
sepulang dari pasar Mia beranjak ke dapur membantu ibunya sperti biasa, menempel kan earphone dan memutar lagu favorite nya, lagu kangen band yang berjudul yakinlah aku menjemput mu.
Mia sangat menghayati lagu itu sambil sesekali ia ikut menyanyikannya.
seharian sangat penat sekali, Mia membaringkan badanya di kasur kamar tidurnya, sperti biasa Mia membuka sosmed nya dan sesekali membalas pesan dari fendy dan andi, tiba-tiba mb ema menelpon nya membicarakan bahwa esok akan belanja dan bongkar barang baru, Mia pun mengiyakannya.
*
pagi hari Mia berangkat di antarkan kakaknya karna ia akan pulang sore sperti biasa jika ada barang baru pasti Mia akan pulang telat, sang ibu pun di antar oleh kakaknya yang nanti pulang akan di jemput.
Mia masuk ke dalam toko yang sudah ia buka, membersihkan dan memajang beberapa baju dan celana yang baru. beberapa hari ini suasana hatinya sangat tidak karuan mengingat kembali hubungan nya dengan andi yang mulai semakin dekat, dan hubungan nya dengan fendy yang sedikit membaik.
rasa ingin melepas kan salah satu dari mereka kadang ada, di tambah lagi yasin yang berkali-kali meyakinkan dia untuk menjadi pacar nya, lebih tepatnya lagi seorang istri, Mia pun sudah mengakui nya kepada yasin jika dia sudah memiliki tunangan, yasin pun tak mempermasalahkan itu, justru dia berfikir jika masih ada waktu sebelum janur kuning melengkung itu masih milik bersama.
Mia sperti orang frustasi memikirkan kisah Asmara nya yang semakin hari semakin rumit saja, antara ujian dalam hubungan atau memang Tuhan masih memberi kan pilihan kepadanya.
( nanti siang makan bakso yuk!)
ajak yasin dalam pesan yang di kirim nua
Mia membuka pesan itu dan membalasnya.
( bos ku gak datang mas gak ada yang nunggu toko, gimana?)
(padahal aku mau ngobrol banyak sama kamu! tapi ya sudahlah kapan-kapan saja.)
balas yasin
(ok mas, maaf ya.)
balas Mia lalu meletakkan ponsel nya di lantai.
Mia pun berbaring sambil mendengar kan lagu favorit nya, hari ini sepi tanpa idin, karena dia tidak masuk kerja.
(dek, waktu pernikahan mu sudah mulai dekat, boleh nggak abang minta sesuatu sama adek?)
isi pesan dari andi
Mia membaca pesan itu, langsung terkaget dan terduduk sambil berfikir jawaban apa yang akan ia ucap kan, permintaan apa yang andi maksud, jika di iya kan, apa aku sanggup untuk menurutinya, Mia membiarkan pesan itu sedikit lama, masih berfikir jawabannya apa yang akan ia balas kan.
( hanya sedikit waktu sayang, bukan apa-apa, karna mencintai itu tidak harus merusak apalagi menginginkan sesuatu yang terlarang, abang masih paham akan itu jangan takut!)
andi mengirim pesan lagi seakan tahu apa yang di pikiran Mia,
Mia pun terkaget dengan isi pesan itu, mengapa dia paham jika aku memikirkan sesuatu yang terlarang, memang benar cinta itu tidak harus memiliki, tapi jika itu harapan nya, lantas bisa apa, melawan takdir pun tidak mungkin hanya menanti kuasa Tuhan yang bisa menyatukan cinta ini.
(ia bang, abang mau minta sesuatu apa? InsyaAllah kalo adek bisa adek lakuin.)
Mia membalas tanpa banyak basa basi
(abang mau jalan bareng sama adek, seenggaknya sekali aja, boleh kan?)
pinta andi dalam pesan itu
( ok adek pikirin dulu ya, nanti adek kabarin.)
balas Mia
(stay slalu buat mu sayang, semoga bisa ya love you so much)
balas andi
andi sangat bersemangat, walau pesan terakhir nya tidak di balas, mungkin Mia sedang sibuk, itu lah yang ada di pikiran andi, tidak perduli perasaan nya sedang di permainkan tidak perduli cinta nya akan bertepuk sebelah tangan, bahkan ia pun tidak perduli hatinya akan sakit jika kenyataan takdir menyatukan fendy dan Mia, setidaknya sedikit saja dia sudah merasakan kasih sayang dari Mia.
mungkin cinta andi, bisa di bilang cinta buta, tidak memandang siapa dan apa yang ada di hadapan nya.
andi masih sibuk berkutik dengan alat kerjanya, sudah pukul 2 sore, keadaan masih lumayan rame pengunjung bengkel yang hendak servis motor mereka, namun ponsel andi tidak berhenti berdering, ia pun menghampiri sambil mengelap tangan nya yang kotor melihat isi panggilan itu adalah Mia, dia pun sangat bersemangat.
