
Di saat usia kehamilan Ina menginjak 7 bulan seluruh anak temi yaitu anak dari istri pertama Roni merasa tidak terima akan hadirnya anak dari ina itu, meskipun merekan 1 ayah namun seluruh anak temi tidak bisa menerimanya nya begitupun dengan temi.
'' Mamak gak mau tau, ina dan anak nya harus musnah. '' ucap temi dengan wajah yang sangat sangar di depan anak-anak nya
'' bagaimana dengan Bapak Mak? Jika Bapak tau pasti akan marah. '' tanya anak bungsu temi
'' makanya kalian bersatu! Kalo kalian bersatu bapak kalian tidak akan melawan kalian! '' ucap temi penuh amarah
'' baik. Kami akan segera menghabisi ina dan anak nya yang sedang ia kandung. Aku sudah tidak sabar untuk melihat jasad nya. '' jawab anak sulung temi yang sudah di puncak emosi
'' bagus! Lebih cepat lebih baik. mumpung bapak kalian sedang tidak ada di rumah. '' ucap temi sambil tersenyum sinis
mereka mempersiapkan alat yang hendak di bawa untuk mengancam dan membunuh Ina.
tok tok tok
suara ketukan pintu. Nenek membuka pintu itu, terlihat dari luar ada seseorang bertamu ke rumah ina.
'' mang odih, ada apa kok kaya ketakutan gitu?'' tanya nenek
'' nek, kalo bisa sekarang ina di ungsikan saja dulu karna keadaan sudah tidak aman. '' ucap mang odih
'' tidak aman gimana? '' tanya nenek
'' itu nek. Rombongan anak nya temu mau kesini mau kasih peringatan buat ina. mereka ada yang membawa senjata. '' jelas mang odih
'' kamu tau dari mana mang?'' tanya nenek penasaran mendengar ***** sedang mengobrol ina pun datang menemui merdeka
'' tadi sewaktu saya pulang dari sawah, saya mendengar ada suara ramai di rumah Pak Roni. Waktu saya mendekat untuk bertamu ternyata saya mendengar jika seluruh anak Pak Roni akan kemari untuk memperingati ina, dan itu yang menyuruh temi. '' jelas mang odih
'' terus gimana mak, ina takut mak, terus ahmad sama adi gimana?'' bingung ina
'' sudah kamu gak usah bingung ina, nanti mak pikirin gimana ngadepin nya. '' ucap nenek
__ADS_1
'' kalo begitu, terimakasih ya mang atas informasinya. '' ucap nenek
'' iya nek, sama-sama, tolong jangan kasih tau mereka jika saya memberi tahu nenek dan ina, saya kasihan sama kalian makanya saya buru-buru kesini untuk memberi tahu kalian. '' ucap mang odih dan lalu permisi pulang
sepulang nya mang odih, nenek mengatur strategi agar anak-anak Roni tidak bisa menemukan ina. '' kamu bawa ahmad, biar adi di rumah sama mak. '' ucap nenek ina pun mengangguk
'' kamu pergi ketempat Nur lewat belakang, nanti kalo situasi udah aman, kamu pergi ketempat indun ya. Nanti main ke sana diam-diam biar gak ada yang tau. '' ucap nenek pelan tanpa ada yang tau termasuk adi dan ahmad
ina membawa ahmad bersama nyanya, meninggalkan adi bersama nenek nya, tidak banyak pertanyaan dari ahmad, ia hanya mengikuti ibunya kemana pun pergi. Sudah sampai di rumah Nur. ina pun mengetuk pintu dan masuk dengan cepat meminta tolong untuk berlindung sementara.
dari dalam rumah Nur ina bisa melihat rombongan anak -anak Roni menyambangi rumah nya, terdengar suara ramai seseorang marah-marah karna rumah ina yang tidak begitu jauh pun menjadikan ia bisa mendengar sedikit oantulan suara nya.
