
acara pernikahan sudah tinggal menghitung hari, semakin dekat dengan hari H Mia dan ibu menjadi semakin sibuk. Mereka sudah sedikit melupakan masalah yang seminggu lalu menimpa mereke, kepergian Ahmad tidak menjadi masalah dalam kehidupan mereka, mereka menganggap jika itu akan selesai dengan sendirinya, seiring berjalannya waktu pasti Ahmad akan berubah dan akan kembali lagi ke rumah mereka.
Mia sudah mengambil cuti dari tempat kerjanya, begitu pun ibu sudah libur sementara tidak berjualan, sampai nanti acara selesai. '' mi, nanti sore anterin ibu ke tempat bude warti ya, ibu mau total semua belanjaan. '' ucap Ibu
Mia yang sedang menyelesaikan membuat kue untuk suguhan tamu undangan pun mengiyakan ajakan ibu, keringat membasahi wajah Mia, terlihat sangat lusuh karena seharian ia berada di depan kompor memanggang kue untuk acara nanti.
Mia dan ibu sengaja tidak memakai jasa pembuatan kue karna ongkos nya yang mahal, dan modal yang tidak ada membuat Mia dan ibu nya harus bekerja sendiri. '' mi, fendy belum kasih tau kapan keluarga nya mau kesini?'' tanya ibu
Mia pun menggeleng, '' emang mau kesini, ngapain bu? Bukannya nanti ya kalo acara udah di mulai?'' jawab Mia yang belum paham maksud ibunya
ibu nya pun membuang nafas kasar. '' ibu juga gak paham sama keluarga pilihan kamu itu mi, di mana-mana kalo mau mendekati pernikahan itu, setengah bulan sebelum hari H seserahan udah di anterin, kok ini seminggu kurang kok belum juga dateng. '' ucap Ibu sedikit kecewa
Mia merasa tidak enak hati, bagaimana pun fendy adalah pilihan nya, sperti apapun kekuarangan nya itu sama saja kekurangan Mia, mau ia tegur tapi tidak enak hati seakan sperti apa di pandangan mereka, jika tidak di tegur tambah tidak enak dengan ibu nya.
Mia sudah sampai di tempat bude warti, ia menunggu diluar sementara ibu nya sudah masuk kedalam untuk membicarakan kebutuhan acara nanti, semua bahan pangan yang di butuh kan untuk prasmanan para tamu undangan di percaya kan kepada bude warti temen satu pasar ibu.
jika di kalangan Orang-orang biasanya menggunakan jasa katering, Mia dan keluarga nya mengambil kebiasaan orang di desanya memakai jasa seluruh keluarga besar dan para tetangga untuk membantu menyiapkan semua acara dari mulai masak, menerima tamu dan menata tempat acara.
' yang, nanti malam keluarga ku mau ke sana nganterin seserahan. ' isi pesan dari fendy
Mia membaca isi pesan itu ada rasa senang sekaligus penasaran di hatinya, sperti apa nanti reaksi dari keluarga nya, dan sperti apa yang keluarga fendy bawa, sungguh di hati nya sangat-sangat penasaran, ia takut jika mengecewakan keluarga nya.
'' bu, nanti malam keluarga fendy mau kesini, katanya mau anter seserahan. '' ucap Mia setelah ibunya keluar dari rumah bude warti dan menaiki motor nya.
__ADS_1
mereka jalan arah pulang, '' berapa orang yang kesini?'' tanya ibu
'' belum tau, aku belum tanya. '' jawab Mia yang memang belum membalas pesan dari fendy
'' tanya dulu, biar kita bisa siap makanan, kalo kiranya banyak kan kita bisa masak banyak, mumpung masih ada waktu. '' ucap Ibu
'' iya nanti jika sudah sampai rumah Mia tanyakan. '' jawab Mia
mereka sudah tiba di rumah, ibu langsung pergi kewarung yang tidak jauh dari rumah nya, sementara Mia menghubungi ayahnya memberi tahu jika keluarga fendy akan datang membawa seserahan. Setelah memberi tahu ayahnya ia mengirimkan pesan kepada fendy menanyakan siapa saja yang akan ikut. Setelah mendapat jawaban Mia pun memberi tahu ibunya.
