktu mereka menjalin pacaran dulu. Semua, sedikit-sedikit mulai terbuka, namun Mia masih mencoba untuk memberikan yang terbaik menurutnya, berusaha mengubah sisi lain dari suaminya yang ia tidak suka.


kadang marah, kadang diam, kadang juga semaunya sendiri, bahkan tidak jarang Mia selalu di anggap tidak ada. Prinsipnya cinta itu tidak butuh kata aku sayang kamu, aku cinta kamu, atau juga sekedar memberi kecupan. Bagi Fendy itu tidaklah penting.


namun Mia adalah sosok wanita yang suka dengan keromantisan dan humoris, serta suka di manja dan penuh perhatian. Namun Mia tidak mendapatkan nya dari Fendy. Tapi kembali lagi dengan prinsip utama nya Mia pernah berjanji dengan dirinya jika apa yang ia pilih itu yang akan ia pertahanan kan bagaimanapun jalanya bagaimanapun keadaannya Mia harus kuat menjalani nya.


Malam ini Mia masih tiduran di kamar nya jam masih menunjukan pukul 9, menunggu Fendy pulang dari rumah temannya. Seakan tidak mau mengulangi kesalahannya yang telah lalu Mia malas untuk menghubungi Fendy ia membiarkan Fendy pulang dengan sendirinya. Pelan-pelan Mia mulai paham dengan sikap sangat suami dan kebiasaan serta keinginan nya.


Mia masih asik dengan ponselnya mendengar kan lagu sambil melihat isi beranda di sosmed nya, Tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka dan ternyata Fendy sudah pulang.


'Tumben tu orang pulang nya jam segini biasanya kalo belum lewat tengah malam belum pulang' batin Mia


'' Belum tidur dek?'' tanya Fendy


'' Hmmm, belum. '' jawab Mia yang masih pada posisi memeluk guling sambil memgangi ponselnya


Tiba-tiba Fendy memeluk nya dari belakang, sambil menciumi leher Mia. Tanpa aba-aba Mia pun merasa sedikit tidak nyaman karna ada rasa yang aneh di sekujur tubuhnya sperti geli bercampur merinding.


'' Mass... '' desah Mia yang sudah tidak fokus dengan ponselnya


'' Hmm, '' jawab Fendy yang justru malah menambah permainan nya yang membuat Mia tambah melayang


'' Udah, ah. '' racau nya


namun Fendy bukanya berhenti malah semakin bersemangat.


'' Mass... '' panggil Mia


'' Hmm. '' jawab Fendy yang masih sibuk di bawah sana

__ADS_1


Lama-lama Mia pun tidak kuasa dengan perlakuan Fendy ia pun hanya pasrah dengan apa yang di lakukan oleh suaminya, dan akhirnya malam itu mereka habiskan dengan penuh gairah dan kebahagiaan.


pagi hari Mia bangun lebih awal sperti biasanya ia menyiapkan sarapan dan membantu sang mertua di dapur dan membersihkan rumah.


setelah selesai Mia pun membangun kan Fendy yang kebetulan hari ini ia libur kerja, namun bukanya bangun malah Fendy membuat Mia menjadi tidak berdaya lagi.


eitsss wajar lah ya namanya juga pengantin baru, bawaanya ya gitu terus lah, gak ada bosenya. Gak perduli itu di mana dan jam berapa?.


hampir satu jam mereka melancarkan aksinya, Mia tergeletak dengan wajah yang sangat lelah begitupun Fendy ia berbaring di samping Mia sambil sesekali mengusap punggung Mia.


'' Lagi gak dek? '' tanya Fendy dengan nada mengancam


'' Hah! '' jawab Mia kaget sontak terbangun dari baring nya dan langsung mengambil handuk untuk mandi


'' mau kemana? '' tanya Fendy yang sudah terduduk karna kaget dengan ekspresi Mia


'' Mandi lah. Kenapa? '' tanya Mia belum sempat Fendy menjawab Mia sudah berbicara lagi.


Fendy pun tertawa dan keluar kamar dengan menggunakan handuk di pinggangnya.


keduanya sudah selesai mandi dan berganti baju, mereka sarapan bersamamu sedangkan kedua orang tuanya sudah pergi ke ladang untuk menengok tanaman.


'' Hari ini mau kemana?'' tanya Fendy yang sudah selesai makan


'' tempat Ibu yuk. '' ajak Mia


'' nginep nggak?'' tanya Fendy


'' kamu besok kerja nggak?'' tanya Mia


'' belum tau, belum ada kabar. '' jawab Fendy


'' kalo gitu nginep aja, sehari gitu. Ya?'' rayu Mia

__ADS_1


'' ya udah, iya. '' jawab Fendy


'' asekk '' jawab Mia dengan penuh bahagia


memang harus sperti itu, agar tidak terjadi cemburu sosial antara kedua orang tua mereka, walaupun tidak teratur hari setidaknya sering mengunjunginya itu suda sangat bahagia bagi mereka.


Tidak sempat berpamitan kepada kedua mertuanya Mia dan Fendy pun meninggal kan pesan kepada adik nya yang paling kecil dan juga kakak nya yang kebetulan tidak bekerja di hari itu.


sudah lama sekali rasanya, padahal baru minggu lalu mereka berkunjung kerumah ibu tapi terasa lumayan lama bagi Mia.


tidak butuh waktu lama sekitar 30 menit mereka sudah sampai. Ibu masih sibuk dengan pekerjaan nya, setelah Mia menikah Ibu sperti orang yang kalang kabut, mengerjakan semuanya sendiri, bahkan sekarang ibu nya sudah tidak membuat kue lagi karna tidak sempat.


Berjualan soto saja sudah membuat lelah apalagi yang semuanya serba sendirian. Seakan tanpa rasa lelah Mia langsung menggantikan ibunya membuat bumbu soto, sementara ibu nya mengerjakan pekerjaan yang lain. Sedikit bahagia terpancar di wajahnya memang kehadiran Mia sangat membantu sang ibu namun apa daya memang sudah seharusnya ika seorang istri harus ikut kemana pun suaminya pergi. Apalagi jika suaminya sudah siap dan akan menjamin segala keperluan dan kebutuhan nya.


'' Mamak mu lagi apa Mi?'' tanya ibu di sela-sela aktifitas nya


'' keladang bu, sama bapak juga. Tadi aku gak sempet pamitan tapi aku udah pesen sama kakak nya Fendy kalo aku mau kesini. '' jawab Mia


'' Oh, emang Fendy gak kerja?'' tanya ibu


'' Hari ini libur, gak tau kalo besok, soalnya belum dapet kabar, kalo ntar gak dapet kabar ya aku nginep tapi kalo ada kabar kayaknya pulang deh bu. '' ucap Mia yang masih fokus dengan spatulanya


'' oh, ya kali kerja pulang gak papa, tapi kalo nggak ya nginep sini, udah lama juga kalian gak nginep sini. '' jawab ibu sedikit bahagia namun tertahan


'' iya bu. Ayah gak pernah kesini bu?'' tanya Mia


'' kesini mau ngapain Mi? Buang-buang waktu aja. '' jawab ibu ketus


seakan masih merasakan sakit di kala waktu menikah kan Mia, ketika sang ayah tidak bisa berbuat adil kepada keduanya sehingga menyimpan sakit yang teramat dalam bagi ibu Mia.


'' Oh, kirain sering kesini. '' jawab Mia singkat seakan tidak mau memperpanjang jawaban dari ibunya


sementara Mia membantu ibu nya Fendy di luar sedang mengobrol dengan kak adi di teras samping rumah Mia.

__ADS_1


__ADS_2