Perjalanan Hidup Seorang Dara

Perjalanan Hidup Seorang Dara
bab 86 Hamil


__ADS_3

Waktu demi waktu berlalu hubungan mereka semakin baik karna komunikasi yang terjalin dengan baik, Mia sudah mulai terbiasa dengan sikap suaminya dan Fendy pun sudah bisa mengerti dengan posisi nya sekarang.


Keinginan Mia untuk mempunyai keturunan rupanya di kabulkan oleh sang Pencipta, saat ini usia kandungan nya sudah menginjak 7 bulan. Betapa bahagianya keluarga mereka terutama para orang tuanya yang sebentar lagi akan menerima cucu pertama mereka.


Hari ini suasana rumah sang mertua sangat lah ramai di kumpulin banyak saudara yang ikut membantu acara 7 bulanan yang di adakan di rumah itu, atas dasar permintaan kedua orang tua mereka acara itu pun berlangsung sangat sakral. Dari jaman turun temurun jika hamil anak pertama sudah di haruskan untuk mengadakan syukuran 7 bulanan dengan tujuan mendoakan ibu dan si jabang bayi agar sehat, selamat sampai persalinan nanti.


Hal yang paling di tunggu dalam acara itu adalah pecah kelapa yang sudah di gambari 2 wayang di sisi kanan dan kiri yang di batasi garis lurus. Konon katanya jika sang Ayah membelah nya lurus di tengah-tengah maka anak yang lahir akan berjenis kelamin laki-laki, tapi jika pecahnya tidak pas di tengah-tengah maka anak nya perempuan.


Suara riuh tamu undangan syukuran itu pun mengiringi Fendy yang akan memecah kelapa itu terdengar suara orang yang ikut antusias berteriak, laki-laki, perempuan, laki-laki, perempuan. Berkali-kali terdengar dari arah dapur.


Biasanya ada acara siraman, namun Mia tidak memakai adat itu, menurutnya di buatkan syukuran begitu saja sudah cukup yang terpenting adalah doa para undangan yang hadir, mertuanya pun mengiyakan, yang terpenting sudah di selamati.


Acara berlangsung baik, semua sudah selesai di laksanakan. Saking lelahnya Mia pun ijin untuk tidur terlebih dahulu, karna memang janin nya sangat aktif sekali yang terus saja bergerak di dalam perutnya.


'' Sehat-sehat ya Nak, hari ini kita di buatkan acara syukuran buat kita sayang, sehat slalu ya sampai nanti kita berjumpa. '' usap Mia pada perutnya, yang di balas gerakan oleh sang bayi.


Mia menikmati sekali kehamilannya ia merasa semua orang banyak yang memperhatikannya segala apa yang ia mau langsung di turuti, karna semuanya takut jika nanti anak nya akan ileran jika tidak di turuti kemauan ibunya.


Sperti malam ini, waktu sudah hampir jam 10 malam, Fendy yang sudah berbaring di samping Mia, dan mengeluh elus perut istrinya itu, penuh kasih sayang dan kehangatan. Fendy sengaja resain dari tempatnya bekerja dan berpindah haluan bekerja menjadi supir lokal agar bisa sering pulang, mengingat istrinya yang sedang hamil besar dan tidak mungkin jika ia tidak mendampingi nya, apalagi ini anak pertama mereka sekaligus cucu pertama bagi orang tua mereka.


'' Mas... '' panggil Mia di sela-sela aktifitas nya


'' Hemm... '' jawabnya yang sedang mengelus-elus perut itu sambil terpejam

__ADS_1


'' Aku pingin makan kuah bakso. '' pinta Mia yang sedari tadi membayangkan nya namun ragu untuk mengucapkan nya karna cuaca yang sudah malam


'' Apa! Kuah bakso? '' Tanya Fendy kaget dengan permintaan Mia yang aneh itu.


'' Iya Mas, Aku pingin banget makan itu, kuahnya panas terus ada taburan daun seledri sama bawang goreng nya. Hemm sedap sekali, '' ucap Mia dengan ekspresi wajah yang menirukan kenikmatan


Fendy pun menghentikan aktifitas nya, ia berfikir sejenak. '' Mana boleh beli kuahnya aja, sayang? Pasti harus sama baksonya. '' ucap Fendy yang sedang bingung dengan permintaan istrinya.