'' mana ina! suruh keluar dia! '' teriak anak sulung Roni kepada nenek
'' ina gak ada. Dia pergi '' jawab nenek sambil memeluk adi yang saat itu ketakutan melihat alat yang di bawa oleh anak Roni
'' gak usah di sembunyikan! jika saya bisa menemukan dia. saya pastikan dia tinggal nama. '' ucap anak Roni dengan penuh penekanan.
seluruh anak Roni masuk kedalam rumah itu, membuka 1 demi 1 kamar dan ruangan namun tidak juga di temukan.
'' sialan! kemana pergi nya ****** itu! Ayo keluar, kita cari dia, tanya seluruh tetangga pasti dia masih sembunyi di sekitar sini. '' ucap anak sulung Roni
akhirnya mereka pun keluar rumah, dan mencari ina, anak Roni yang berjumlah 5 anak itu pun segera memasuki beberapa rumah tetangga dan yang terakhir rumah Nur. Melihat arah seluruh anak Roni ke rumah Nur ina pun bersiap untuk bersembunyi.
'' aduh Nur, gimana ini dia sudah arah ke rumah mu. '' bingung ina
'' sudah kamu jangan takut kamun sembunyi saja, biar aku yang hadapi. jangan lupa berdoa ina. '' ucap Nur
terdengar dari luar sudah ada yang mengetuk pintu sangat keras, ina segera masuk kedalam kamar dan bersembunyi di bawah tempat tidur dan ahmad pun mengikuti nya, ina memberi tahu ahmad jika dia harus diam dan tidak boleh bersuara.
'' mana ina! '' tanya anak Roni kepada Nur
'' mana saya tahu, emang saya siapa ina?'' jawab Nur dengan enteng nya
__ADS_1
'' kamu pasti sembunyi kan dia kan! '' ucap anak Roni lagi
'' buat apa? Apa untung nya, jika kamu gak percaya periksa saja. Tapi kalo kalian gak punya malu! '' jawab Nur dengan penuh penekanan
'' periksa! '' titah si sulung itu
semua masuk kedalam rumah dengan membawa alat yang mengerikan, dari balik kolong tempat tidur terlihat jelas jejak kaki mereka, ina bm terus berdoa memohon perlindungan dari yang maha Kuasa.
'' tidak ada kak, semua sudah di periksa tapi kami tidak menemukan nya, mungkin ia lari ke arah tambak. Kita cari saja kesana. '' ajak si bungsu
si sulung dan yang lainya pun mengiyakan dan pergi dari rumah Nur. setelah situasi aman Nur pun memanggil ina untuk keluar, dan ina pun keluar dari persembunyiannya.
flashback off
'' ibu. '' panggil Mia dari balik pintu kamar ibunya
'' masuk. '' ucap ibu dari dalam
'' makan yuk, ibu belum makan. '' ucap Mia terlihat wajah ibunya yang sedang sedih dan tak bersemangat.
'' ibu puasa. '' jawab ibu singkat
'' oh, ya sudah Mia keluar dulu. '' pamit Mia seakan Paham jika Ibu nya sedang ingin sendiri.
'' kali ada yang nyari ibu, bilang gak tau. Ibu gak mau di ganggu dulu. '' ucap Ibu Mia pun mengangguk.
di hari itu banyak orang yang mencari ibu, namun Mia menutupi nya, ia paham sekali pasti ibunya sangat sakit hati karna ada temi di sini seseorang yang tidak pernah ia ingin kan kehadiran nya mengingat perbuatannya yang lalu sangat kejam.
Mia melayani semua orang yang membutuhkan ibu, untuk sekedar bertanya apa yang akan di sajikan dan apa yang harus di kerjakan, sebisa Mia menjawab pertanyaan mereka.
terakhir ayah yang menanyakan ibu nya. Mia pun memberi tahu jika ibubsedang tidak baik-baik saja. Mia pun memberi tahu pasti ibu sangat tidak suka dengan temi namun ayah pun tak kuasa untuk mengusir nya, karna semua anak-anak nya ada di situ.
dan kehadiran temi atas permintaan anak-anak Roni agar terlihat rukun dengan ina dan Mia, walaupun ina belum bisa menerima seutuhnya.
__ADS_1