
Mia mengirim kan pesan yang iya tulis dan yasin pun membukanya, yasin merasa sangat bahagia mendapatkan perhatian dari Mia.
'' kamu gak pingin kesini nengokin mas? ''
balas yasin
Mia yang sedang duduk sambil menyenderkan Kepala nya di tembok pun sedikit kaget melihat isi pesan itu. ia pun langsung duduk tegak dan memikirkan jawaban apa untuk membalasnya, sedangkan ia tidak mungkin jika kesana, Mia bingung sendiri, jika tau dia sakit pasti ia tak akan mengirim pesan.
'' aku gak bisa kesana mas, aku juga gak tau rumah kamu, lagian lingkup main ku terbatas mas, aku gak boleh kemana-mana sama ibu ku, nanti aja ya kalo kamu udah sembuh kita ketemu di pasar aja hehe. ''
Mia mengirim pesan itu, berharap yasin tidak marah dan kecewa.
selama Mia kenal dengan yasin ia seperti merasa memiliki seorang teman sekaligus kakan yang mengerti dan perhatian padanya, lama Mia menunggu balasan pesan itu namun belum juga di balas, berkali-kali Mia melihat ke arah ponsel nya namun masih saja belum ada balasan.
Mia keluar untuk menagihi uang telor di setiap toko langganan bosnya, baru beberapa langkah ia berjalan, Mia mendengar ada yang sedang membicarakan nya, walaupun terlihat sperti bisik-bisik namun Mia bisa mendengar itu, dan kebetulan Mia hendak masuk ke toko itu untuk meminta uang, Mia pun berpura-pura memilih barang yang mau ia beli sambil membuka telinga nya lebar-lebar agar bisa mendengar suara orang itu.
'' eh buk, tau nggak mia itu ternyata udah tunangan lo! ''
ucap salah satu pembeli yang entah dari mana dia tau jika Mia sudah bertunangan
'' ah masak! tau dari mana kamu?''
jawab sang pedagang
'' saya itu tau dari warung samping ibunya itu, kan dia tetanggaan. ''
'' kalo emang udah punya tunangan kenapa masih deket sama laki-laki lain! ''
jawab pedagang itu
'' ah! yang bener si bu, ibu pernah lihat?''
tanya pembeli itu
'' wah, setiap hari saya lihat, orang yang laki-laki nya ke toko nya si ema terus kok! ''
ucap pedagang itu dengan percaya diri.
sementara si pembeli hanya manggut-manggut sperti merekam dan ingin membagikan berita itu.
Mia hanya diam seolah tidak tahu dan tidak mendengar apapun. Mia masuk kedalam toko, yang membuat kaget sang pemilik toko dan pembeli yang membicarakan nya tadi, wajah merekam terlihat seperti salah tingkah dan tidak enak, sperti nya mereka berfikir sudah berapa lama Mia di luar mendengarkan mereka membicarakan nya.
si pembeli sudah selesai membayar barang blanjaanya dan langsung pergi dengn tersenyum dengan Mia, Mia pun membalasnya. Mia masih menunggu uang yang belum juga di berikan Mia pun duduk di salah satu tumpukan blkardua berisikan minuman gelas, menunggu pembeli yang sedang di layani pemilik toko, setelah selesai si pemilik toko pun mengambil beberapa uang ratusan untuk membayar telor.
'' ini uangnya mi, oh iya ibu mau tanya boleh?''
tanya si pemilik toko
'' boleh, tanya apa bu?''
__ADS_1
Mia menjawab sambil menerima uang yang di berikan si pemilik toko itu
'' apa bener kamu udah punya tunangan?''
tanya ibu itu, spertinya dia mau memastikan jika berita itu benar atau salah.
'' iya benar, emang kenapa ya bu?''
jawab Mia dengan percaya diri.
'' ya gak papa, saya pikir kamu masih sendiri kan sering tuh laki-laki ke toko kamu jadi saya pikir itu pacar kamu. ''
ucap Ibu itu tanpa merasa bersalah
'' maaf Bu, saya berteman dengan siapa saja yang menganggap saya teman dan masih dalam hal yang wajar, kami hanya mengobrol biasa, apa salah jika saya mempunyai teman di saat saya sudah mempunyai tunangan?''
Mia menjawab dan bertanya dengan tegas
'' nggak, itu hak kamu. Saya hanya bertanya dan memastikan agar tidak salah paham. ''
ucap Ibu itu yang merasa kesal dengan jawaban Mia yang di pikir tidak sopan.