*
pukul 7 malam keluarga fendy sudah tiba di rumah Mia, ibu terbengong melihat kedatangan keluarga Fendy, Mia ikut menyambut dari belakang begitupun ayah, yang sudah mempersilahkan masuk para tamu. Setelah acara sambutan, Saling mengobrol antara ayah dan pihak dari keluarga fendy, mereka pun menurunkan semua barang bawaan mereka.
ibu tercengang, melihat apa yang mereka bawa, beda dengan Mia yang belum paham sehingga hanya terlihat biasa saja
'' ya Allah mi, kalo cuma kaya gini aja mah ibu bisa beli 3 x lipat dari ini, '' ucap Ibu seakan tidak suka dengan apa yang di bawa oleh keluarga fendy
'' tadi gak ada yang nyalamin uang atau pa gitu yah?'' tanya ibu
'' gak ada. '' jawab ayah
Mia hanya menunduk melihat ekspresi ibu yang kecewa. sedari tadi ibu tidak berhenti berbicara kekecewaan ibu sangat terlihat jelas. '' sudah lah bu, mungkin rejeki Mia hanya segini, gak usah ngomong terus, di Terima aja, kalo memang ibu ada niat buat ngerayain pernikahan Mia, anggap aja itu nyenengin anak kita sendiri. ''
__ADS_1
ucap ayah menenangkan ibu
'' iya. Ayah bisa ngomong gitu, karna gak ikut nyari, yang ngrasain semua itu ibu yah, wajar lah kalo ibu kecewa. '' ucap Ibu
yang masih dalam pengaruh emosi
adi masuk ke dalam rumah terlihat dia baru pulang dari main. '' kenapa yah, kok rame gini?'' tanya adi yang sedari tadi merasa jika ada yang tidak beres
'' ya, biasa Di, ibu kamu, kalo gak suka ya sperti itu sikapnya. ''
jawab ayah santai sambil menikmati rokok yang sedang ia hisap
adi mengangguk paham dan lannitvke dapur untuk makan. '' jadi kerumah, tetangga nggak?'' tanya ayah
'' kamu aja aku mau tidur! '' ucap Ibu dengan nada jutek dan pergi meninggalkan Mia dan ayah
ayah pun sudah tidak heran dengan sikap istri nya itu, sudah sangat paham dengan watak sang istri, wajar sekali jika ia sperti itu, karna ayah juga tidak bisa menemani hari-hari nya. Akhirnya ayah memutuskan untuk silaturahmi ke tetangga sendiri.
'' ayah, pergi dulu mi, kunci aja pintunya ayah mau langsung pulang saja, kalo sudah selesai, besok baru ke sini lagi. Ini semua barang yang dari sana di simpen di belakang saja, nanti kalo sudah pada kumpul bisa di masak bareng. '' ucap ayah seraya melangkah kan kalinya keluar rumah
Mia membereskan semua nya dan mengunci pintu. setelah selesai ia masuk kedalam kamarnya, tumpah semua air matanya, menyesal tiada guna, mengulang sudah tak mungkin, jika memang takdir berkata sperti ini, maka hanya menjalani lah Satu-satunya jalan, bukan pemberontak sifatnya bukan pembangkang wataknya, hanya penolakan secara halus, supaya ia mendapat seseorang yang tulus.
Mia menangis sejadi-jadinya mengeluarkan semua yang ada di hatinya dengan air mata. ponselnya berkali-kali berbunyi namun ia abaikan tiada satupun yang ia angkat, rasa yang ada di hatinya terlalu sakit, dan sakit, semua sudah terlanjur, nasi sudah menjadi bubur. Tidak bisa di ulang, bukan salahnya namun memang ini kenyataan nya.
__ADS_1
selesai menangis ia merasa sedikit tenang, nafas nya sesegukan, matanya sembab, hidungnya sulit bernafas karna tertutup oleh ingus yang sudahembeku saking lamanya ia menangis sambil tertidur. ia melihat jam sudah jam 11 malam ia pun turun untuk mengambil air wudhu, sperti kebiasaan nya yang lalu-lalu ia selalu sholat dalam keadaan apapun untuk memenangkan hati dan pikiran nya.
banyak notifikasi panggilan tak terjawab dari fendy dan andi, sengaja Mia biarkan seakan-akan Mia sudah tidur.