
seharian ini Mia sangat penat sekali, aktifitas nya sangat padat, selain capek di toko pesanan kue ibu juga lumayan banyak, setelah magrib Mia membaringkan badannya di kamar nya, memainkan ponsel dan mendengarkan lagu dengan earphone.
kak ahmad baru saja pulang dari tambak, ahmad memang sering sekali ke tambak jika di rasa di rumah jenuh dan butuh hiburan, dia sering menghabiskan waktunya di tambak, untuk melihat vidio kocak dan mendownload lagu favorite nya.
ahmad masuk kedalam rumah, di lihat hanya ibunya yang masih menonton televisi sendiri, ahmad pun masuk ke arah dapur yang ia pikir adik kesayangan nya ada di sana ternyata masih tidak ada.
'' bu, Mia kemana?''
tanya ahmad yang sedari tadi mencari-cari mia
'' di kamarnya, palingan juga lagi mainan ponsel. ''
jawab ibu yang masih fokus dengan sinetron kesukaan nya.
ahmad pun masuk kedalam kamar Mia yang tidak di kunci, melihat Mia yang sedang memiringkan badanya, dan sedang membalas pesan, Mia pun tidak sadar jika sedari tadi ada ahmad di belakang nya.
sementara ahmad masih diam tanpa suara sengaja mengintip isi pesan itu, Mia yang masih fokus dengan ponsel dan isi lagi yang sangat ia sukai itu, tidak menggubris nya.
tiba-tiba ahmad bersuara.
'' iya sayang udah, aku lagi tiduran kamu lagi apa?''
ahmad bersuara manja mengikuti teks yang di tulis Mia di ponselnya.
seketika Mia pun berbalik badan dan melihat kakaknya sambil melepaskan earphone nya, Mia pun melemparkan bantal dan guling yang ada di dekatnya, karna malu dengan sang kakak.
'' kakak! ihh. Sejak kapan kakak di sini! ''
tanya Mia sinis
'' sejak tadi lah! liatin kamu lagi sayang sayangan sama siapa tadi. Oh iya my dear atau apalah itu. ''
jawab ahmad yang sempat membaca nama kontak fendy di ponsel mia.
'' biar, nanti matanya bintitan kapok lo! suka ngintipin orang si. ''
jawab Mia yang masih tidak Terima dengan sikap kakaknya
'' hahaha, bintitan itu berlaku buat yang ngintip orang lagi mandi, kalo ngintip orang sms an mah gak ada hukum nya kali! ''
ucap ahmad sambil tertawa
'' lagian, kakak ngapa sih kok di sini?''
tanya Mia.
sontak mata ahmad memandang ke arah Mia, yang sedari tadi sibuk dengan ponsel nya tiba-tiba langsung memandang Mia dengan penuh intimidasi.
Mia yang sadar akan ucapan nya yang salah pun langsung merenges dan membenarkan ucapannya.
'' maksud aku kakak, ada di kamar ku ada perlu apa?''
ucap Mia lembut sambil tersenyum paksa
'' emang gak boleh?''
tanya ahmad yang berubah murung tidak sperti tadi
'' ya boleh, kan cuma tanya gitu aja udah ngambek! ''
ucap Mia lalu membaringkan badannya lagi
melihat Mia mulai terbawa ekting ahmad, ahmad pun langsung menghampiri Mia dan menggelitiki Mia, Mia yang merasa geli pun tertawa terbahak-bahak, sesekali menarik tangan ahmad untuk memberhentikan nya.
__ADS_1
'' kak, udah geli hahaha, nanti aku gak enak makan lo kalo di gelitikin terus! ''
ucap Mia polos
mendengar kata gak enak makan, ahmad pun memberhentikan aksinya itu, ahmad terdiam dan duduk menatap Mia.
'' emang ada, gara-gara di gelitikin terus gak enak makan?''
tanya ahmad yang baru dengar dengan kata-kata itu.
'' ada lah! itu anak bayi kalo ada yang gelitikin perutnya atau di cium-cium sampe kegelian, pasti pelaku nya di marahin, terus emak nya bilang, jangan di gituin nanti gak enak makan! ''
jawab Mia sambil mempraktikkan nya
lagi-lagi ahmad tergelak mendengar jawaban mia.
'' emang dasar kamu ya, paling bisa bikin orang ketawa. ''
Mia pun membalas dengan tertawa kecil.
''kak makan bakso yuk?''
ajak Mia sambil memegang tangan kakaknya.
'' di mana, males mau keluar nya. ''
jawab ahmad yang masih fokus sama ponselnya
'' ya cari lah! kakak ni baru pulang, emang gak kangen atau rindu kek gitu sama aku, lagian pasti uang kakak kan juga masih banyak. '' ucap Mia sambil menaik turun kan alisnya
ahmad hanya melirik sekilas lalu membiarkan Mia dengan rengekanya.
'' ayo dong kak, sesekali aja ya, ya, ya, kak! ''
Mia pun melepaskan tangannya yang sedari tadi memegangi lengan ahmad, baru saja Mia mau membalikkan badanya, tangan Mia pun di tahan oleh ahmad, kemudian ahmad membelai rambut Mia dengan penuh kasih sayang.
'' tanya sama ibu dulu, kalo boleh kita pergi beli bakso. ''
ucap ahmad yang seketika membuat wajah Mia bahagia.
'' hoorree... ''
teriak Mia sangat senang sambil berlalu keluar untuk meminta ijin kepada ibunya.
Mia keluar kamar dan menghampiri ibunya yang masih serius menonton sinetron favorit nya.
'' ibu, aku pergi makan bakso sama kak ahmad ya?''
pinta Mia dengan lembut sedikit merayu.