'' oh, ya sudah saya permisi, trimakasih. ''
Mia berpamitan sambil menunjukan uangnya tanda trimakasih nya.
bos nya sudah berpamitan tinggal Mia dan idin karna masih menunggu telor datang, semenjak Mia bekerja di situ bos nya mempercayakan semua pada Mia.
Mia masih berkutat dengan ponselnya mereka berdua belum ada yang bicara idin pun sama masih menikmati aplikasi karaoke yang masih ia kenakan dan melantunkan lagu-lagu kasmaran seseorang yang sedang jatuh cinta. Mia hanya mendengarkan tanpa komentar karna di rasa hatinya yang kurang baik dia hanya membuka sosmed nya sesekali membalas pesan dari temannya.
*
fendy mencoba menghubungi koko, dan akhirnya koko mengangkat nya sperti nya koko masih belum sadar akan kelakuannya semalam, dia pun terlihat biasa saja mengangkat telpon fendy.
'' hallo fen, what happen?''
ucap koko tanpa dosa dengan menopang kaki nya di atas meja dan membuang kasar asap rokok nya.
'' lo bisa jelasin apa yang udah lo ucapin sama cewek gue nggak!. ''
tanya fendy tanpa basa basi
koko langsung kaget dan merubah posisi duduk nya.
'' maksud lo! jelasin apa, gue gak tau!''
ucap koko yang masih belum ingat.
'' sekarang lo buka pesan dari gue dan lo denger baik-baik itu suara siapa, dan habis itu lo telpon gue, itu pun kalo lo jentel! ''
__ADS_1
ucap fendy menahan emosinya
'' udah deh feb ngomong aja, kita itu udah berkawan lama bukan cuma bulanan tapi udah tahunan, masa lo gak percaya sama gue si.'' ucap koko dengan nada datar nya
'' justru itu karena kita udah temenan lama, biar gak jadi salah paham mending lo dengerin dulu itu pesen dari gue. ''
ucap fendy lagi
'' ok. Gue buka sekarang nanti gue kabarin lo lagi! ''
ucap koko kesel
koko membuka pesan suara itu, seketika koko kaget dan tidak percaya, ya koko merasa itu suaranya dan dia pun sedikit demi sedikit mengingat apa yang dia lakukan semalam, koko pun tak berhenti mengumpat mengucapkan kata-kata kasar dari mulut nya merutuki kesalahan nya, ia pun mengusap rambutnya sangat kasar mematikan rokok yang masih di tangannya.
pesan suara itu ia putar berkali-kali, sambil mengingat dan memikirkan cara menjelaskan nya, yang dia yakin jika fendy akan percaya dan paham dengan dia tapi yang jadi masalh dia saat ini adalah cara dia berbicara kepada Mia.
koko pun menyalakan rokok kembali lalu menekan nomor fendy untuk menghubungi nya tidak lama fendy pun mengangkat telpon itu.
'' hallo, gimana udah denger belum. ''
tanya fendy datar
'' iya udah, gue salah, tapi gue gak ada maksud fen, suwer deh berani sumpah gue kalo gue tu gak tau yang gue telpon itu Mia, niat gue itu mau telpon miko kenapa yang ke telpon Mia. ''
ucap koko penuh penyesalan
'' iya, gue paham, tapi Mia itu kan gak tau kalo lo itu dalam keadaan mabok, bahkan tadi juga gue udah jelasin tapi tetep aja dia gak Terima sama ucapan-ucapan lo itu, malah gue yang gak enak nati di sangka gue sama bejat nya lagi sama lo! '' ucap fendy
'' sialan lo! iya gue emang bejat tapi kan pada tempat nya, gak seenak jidat gue sendiri! ''
jawab koko membela diri
'' pokoknya gue gak mau tau! nanti lo telpon Mia lo minta maaf sama dia lo jelasin semua sama dia gue gak mau tau! '' ucap fendy tegas
'' iya iya. Nanti gue telpon tu cewek lo. ''
ucap koko
'' ok. kalo nanti gue telpon Mia dan di bilang lo belum minta maaf, liat aja lo kalo gue pulang! ''
fendy memperingati koko
'' iya, ya udah gue telpon dia dulu! ''
ucao koko
'' hemm. ''
jawab fendy dan mematikan telpon nya.
__ADS_1