Perjalanan Hidup Seorang Dara

Perjalanan Hidup Seorang Dara
bab 63 pergi


__ADS_3

andi datang dengan membawa banyak makanan dan minuman, di belakang terlihat idin mengekori andi dari belakang.


mereka duduk di dalam saling mengobrol bercanda bersama, Mia sedikit terhibur dengan kedatangan mereka berdua.


tiba-tiba ponsel Mia berbunyi terlihat jika fendy lah yang menelpon Mia menatap andi sebentar seakan meminta ijin untuk mengangkat nya, andi pun tersenyum mengangguk, sementara idin membuang muka dengan senyum sinis.


'' hallo, mas. ''


ucap Mia


''iya, lagi di mana''


'' ini masih di toko, ''


''kirain di mana?. ''


'' kerja-kerja fen, gak ngapa-ngapain tenang aja! ''


ucap idin dari kejauhan.


Mia pun meloudspeker ponselnya agar terdengar obrolan mereka.


'' iya om, cuma tanya aja, nanti di kira gak sayang kalo gak tanya kabar nya. ''


ucap fendy sedikit tidak suka dengan idin


'' ya udah, kalo gitu nanti gampang bisa di sambung lagi. '' pamit fendy yang memang sedang di harapkan oleh mereka yang di iya kan oleh Mia tanpa penolakan.


mereka kembali mengobrol idin pergi karena salah satu langganan nya meminta telor.


'' anjiiir emang ni orang gak bisa betul liat orang santai dikit! ''


ucap idin sambil memakan snack yang ada di mulut nya dan berlalu pergi


mia dan andi tertawa karna melihat tingkah idin yang berlalu pergi meninggalkan mereka.


'' eh, nyet! jangan balik dulu ya lu. ''


ucap idin yang tiba-tiba kembali lagi dan berbicara dengan andi


'' iya, udah sana di anterin dulu nanti ngilang di marahin mb ema lo! ''


ucap andi sambil tertawa sementara idin tergelak dengan suara yang sangat keras.


sungguh sosok idin sangat menghibur di kala mood mereka sedang tidak baik, setelah kepergian idin Mia masih menikmati snack yang andi bawakan tiba-tiba andi memegang tangan Mia.


Mia menatap andi yang sedang menciun tangan itu, menempelkan nya di pipi nya, Mia merasa haru, kasihan dengan andi Mia berfikir jika nanti dia dengan fendy menikah bagaimana andi, ia yang selalu memberi kasih sayang dan perhatian yang begitu luar biasa bagi Mia.

__ADS_1


'' tetap seperti ini, harapan ku. Jika Tuhan berkata lain aku tidak akan menolak ataupun memberontak, doaku suatu saat kita di pertemukan kembali, dengan keadaan berbeda dan suasana yang sudah berbeda. ''


'' cinta ini tetap abadi di sini, meski sakit aku tidak akan mengutarakan nya meski berat aku tak akan menahannya, cukup melihat kami bahagia aku sudah lebih dari bahagia, senyuman mu begitu candu buat ku, love you. ''


ucap andi sambil menaruh tangan Mia di dadanya, dan sedikit menunduk mengucapkan kata-kata yang begitu dalam untuk Mia, yang membuat air mata Mia lolos begitu saja, saat andi menatap nya langsung mengusap dengan jari nya.


'' udah di bilang, senyum mu itu berharga, kenapa air mata ini harus turun di depan mata ku sayang, abang gak suka adek menangis, kecuali adek menangis bahagia. ''


ucap andi lembut, sangat lembut, sekarang menatap Mia dengan penuh senyum


'' adek bahagia di samping abang. ''


ucap Mia yang memposisikan badan nya menatap andi namun dengan kaki terlipat dengan tangan yang ia jadikan ganjal dagunya dan tangan 1 nya masih andi pegang.


'' ku tunggu jandamu. ''


ucap andi sambil senyum genit dan mencium tangan Mia


Mia tersenyum lalu tertunduk, sambil tertawa melihat ekspresi andi.


