
fendy menelpon Mia setelah telpon ya terputus dengan santi. Namun belum saja ia mau menelpon mobil yang ia parkir sudah penuh, akhirnya fendy pun melanjutkan pekerjaan nya.
*
andi terduduk dengan kaki yang satu di luruskan dan yang satu iya lipat, dengan memegangi ponselnya mengusap-usap layarnya, yang ia terapkan wallpaper wajah mia, dengan senyum tipis nya ia berkhayal jika suatu nanti bisa bersanding dengan mia, walaupun itu hanya sebatas angan dan impiannya.
andi pun mengirim pesan untuk mia
(jika kamu hanya mimpi indah untuk ku ijinkan aku menjadi pemilik hatimu walau hanya sebentar saja.)
andi mengirim pesan itu.
dia pun meletakkan ponselnya dan melanjutkan pekerjaan nya lagi, sambil menunggu jawaban apa yang akan mia berikan. tak lama kemudian mia pun membalas pesan itu.
(jika ada harapan aku akan mempertahankan kamu, bukan untuk sekarang tapi untuk selamanya, trimakasih karena sudah mengerti keadaan ku, memahami setiap pemikiran ku. kamu adalah makhluk terbaik yang pernah aku kenal.)
andi membiarkan pesan itu, tidak langsung membukanya walaupun rasa penasaran nya tinggi namun dia membiarkan nya, ia masih melanjutkan pekerjaan nya.
*
Mia melipat kedua tangannya duduk di depan toko bajunya, mengingat pesan andi yang membuat ia berfikir dan merasa bersalah telah memasukan andi kedalam hatinya, yang nyata-nyata dia sudah memiliki kekasih. dalam hatinya banyak pertanyaan apa mungkin hubungan nya dengan fendy akan berjalan mujur jika mereka saja sering kali berbeda pendapat.
apa mungkin andi hadir karna sudah mendapat ijin dari Tuhan, agar bisa menggantikan posisi fendy kelak, sungguh jika memang begitu alangkah mujur nya Mia, sperti kata orang tidak dapat gadisnya dapat jandanya.
Mia pun menutup wajahnya sperti orang frustasi. Hidup ini rumit Tuhan jika memang ini jalan yang sudah Engkau gariskan maka akan aku teruskan.
Mia pun berdiri hendak masuk ke toko, tiba-tiba idin datang membawa bungkusan dan memanggil Mia, Mia yang mendengar pun menengok ke arah suara itu, sementara idin melambaikan tangannya agar mendekat menghampiri nya, namun Mia hanya diam saja tidak bergerak hanya menunggu di tempat.
'' nih titipan dari laki lu! ''
ucap idin sambil memberikan bungkusan itu.
'' apa ini?''
ucap Mia yang sudah paham jika itu dari andi
'' ya liat aja ndiri, napa tanya gua! ''
ucap idin yang sudah duduk di depan pintu gudang sambil memegangi ponselnya
Mia pun memutarkan bola matanya, rasanya kesel sekali jika sudah bertemu dan bicara dengan idin, namun jika tidak ada idin mungkin pasar akan sepi tiada yang menghibur nya di saat sepi pembeli.
saat Mia membuka bungkusan itu ponselnya berbunyi, ia pun melihatnya.
(di makan buat makan siang ya adek sayang, jangan makan bubur terus nanti lembek lo hehe)
isi pesan dari andi.
Mia pun langsung menghampiri idin yang sedang serius menatap ponselnya.
plakk plakk plakk
mia memukul pundak idin berkali-kali,
'' dasar lemes, mulut perempuan, belum pernah kena bogem apa ya! ''
ucap Mia terus-terusan karna Mia merasa jika idin memberi tahu andi soal yasin yang sering memberikan nya sabu.
idin yang mendapat perlakuan itu langsung tertawa, sambil memberi ekspresi menahan sakit karna mendapat pukulan dari Mia,
'' sakit tau, anjir emang, harusnya lu tu terimakasih sama gua, karna lu bisa dapat perhatian dari si andi tau! ''
ucap idin yang merasa bener sendiri
'' apa! emang ya kalo ngomong suka seenak nya sendiri, di kira gak pake hati apa nerjemahin nya! ''
ucap Mia
'' kita itu punya hati kali om, kalo tujuan om ngadu domba, males banget ih, cerita sama om lagi!. ''
ucap Mia yang lalu pergi masuk ke tokonya
sementara idin bengong karna ucapan Mia masuk semua kedalam pikiran nya.
