
Setelah kejadian itu Mia sering sekali merasakan hal aneh dan sering sekali melihat hal-hal tak kasat mata, bahkan Mia sering merasa takut di kala sendiri an, apa lagi saat suaminya tidak di rumah dan ia sering sekali menginap di rumah mertuanya.
'' Mas, kok akhir-akhir ini aku sering ngeliat makhluk halus ya. '' ucap Mia di balik telpon nya
Saat ini Fendy sedang keluar kota untuk bekerja, mungkin akan kali setelah 1 minggu itu paling lama, sehingga Mia sering sekali berhubungan lewat telpon karna hanya itu yang membuat ia tenang di sana. '' Ah! Masa sih dek? '' jawab Fendy tak percaya dengan ucapan istrinya
'' Ya Allah Mas beneran ini tu. Kemarin malam pas aku ke kamar mandi sekitar jam 10 maleman aku ngeliat ada sesosok bayangan putih di balik pohon di ujung pekarangan rumah mamak lo. '' cerita Mia
'' Seriusan kamu dek. '' tanya Fendy yang masih belum percaya
'' Seriusan Mas, tapi aku gak teriak aku cuma nunduk dan bilang dalam hati, jangan ganggu aku, aku cuma lewat. '' lanjut Mia lagi
'' Kok serem gitu sih. Emang di sekitar rumah mamak dulu banyak yang sering liat penampakan gitu, tapi aku sendiri malah belum pernah lihat, tapi kalo bisa sih jangan. Serem! '' ucap Fendy
'' Aku pun gak pengen Mas. Cuman aneh aja kenapa kok setelah kejadian itu aku sering kaya gini, gak enak deh Mas, mana suami kerjanya jauh, di rumah kaya gak nyaman. '' ucap Mia
Dihati Mia merasa sangat tidak nyaman walaupun dia di karuniai seorang mertua yang baik dan sayang padanya namun tetap saja hatinya tidak nyaman di situ terlebih adik dan Kakak Fendy yang masih menetap 1 rumah, terkadang canggung untuk ia bergerak.
'' Sabar ya dek, namanya juga lagi berjuang, semoga sebentar lagi kita bisa bikin rumah sendiri biar kamu nyaman. '' jawab Fendy mencoba mengurangi beban rasa di hati Mia
'' Aamiin, semoga saja. '' jawab Mia
'' Ya sudah kamu tidur, aku mau lanjutin jalan dulu, nanti keburu ngantri di pabriknya. '' pamit Fendy
'' Iya Mas, aku mau istirahat dulu, assalamu'alaikum. '' pamit Fendy yang langsung di jawab oleh Fendy dan mematikan ponselnya.
Telpon mereka pun terputus, Mia meletakkan ponselnya disisi kanan ranjang tidurnya ia menghidupkan alarm seperti biasa nya, karna ia menempat di tempat mertua membuat selalu tepat waktunya sehingga sebelum mertuanya bangun Mia Selalu bangun lebih dulu.
__ADS_1
Pagi hari Mia sudah selesai dengn aktivitas nya memasak bersih-bersih halaman dan ia pun sudah mandi. Di dalam kamar Mia selalu menghabiskan waktu-waktu nya bahkan jarang sekali ia keluar karna lingkungan yang kurang baik padanya di tambah lagi dia orang baru di lingkungan itu.
Suara panggilan terdengar, Mia pun segera keluar dari kamar nya menghampiri suara itu.
'' Iya mak, '' jawab Mia yang ternyata Ibu mertuanya memanggilnya
'' Ini Mamak beli es cincau kamu suka nggak?'' tawar mertuanya itu
'' Suka Mak. Mamak dari pasar to? '' tanya Mia sambil menuangkan sebungkus es cincau ke gelas yang sudah ia ambil
'' Iya, tadi beliin adik mu sepatu buat sekolah, katanya sudah kekecilan. '' jawab Ibu mertuanya
Mia pun mengangguk paham sungguh beruntung ia memiliki seorang ibu mertua yang begitu baik dan mengerti dengannya, jarang sekali ia mendengar ada ibu mertua yang perhatian dan bisa humble dengan sang menantu.