'' seserius itu kah?''


ucap Mia ragu


'' 10 rius, kalo bisa selusin rius sayang, aku tidak bisa berjanji, karna pasti ingkar aku hanya memberikan bukti, sejatinya manusia itu tidak ada yang sempurna sayang. ''


andi mendapat telpon dari idin bahwa motornya macet di salah satu gang jalan arah pelanggan nya itu.


'' issh, gak ngenakin orang banget emang ya lu kang, ya udah gue kesana! ''


dengan kesal andi pun mengiyakan.


'' kenapa bang?''


tanya Mia


'' om idin, motor nya macet ntah apanya yang rusak, adek abang tinggal dulu gak papa kan?''


tanya andi yang masih ingin disitu tapi harus membantu idin


'' iya gak papa, tapi palingan bentar lagi tutup bang, ini udah mau siang soalnya, nanti makanan nya aku taroh di gudang ya. ''


ucap Mia


'' adek bawa pulang aja gak papa, nantikan abang bisa beli lagi. ''


ucap andi

__ADS_1


'' oh, gitu. Ya udah iya deh. ''


'' sini peluk dulu, bentar aja pliss. ''


pinta andi dengn senyum tulus nya


Mia pun menyambut nya, tidak lama namun membuat mereka nyaman dan senang.


setelah perginya andi Mia bergegas membereskan isi toko nya dan menyapu sebelum menutup tokonya.


gudang ia tutup karena Mia tau pasti tidak akan kembali, karena keadaan motor nya yang sedang rusak Mia langsung menghampiri ibunya untuk pulang.


setelah menata semua barang bawaan dan menyusmenyusun di motor nya Mia melanjutkan pulang, di jalan sedikit mengobrol kecil membahas andi yang baru saja Mia cerita, bahwa ia bertemu kembali, reaksi ibu pun sperti tidak melarang namun lebih banyak memperingati dan mengingatkan, Mia pun memaklumi itu.


tiba di rumah, ada ransel yang sudah tertata di depan tv, Mia penasaran siapa yang datang, atau siapa yang hendak pergi, namun Mia diam tak bertanya karena takut jika akan tak di jawab, karna melihat wajah ahmad saja sperti ada amarah yang masih tersisa.


'' loh, kamu mau kemana mad?''


tanya ibu sedikit bingung.


'' mau ke Jawa, tempat bude. Semalam aku udah telpon bude paling gak lama nanti juga pulang, cuma pingin nenangin pikir di sana. ''


ucap ahmad


''kok ya ngomong nya dadakan! kalo ngomong dari awal kan ibu bisa bawain oleh-oleh, masa jauh-jauh dari lampung gak ada yang di bawa. ''


ucap Ibu sedikit kesel dengan ahmad


'' nanti aku beli di jalan kalo itu mah gampang. ''


ucap ahmad sedikit menyepelekan


'' kamu berangkat jam berapa! ''


tanya ibu dengan nada sedikit tinggi


'' jam 3 nunggu travel datang dulu. ''


ucap ahmad santai sperti tidak bersalah


'' ya udah, tunggu ibu mau cariin oleh-oleh dulu. Ayok Mia anterin ibu, jangan ganti baju dulu. ''


ibu mengajak mia dengan wajah yang begitu jengkel namun menahannya karna tidak mau terjadi keributan.


sementara ahmad terlihat sperti tidak perduli. Di sepanjang jalan ibu terus saja mengomel karna ahmad yang tidak pamit terlebih dahulu. Sepulang dari mencari oleh-oleh untuk bude nya mobil travel sudah datang, dan langsung di tata dan di masukan ke dalam mobil, ahmad menyalami ibunya, dan juga Mia, ahmad sedikit berbicara kepada Mia yang hanya di iyakan oleh Mia.


semenjak Mia mempunyai hubungan dengan fendy, hubungan antara ia dan ahmad semakin renggang tak sperti dulu, bercanda bergurau dan saling tukar cerita, Mia merasa kehilangan sosok seorang kakak yang pernah ia banggakan dulu, sekarang berubah drastis hanya karna perbuatan yang Mia pikir masih wajar.

__ADS_1


tidak ada kesedihan, terasa biasa saja. Hari ini Mia memulai semuanya dengan sendiri lagi hanya bersama ibunya, ntah kapan kakaknya akan kembali pulang.


__ADS_2