Mia membuka dan melihat isi dari bungkusan itu. nasi uduk dengan lauk kompil dan minuman dinginnya.
dalam hatinya berucap seperhatian ini kamu sama aku, kenapa gak dari dulu aku kenal kamu.
Mia ingat jika belum membalas pesan dari andi.
( trimakasih abang, adek akan habiskan. Maaf ya sudah membuat luka, adek tak bermaksud.)
Mia mengirim pesan itu.
__ADS_1
baru hendak menyuap kedalam mulut nya idin masuk mengagetkan Mia.
'' iddiiihh, makan gak tawar-tawar!. ''
ucap idin
Mia terbatuk gara-gara tersedak nasi yang baru masuk lalu tertelan karena kaget oleh suara idin.
idin pun langsung memberi kan minum kepada Mia, sambil tertawa lepas Mia pun kesal melihat ekspresi idin namun Mia hanya diam tak menjawab nya. masih melanjutkan makan nya.
'' Mia, gua minta maaf deh iya gua salah si udah cerita itu sama andi, tapi dia kan gak ada masalah sama semua itu, justru dia bilang makasih sama gua karena udah kasih tau dia. ''
ucap idin sambil menatap Mia yang sedang makan
'' iya, makasih di depan om, tapi sakit di belakang nya untung andi orang baik kalo nggak, pasti dia gak bakalan Terima itu. ''
ucap Mia
'' kenapa gitu! ''
ucap idin yang tidak mengerti maksud Mia
'' astaga om! ternyata om ini tua di umur doang ya! masa gitu aja gak ngerti! ''
ucap Mia sambil menahan emosinya.
idin pun menggeleng-gelengakan Kepala nya, sambil sesekali menatap ponselnya.
'' kebanyakan makan ponsel ya gitu! udah ah sana aku mau makan, ganggu aja! ''
ucap Mia
'' iddiiihh, kalo gak ada gua tu makanan gak bakalan sampe sini! ''
idin beranjak meninggalkan Mia
'' iya! makasih om idin.''
ucap Mia dengan nada terpaksa.
FLASHBACK ON
idin turun dari motor sepulang dari mengantarkan telor pesanan pelanggan, pulangnya ia mampir ke bengkel tempat andi bekerja, dia duduk di kursi yang berada di samping andi bekerja, merebahkan badannya sambil melihat ponselnya. Tidak berapa lama sang pelanggan yang motor nya sudah jadi
'' dari siapa, mia?''
tanya idin yang masih fokus dengan ponselnya dan hanya di angguki oleh andi
'' tanyain enak nggak tiap hari nyabu. ''
ucap idin yang membuat andi tertegun dan menatap idin dengan penasaran.
'' ngapain lu natap gua kayak gitu! ''
tanya idin sambil meminum air yang di berikan andi
'' maksut apa kang, gue gak ngerti, sabu, apa sabu yang terlarang itu, atau apaan sih?''
tanya andi dengan beberapa pikiran nya yang mulai negatif
idin tersenyum, dan memulai pembicaraan agar andi tidak salah paham
'' dia di deketin cowok, yang kerja jadi tukang vermak.''
andi tertawa mendengar ucapan idin dia beranjak mengambil minuman yang berada di dalam kulkas di bengkelnya.
'' ganteng si kalo menurut gua. ''
ucap idin, andi pun tersedak dan menoleh menatap idin dengan tatapan penuh tanya.