'' hallo, assalamu'alaikum. ''
jawab andi dengan wajah yang sangat berseri karna sangat senang.
sampe orang yang berada di tempat itu merasa heran dengan andi yang senyum sendiri saat menerima telpon.
__ADS_1
'' waalaikumsalam, 1/2 jam lagi jemput aku bisa?''
ucap Mia tanpa basa basi
'' hah! 1/2 jam. Serius ini dek?''
jawab andi kaget karna Mia mengabari nya sangat dadakan
'' iya, soalnya bentar lagi aku slesai bongkar barang, kebetulan hari ini aku pulang sendiri, gimana bisa nggak, kalo gak bisa juga gak papa?''
ucap mia
'' oh! emm, bisa kok tapi sabar ya, abang selesaikan tugas abang dulu, ok! ''
jawab andi sangat antusias dan bahagia
'' ok! aku tunggu ya... ''
ucap Mia senang
ponsel sudah mati andi segera pamitan kepada pamanya, yang di iyakan oleh pamanya, tanpa basa basi andi pun segera pulang untuk bersiap bertemu Mia.
*
Mia baru saja selesai menyusun barang-barang yang baru saja ia beri kode, semua sudah tertata, bosnya pun berpamitan untuk pulang, sedangkan Mia masih menunggu andi di seberang jalan di depan ruko yang sudah tutup, mengenakan kaos panjang berwarna merah rambut hitam terurai dan celana jeans hitam serta switer yang tidak pernah ketinggalan selalu di bawa oleh Mia.
duduk menatap jalanan yang sudah muali sepi, melihat jam yang sudah mendekati jam 3 namun andi belum juga datang, Mia berfikir mungkin saja dia masih sibuk di bengkelnya, karena salah juga Mia memberi tahu secara mendadak. Mia menunduk membuka ponselnya hendak menelpon andi namun tiba-tiba yang di tunggu datang.
laki-laki memakai kaos putih celana hitam dengan sendal slop dan rambut yang tertata rapi dengan kulit sawo matang nya membuat nya terlihat sangat karismatik. Mia terpana melihatnya.
'' udah lama ya dek?''
tanya andi turun dari motornya
Mia masih diam menatap andi dengan serius sambil tersenyum tipis, andi pun menggerakkan tangannya di hadapan Mia agar Mia sadar.
'' udah ayok, nanti keburu sore lo, aku bisa di marahin ibu nanti!. ''
ajak Mia tanpa basa basi
'' kita mau kemana?''
tanya andi
'' abang yang ngajak, ya abang yang tentuin lah! ''
jawab Mia yang tiba-tiba merangkul andi dari belakang menaruh dagu nya di atas bahu andi, andi yang merasakan itu sperti di sengat listrik, ada yang bergetar di seluruh badannya, hembusan nafas Mia membuat konsentrasi nya pudar seketika.
'' emm, ki--ta beli cemilan dulu aja ya! ''
ucap andi sedikit gugup karena kaget akan perlakuan Mia yang tidak ia bayangkan sebelum nya.
'' iya, aku ikut aja. ''
jawab mia, ia pasrah akan di ajak kemana, karna menurut nya ini sebagai perpisahan yang menyisakan kenangan indah.
sudah sampai di minimarket, Mia turun andi masuk kedalam sambil menggandeng Mia, seakan biasa tanpa malu, sperti dua insan yang sedang di mabuk asmara, banyak mata memandang ke arah mereka namun andi tidak perduli, kapan lagi dia bisa begini, jika suatu saat nanti mereka berpisah mungkin hanya ini kenangannya.
'' pilih, adek mau nya apa?'' tanya andi lembut, sambil mengelus tangan Mia
'' es cream aja 1 ''
jawab Mia singkat
'' yakin! itu aja, gak ada yang lain?''
tanya andi lagi, Mia hanya mengangguk tidak menjawab, sementara itu andi mengajaknya be keliling minimarket dia mengambil beberapa cemilan minuman, bahkan Mia pun di ajak ke arah skincare yang biasa ia pakai.
'' adek pilih sesuka nya, apa yang adek pake ambil, pliss gak ada penolakan ya, sayang... ''
ucap andi sambil menatap Mia penuh cinta
'' jangan terlalu berlebihan bang, adek gak suka, ini aja udah lebih dari cukup lo. '' ucap Mia tak enak hati, Mia berfikir ini bukan kewajiban mu, ini semua bukan tanggung jawab mu, tapi kenapa kamu seperhatian itu sama aku, jujur aku nyesel banget gak kenal kamu dari dulu, apa harus aku melawan semua orang untuk mempertahankan kamu.