Belum lagi hampir setiap malam Mia selalu minta jatah hingga Fendy sering kewalahan menghadapi nya, ingin menolak namun Mia langsungnya marah, sebenarnya bukan menolak karna enggan tapi karna kasihan pada Mia yang sudah hamil besar. Ntah karna bawaan bayi atau memang hasratnya semakin tinggi saja. Sehingga hampir setiap malam mereka melakukan nya.


Fendy pun akhirnya menuruti permintaan Mia ia segera keluar kamarnya dan akan pergi mencari pesanan Mia namun setelah ia fiki-fikir Fendy pun kembali lagi masuk kekamar nya.


'' Kamu ikut aja yuk. Gak enak aku mau ngomong nya sama yang jual. Nanti beli baksonya aja biar aku yang makan baksonya kamu makan kuahnya ya. Kalo di bawa pulang udah gak panas lagi, kan kamu tadi minta nya yang panas. Ya kan?'' ucap Fendy beralasan karna dia malu untuk mengucapkan pesenan istri nya itu pada pedagang nya


Mia segera pesan bakso itu satu porsi. dengan menyebutkan apa yang dia inginkan, sang pedangang pun menuruti nya karna yang meminta orang yang sedang hamil.


2 menit kemudian sudah tersaji lah bakso itu di atas meja di warung itu yang kebetulan tidak ada pengunjung yang datang, mungkin karna sudah malam.


Mia menyeruput kuah itu dengan nikmatnya ia pun mencoba memakan bakso nya ternyata enak. batinya


'' Ini Mas, aku udah selesai. '' ucap Mia pada suaminya yang sedang menghabiskan rokoknya


Fendy pun masuk kedalam warung itu, '' Di habisin lah, sayang itu tinggal sedikit lagi. '' ucap nya yang menatap mangkuk berisi setengah kuah dan 1 bakso bulat besar yang hilang separo

__ADS_1


'' Udah kenyang aku Mas, ternyata bukan cuma pingin tapi dia juga laper hehe. '' ucap Mia sambil mengusap perutnya


Fendy pun tersenyum, '' Gak papa, yang penting kalian sehat. '' ucapnya yang lalu menghabiskan sisa bakso itu.


Ini bukan kali pertama Mia meminta yang aneh, waktu usia kandungan nya menginjak usia 5 bulan Mia menginginkan kacang rebus yang di jual di tempat hiburan. Karna takut jika mitos ileran itu akan menempel pada anaknya kelak, Fendy pun menuruti nya walaupun harus mencari-cari ntah dimana tempatnya dan kebetulan di lain tempat ada acara pasar malam yang baru saja di buka, dan langsung saja ia membelinya di sana dan membawa pulang kacang rebus itu.


Sampai di rumah Mia hanya memakan 3 biji saja sisanya di habiskan oleh saudara-saudara Fendy. Sempet kesel namun Fendy menyadari nya jika nyidam nya orang hamil emang sperti itu. Mia tidak memintanya untuk cukur gundul aja suda alhamdulillah baginya.


Sepulang dari warung bakso mulut Mia masih saja mengoceh yang tidak jelas masih saja ada makanan yang ia inginkan namun makanan itu Fendy tidak pernah dengar.


'' Mas, aku pingin makan serabi deh. '' ucapnya polos


'' Itu makanan apalagi si dek? Tadi kuah bakso sekarang serabi, itu dede bayinya lihat di mana si, kok pinginnya aneh-aneh gitu, '' jawab Fendy yang merasa semakin aneh saja permintaan Mia itu


'' Itu lo mas jenis makananya orang Jawa, yang masak nya pake wajan tanah terus masaknya pake arang, terus makanya pakai kuah gula dan santen yang di campur, hemm enak sekali kayaknya. '' ocehnya lagi


'' Pertanyaan nya cari nya dimana? Aku gak tau betul itu makanan apa? Bahkan namanya aja baru tahu sekarang. '' jawba Fendy


'' Di pasar tempat ibu jualan itu dulu pernah ada lo Mas. Nati kita kesana ya. '' pinta Mia


'' Iya sayang, '' jawab Fendy


Mereka sudah sampai di rumah, Mia sangat bahagia sekali sejak kehamilan nya Fendy semakin sayang padanya bahkan ia selalu ada di saat Mia butuhkan, perhatian nya pun semakin baik.

__ADS_1


__ADS_2