Setelah ngobrol-ngobrol dengan mertuanya Mia kembali kekamar nya sperti biasa ia hanya melihat-lihat sosial media dan menunggu telpon dari suaminya. Akhir-akhir ini ia sudah mulai biasa dengan keadaan yang sedang ia jalani, tidak ada masalah yang membuat nya terlalu kepikiran lagi bahkan kebiasaan suaminya sudah mulai ia pahami sedikit demi sedikit.
Hari sudah siang Fendy sudah pulang dari kerjanya menunggu jemputan dari Mia yang suda ia telpon. Karna mobilnya yang sudah penuh barang lagi membuat nya meninggalkan mobil itu di pekarangan rumah bos nya untuk ia kirim esok nya lagi saat ini ia sudah lelah dan ingin istirahat di rumah.
Tidak lama terlihat Mia yang sudah sampai ketempat itu menggunakan motornya. '' Cepet banget dek? '' sapa Fendy pada Mia
'' Kan naik motor Mas, kalo jalan ya lama. '' jawab Mia
'' Iya, ya. Aku pikir karna udah rindu jadi di cepetin bawa motornya. '' gombal Fendy
'' Itu nomor kesekian Mas, yang utama tetep keselamatan. '' jawab Mia polos
'' Hahaha iya, iya. '' ucap Fendy yang sudah menggantikan posisi nya di depan dan Mia di belakangnya
__ADS_1
Mereka mengobrol di sepanjang jalan dan tiba-tiba lagi Mia melihat ada sekelebat orang memakai baju putih sedang lewat di hadapan nya dan suaminya namun Fendy tidak melihat nya. Mia terus melihat kearah belakang hingga suara Fendy mengagetkan nya.
'' Dek! '' panggil Fendy
'' Hemm. Apa Mas? '' jawab Mia.
'' Di panggilin dari tadi kok diem aja. Kamu lihatin apa sih! '' ucap Fendy
'' Itu lo Mas, tadi Aku kaya ngeliat ada orang pake baju serba putih lewat nyebrang di depan kita, terus orang nya kearah belakang sana pas Aku tengok udah gak ada. '' ucap Mia dengan yakinya
'' Ini tu siang lo dek, mana ada begituan siang-siang gini. Udah deh parno nya di buang jauh-jauh. '' ucap Fendy tak percaya
Mia pun menghembuskan nafasnya kasar karna kesal mendengar Sang suami yang belum percaya padanya.
Mereka sudah sampai di kediaman orang tua Fendy, Mia pun turun dan membawa ransel berisi pakean kotor itu untuk ia cucu sementara Fendy sudah pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah selesai mereka makan bersama, dan setelah makan Fendy pun ke depan untuk berkumpul bersama keluarga nya dan mengobrol sementara Mia masih sibuk membereskan sisa makanan dan mencuci piring nya.
Dan setelah selesai Mia pun ikut menyusul suaminya yang sedang berkumpul bersama keluarga nya namun tiba-tiba saat ia masuk kearah pintu ruang keluarga ia tiba-tiba pingsan dan terjatuh tidak sadar.
Seketika seisi rumah pun berteriak karna kaget melihat Mia yang tiba-tiba pingsan. Fendy berlari lebih dulu untuk menggendong istrinya dan ia bawa ke kamar untuk di tidur kan di kasur, sementara ibu mertuanya mengambil minyak angin untuk membantu menyadarkan nya. Namun Mia tidak juga sadar malah kedua bibirnya menyatu dan sulit untuk di buka, dengan inisiatif Fendy pun menggigit jari jempol kaki Mia agar sadar namun juga tidak sadar-sadar.
Setelah beberapa menit mata mia tiba-tiba terbuka dan melotot kearah mereka yang sedang mengerumpuli nya, semua orang pun di buat bingung dengan sikap Mia yang aneh. mertuanya pun heran dan berkata pada Mia kenapa kamu Mia kenapa, semua orang pun sama.
Akhirnya dengan ingatan yang masih jelas ibu mertuanya pun pergi ke dukun yang tempo lalu menolong Mia, dan dengan cepat dukun itu pun langsung menghampiri Mia untuk ia obati dan karna memang rumahnya yang tidak jauh hanya bersebrangan saja.
Setelah sekian menit dukun itu membaca mantra dan dengan segala ritual nya akhirnya Mia pun sadar dari sikap aneh nya. Badannya langsung lemes seketika dan keringat dingin pun keluar bercucuran, ketegangan di antara mereka pun langsung luruh saat melihat kondisi Mia yang sudah membaik.
__ADS_1