'' udah malem, gak usah keluar, gak baik kalo mau makan bakso besok aja beli di pasar. ''
jawab ibu tanpa menatap Mia dan sedikit tidak suka.
ibu memang sperti itu, pling tidak suka jika anaknya keluyuran malam, jika melanggar pasti akan di denda dengan tidak di ajak bicara beberapa hari.
namun Mia tidak berhenti di situ Mia masih merayu ibunya.
'' bentar aja buk, gak lama kok! lagian kan aku pergi nya sama kak ahmad gak sendirian, ya bu ya. ''
rayu Mia lagi
'' mau sendirian atau ada kakak mu yang namanya permpuan itu gak boleh keluar malam, apalagi cuma nyari bakso kaya di rumah udah gak makan aja! kalo kamu maksa terserah! ''
__ADS_1
jawab ibu yang mulai sedikit marah, karena nada bicara nya yang sedikit meninggi.
mendengar itu Mia merasa sedikit terhentak di dadanya, Mia pun pergi masuk kekamar nya naik di atas ranjangnya, sementara ahmad yang masih duduk di tepi ranjang Mia pun kaget melihat ekspresi Mia.
Mia memiringkan badanya menetes bulir-bulir air dari matanya, namun tanpa suara Mia merasa sangat sedih dan sakit, bukan karena tidak boleh keluar tapi karna nada bicara ibunya yang membuat ia menangis.
ahmad pun merasa ada yang aneh dengan Mia, ia mendekat ke arah mia membalikkan badan Mia, namun Mia tidak mau berbalik, Mia tetap diam tanpa suara, melihat itu ahmad pun sangat iba dengan adiknya, merasa sangat kasian hanya karena permintaan sepele namun ibunya tega membentak nya.
'' dek, bangun dulu kakak mau ngomong. '' ucap ahmad lembut
tanpa menjawab Mia pun membangun kan badanya tanpa menatap ahmad Mia hanya menunduk sesekali menyeka air matanya yang turun.
'' udah, jangan nangis gak usah di ambil hati ucapan ibu tadi, bukanya Mia udah terbiasa dengan ucapan-ucapan ibu itu, kalo gak boleh keluar ya udah nurut aja, nanti kapan-kapan aja kita keluar nya ya. '' ucao ahmad menasehati Mia sambil sesekali mengusap kepala Mia
'' aku gak marah, aku juga gak sedih, cuman sedikit sakit aja di sini, aku gak masalah gak boleh keluar itu udah biasa buat aku, memang aku tau kalo aku itu gak boleh kemana-mana tanpa ibu, tapi kenapa harus ngucapin kata sesakit itu. ''
Mia menunjuk dadanya sambil menyeka air matanya
'' Kata-kata kaya udah gak makan aja, itu yang buat aku sakit kak, apa salah si kalua aku punya keinginan, kemauan, udah cukup ibu mengubur semua cita-cita ku, aku udah terima itu, tapi kenapa semua hal yang menurut aku sepele selalu aja gak boleh''
Mia masih menerus kan luapan hatinya,
ahmad hanya mendengarkan sesekali mengusap punggung mia.
'' yang sabar ya dek, ibu emang kaya gitu orang nya, mungkin emang udah watak nya, jadi susah. ''
ucap ahmad
Mia merasakan air matanya tidak berhenti menetes mia menginginkan waktu untuk sendiri akhirnya Mia pun meminta ahmad untuk keluar meninggal kan Mia sendiri.
'' aku mau tidur aja kak, kakak masih mau di sini atau mau keluar?''
tanya Mia halus takut ahmad tersinggung padahal dia ingin mengeluarkan semua air mata yang masih tersisa.
ahmad paham akan perasaan sang adik yang masih sakit dengan ucapan ibunya pun segera keluar.
'' ya udah, kakak keluar kamu langsung tidur ya. ''
ucap ahmad,
dalam hati ahmad, (baru saja mau melepas rindu dengan adik kesayangan nya, tapi ada aja masalah. )
'' iya. ''
Mia menutup pintu kamarnya Mia menangis di balik pintu kamarnya menekuk kakinya dan melipat kedua tangannya dan menenggelamkan kepala nya di lipatan tangan nya itu, Mia terisak tanpa suara.
lagi-lagi ucapan ibu masih terngiang-ngiang di telinga nya, Mia merasakan ada yang membelai lembut di kepala nya, belaian itu sperti Mia hafal, ya, dia, dia datang lagi, di saat kondisi hati Mia rapuh dan sakit atau pun menangis dia selalu datang.
(jangan nangis sayang, tidak apa-apa, ibumu tidak jahat hanya saja ia sangat takut putrinya kenapa-napa, jangan ambil hati ya, tetep jadi Mia yang baik dan pintar.)
bisikan itu seakan obat yang paling mujarab, air mata Mia Seketika berhenti, rasa tenang seakan mengaliri benaknya membuat hatinya kuat kembali, Mia bingung siapa dia, kenapa dia Selalu datang di saat aku butuh teman, Mia mendongak kan wajahnya, melihat di sekeliling nya.
sepi, iya sepi tidak ada siapa pun, siapa dia, dalam hati Mia bertanya-tanya, Mia tersenyum sambil memegangi dadanya.
'' trimakasih, sudah membuat aku sedikit tenang, siapapun kamu jadilah teman baik untuk ku. ''
Mia berucap seraya memejamkan matanya.
tidak lama kemudian tiba-tiba ponselnya berbunyi, Mia pun terkaget dengan suara ponselnya itu, Mia berdiri sambil menyeka air matanya, dan mengangkat telpon itu.
'' hallo. ''
Mia mencoba menetralkan suara nya yang habis menangis.
__ADS_1
next🥰