__ADS_1
'' sayang, pliss kali ini aja ya?''
ucap andi memohon sambil mencium tangan Mia yang sedang ia genggam.
Mia pun mengangguk dan mengambilnya berberapa skincare yang ia butuh kan, setelah selesai semua barang di bawa andi ke depan kasir masih sama tangan Mia tak terlepas dari genggaman nya.
mereka sudah keluar minimarket, andi membuka minuman botol dan memberikan nya kepada Mia untuk meminumnya. Mia menolaknya namun andi kaget ketika Mia meminta andi untuk meminum minuman nya itu terlebih dahulu.
'' adek gak suka, mau abang ambilin yang lain?''
tanya andi namun Mia hanya menggeleng kan kepalanya mengambil air minum yang sedang di pegang andi lalu meminumnya nya. melihat itu andi pun tersenyum puas ia sangat bahagia hari ini.
mereka sudah berjalan lagi, dengan membawa banyaknya belanjaan.
'' kita kemana ya dek?''
tanya andi
'' kepantai aja yang deket bang, kalo mau cari tempat lama nanti keburu sore. ''
jawab Mia
'' iya ya, habisnya dadakan si hehe, tapi gak papa abang udah seneng banget kok bahagia malah! ''
ucap andi sambil menggenggam tangan Mia sambil satunya menyetir motornya
'' abang gak capek apa, dari tadi tangan ku gak di lepas-lepas, ''
ucap Mia yang merasa tangannya sudah berkeringat karna sedari tadi terus di genggam
'' nggak lah, kapan lagi coba bisa berdua kayak gini, bisa jadi besok dan nanti kamu udah jadi milik orang lain, jadi manfaatkan kesempatan yang ada. ''
jawab andi sedikit sedih namun ia tutupi
Mia merasa sangat bersalah, namun ini sudah terlanjur, ia pun harus tega dan tegar dalam memilih keputusan.
sudah sampai pantai, cuaca di sore hari dengan angin yang berhembus di saksikan ombak yang berdebur santai, mereka duduk menghadap membelakangi matahari, di atas batuan pantai duduk berdua Mia menyandarkan kepala nya di pundak andi, andi pun menempelkan Kepala nya di kepala Mia tanpa melepaskan genggaman tangannya.
'' janji sama abang ya dek, jika suatu saat nanti kamu di sakiti sama fendy, kamu harus kabarin abang lebih dulu, abang yang akan datang membawa kamu pulang. ''
ucap andi dengan penuh harap dan kasih sayang
Mia hanya diam dan mengangguk, menikmati kebersamaan mereka saat ini.
lama mereka berdiam, Mia pun membuka suara terdengar bergetar, ternyata Mia sudah meneteskan air mata nya dalam diam.
'' maaf, maafin aku ya bang, yang udah buat kamu sakit, aku gak bermaksud sperti itu, jika hati bisa memilih aku gak mau ngelepasin abang, tapi apa daya, hatiku tertali dengan orang tua ku, andai dulu aku belum kenal dia pasti aku pilih kamu. ''
air mata Mia menetes lagi.
andi melihat itu mengubah posisi duduknya mengusap air mata mia.
'' ini buka salah adek, abang yang minta, abang yang mau, justru abang berterima kasih karena adek udah mau nerima abang, walau hanya sedetik, abang udah bahagia banget, jangan bilang ini salah adek lagi ya, jangan nangis, air mata adek terlalu berharga, maafin abang ya yang belum bisa berbuat apa-apa, semoga Allah menakdirkan kita untuk bersama suatu saat nanti amiin. ''
ucap andi sambil mengusap pipi dan rambut Mia.
'' amiin. ''
ucap Mia mengamini ucapan andi
'' udah ah, gak usah sedih-sedihan lagi, kita tadi beli es cream kan, kita makan dulu terus pulang, ok! ''
ucap andi mengubah suasana agar sedikit happy walaupun dalam hatinya pun menangis namun ia mencoba kuat dan tegar.
Mia pun mengangguk dan membiarkan andi mengambil es cream itu.
mereka menikmati es cream itu, sesekali bertukar es cream untuk saling mencicipi rasa dari es cream mereka.
'' adek gak jijik apa, makan bekas bibir abang?''
tanya andi yang merasa heran dengan Mia, karna baru kali ini ada wanita yang mau makan bekas dari bibir nya, bahkan mantan-mantan nya yang dulu sama sekali tidak pernah mau.
'' nggak lah! kenapa jijik, kan sayang... hehe''
__ADS_1
ucap Mia dengan senyum genit nya membuat andi tambah gemes.
merka sangat menikmati suasana itu sampai akhirnya waktu yang memisahkan mereka...