'' seganteng apa sih! iya gue tau Mia itu bukan cuma cantik tapi juga pemikiran nya menarik, wajar si kalo dia banyak yang suka. ''
ucap andi berlalu dan duduk di samping idin lagi
'' nah itu, dia bilang si gak ada rasa cuma si laki nya itu hampir tiap hari ngasih sarapan buat si Mia, dan Mia pun nerima itu, dia bilang si gak enak kalo di tolak selagi dia mau berteman ya gak papa yang penting masih batas wajar. ''
ucap idin
'' hemm, gua titip sesuatu ya buat Mia. ''
ucap andi dan berdiri hendak mencari sesuatu
'' mau kemana lu?''
__ADS_1
tanya idin
'' udah makan belum lu kang, kalo belum gue beliin?''
ucap andi
'' udah, jam segini belum makan bisa pingsan gua. ''
jawab idin
'' ya udah tunggu bentar! ''
andi pergi meninggalkan idin kesalah satu warung nasi yang berada tidak jauh dari bengkelnya, ia membeli 2 bungkus nasi yang 1 ia bungkus berbeda karna berniat akan ia berikan kepada Mia, andi pun pulang ke tokonya setelah nasi itu jadi, ntah suka atau tidak yang terpenting sekarang adalah perhatian nya terhadap Mia.
masalah jika ada seseorang yang mendekati nya itu bukan sepenuhnya salah Mia, memang dasarnya Mia adalah sosok seorang perempuan yang menurut andi, pantas mendapat perlakuan baik dari siapapun, bahkan rasa bersalah dan penyesalan andi pun sangat besar karna tidak mengenal nya dari dulu.
andi tersenyum tipis dan memberikan bungkusan itu kepada idin yang di Terima oleh idin, dan berpamitan untuk pulang ke gudang lagi, andi hendak menulis pesan namun dia urungkan, menunggu pesanannya sampai dulu.
FLASHBACK OFF
Mia selesai memakan habis nasi dari andi tanpa menyisakan sedikit pun, ia merasa kekenyangan, karna porsinya yang terlalu banyak, Mia menyandarkan badanya ke dinding dan menatap sekeliling nya. ponselnya bergetar ia menatap siapa yang menelpon ternyata.
'' hallo, mas assalamu'alaikum. ''
ucap Mia
'' waalaikumsalam sayang, lagi apa nih?''
tanya fendy dengan penuh semangat.
'' habis makan aku mas kekenyangan, karna jam segini udah makan 2 kali. ''
jawab Mia
'' wahh, makan pake apa yang?''
tanya fendy
'' tadi pagi sarapan bubur, ini makan nasi uduk paket komplit. ''
jawab Mia
'' enak dong... kok aku gak di tawarin sih?''
ucap fendy
''hehe, kalo deket aja aku tawarin mas, sayang nya jauh, pasti ujungnya suruh ngelemparin kesana, kan sayang hehe''
jawab Mia ngeles, padahal memang dia tidak berniat menawari fendy
'' hehe, iya juga. Aku kangen lo sayang! ''
ucap fendy
Mia memenyunkan bibirnya seakan kata kangen itu hanya kata kiasan yang sudah tidak penting lagi di hatinya terlebih saat dia sudah tau jika fendy sering berhubungan dengan santi.
'' iya sama, aku juga, kapan mas pulang?''
tanya Mia basa basi
'' hemm, kok cuma gitu si jawab nya, kamu kenapa sih yang... ''
tanya fendy dengan nada kecewa karna jawaban Mia yang sedikit menggantung
'' gak papa mas, beneran aku juga kangen sama kamu, aku kan juga nunggu kamu pulang, gimana sih?''
ucap Mia lembut agar fendy tidak salah paham
'' iya sayang, tunggu aku ya, palingan bentar lagi soalnya di sini barang nya udah mulai berkurang. ''
ucap fendy
''oh, iya dong staytune slalu aku mah. ''
jawab Mia
'' mas udah dulu ya ada pembeli nih, bye assalamu'alaikum. ''
pamit Mia
'' waalaikumsalam. ''
jawab fendy sedikit kecewa karna rasa kangen nya yang belum terobati, namun dia mencoba paham akan kondisi Mia sekarang.
__ADS_1