
setelah selesai berganti baju Mia dan Fendy bersiap untuk pergi ketempat orang tuanya, karna di sana sudah banyak sodara nya yang sudah menunggu, karna 2 hari lagi adalah hari pernikahan sepupu Fendy.
pernikahan bukan hanya mempersatukan dua insan namun juga mempersatukan dua pihak keluarga yang belum saling mengenal menjadi lebih dekat lagi dan saling memahami satu sama lain.
Mia berpamitan kepada Ayah dan Ibu nya begitupun Fendy. '' Nanti kabarin Ibu ya kalo udah pas acara nya. '' ucap Ibu
'' iya bu, nanti Mia telpon ya. '' jawab Mia
'' iya, hati-hati di jalan salam buat mamak ya. '' ucap Ibu Mia pun mengangguk dan mulai pergi meninggalkan Ibu dan ayah nya
di jalanan mereka saling mengobrol Fendy yang masih penasaran dengan aksinya semalam yang belum full terpenuhi pun sesekali menggoda Mia. Mia yang mendapat godaan itu pun sedikit kesel karna Fendy selalu saja mengejek nya.
'' Sayang... '' panggil Fendy dengan nada menggoda
namun Mia tak menjawab tapi Fendy bisa melihat nya dari sepion motor nya '' udah ah jangan ngambekan gitu.'' ucap Fendy
namun Mia masih saja diam, rasanya sangat kesel karna di remeh kan oleh suami sendiri, bukan tidak sanggup tapi karna sakitnya lumayan parah, apalagi itu pengalaman pertama bagi mereka, Fendy yang belum paham akan hal seperti itu tentu belum bisa memahami nya, Mia yang sedikit banyak nya mengerti namun itu di luar ekspetasi nya.
sebelum menikah Mia sudah sering belajar dari seseorang yang lebih tua dari nya, banyak ilmu yang ia dapat. Berumah tangga adalah pilihannya. Karna bekerja pun tak di restui bermain pun tak dapat waktu. Namun menikah mendapatkan restu, pilihan ia jatuhkan saat perjodohan sering ia terima.
'' ya udah lah kalo ngambek. '' ucap Fendy yang melajukan motor nya semakin kencang membuat Mia terkejut.
'' Bisa pelan-pelan nggak si mas! '' ucap Mia yang merasa ngeri dengan kecepatan motornya
namun Fendy tak menjawab ia berganti diam. Sperti anak kecil yang suka membalas perlakuan yang di berikan teman nya.
Mia heran dia yang marah kenapa Fendy yang mendiami nya, harusnya Fendy lebih peka bukan malah membalas sikap Mia seperti ini. Jelas-jelas terlihat jika Fendy lebih dewasa dari segi apapun namun dari pemikiran masih sperti anak-anak.
*
'' kamu istrinya Fendy ya?'' tanya salah satu tetangga Fendy yang sedang membantu di acara sodara Fendy itu
'' iya mbk. '' jawab Mia sambil tersenyum
'' mau netep di sini atau di sana?'' tanya orang itu lagi
'' belum tau mb, senyamannya aja. '' jawab Mia
__ADS_1
'' iyalah, ikut orang tua atau mertua itu sama-sama gak enak. Lebih enakan rumah sendiri. kalo kaya kamu gini emang enaknya kesana kesini dulu biar pada seneng mereka nya. '' ucap orang itu lagi
'' iya mba. '' jawab Mia singkat karna tidak ingin terlalu jauh mengobrol dengan orang itu
'' ya sudah ayo kedepan barangkali di sana ada pekerjaan buat kita. '' ajak wanita itu
Mia pun mengangguk dan mengikuti wanita itu dari belakang. karna ia orang baru di lingkungan itu jadi harus pintar-pintar membawa diri agar di kenal dan di hargai oleh orang lain.
waktu sudah sore tak terasa sudah lumayan lama Mia di tempat itu, Mia pun memutuskan pulang. ia melihat di sekeliling tempat itu yang masih ramai dengan banyak orang yang membantu di acara itu, namun ia tak melihat suaminya.
Ada rasa kesel bercampur kecewa di benaknya, mengapa hanya hal sepele menjadi semarah itu, sungguh ini membuat Mia sangan bingung dan pening.
tiba di rumah mertuanya terlihat suaminya sedang mengobrol bersama sodara nya yang lain yang menginap di rumah mertuanya itu. '' Kenapa gak telpon. Kan nanti aku jemput. '' ucap Fendy yang melihat Mia berjalan kaki
'' nggak tau, ku pikir masih bantuin orang nata barang-barang di depan. '' jawab Mia sambil menyalami Sodara-sodara Fendy
Mia pun masuk kedalam terlihat sangat mertua yang masih sibuk memasak untuk para tamu nya.
'' Biar Mia bantu mak. '' pinta Mia
'' iya mak. '' jawab Mia yang sudah berjalan ke arah wastafel untuk mencuci beras yang sudah di siapkan oleh mertuany
'' tadi ngerjain apa aja di sana?'' tanya mertua Mia
'' bantuin bikin kue mak, yang bantuin banyak ya mak. '' jawab Mia
'' iya, sodara nya kan banyak, itu yang ada di situ hampir sodara semua. Tetangga nya bisa di hitung. '' ucap mertua Mia
'' Ha! yang di situ, semua sodara mak? Banyak juga ya sodaraku nya. '' heran Mia
memang selama ini Mia tidak pernah berkumpul bersama sodara ataupun teman dalam jumlah banyak, tidak heran jika ia sedikit terkejut melihat banyaknya sodara Fendy.
'' itu belum kumpul semua, nanti kali udah kumpul, rumah mamak gak muat. '' ucak mertua nya lagi
'' banyak sekali berarti ya mak. Aku gak punya sodara sebanyak itu di sana mak. Ada si dari Ayah, tapi gak seakrab di sini, mungkin karna lama gak berhubungan kali ya mak. '' cerita Mia
'' iya lah, kan sodara nya dari ayah kamu semua bukan dari ibu. Kalo dari ibu pasti bakalan deket kaya gini. '' jawab mertua nya
__ADS_1
'' dari ibu, ada si mak tapi jauh, adanya di Jawa sana. '' jawab Mia yang sudah selesai memasukan nasi kedalam rice cooker nya
'' owh, ada yang di Jawa juga? Jawa nya mana mi?'' tanya nya lagi
'' Jawa Barat mak. Indramayu'' jawab Mia
'' owh, di sana jauhan tempat mamak berarti. tempat mamak Jawa Timur. '' ucap mertua nya lagi
Mia tersenyum mendengar perkataan sang mertua. Ia tak menyangka jika akan mendapatkan mertua Sehumble itu.
waktu sudah sore Mia sudah bersiap setelah selesai membantunya mertuanya memasak. ia sudah mandi dan mempersiapkan baju ganti untuk suami nya.
walaupun mood nya belum seutuhnya pulih, namun melayani suami adalah salah satu kewajiban nya berdosa jika ia tak melakukan nya.
Fendy sudah masuk kedalam kamar dengan posisi masih memakai handuk. Mia masih bermain ponsel sambil menunggu Fendy masuk kedalam kamar nya.
dengan pede nya Fendy berganti baju di hadapan Mia. tanpa Mia sadari jika sekarang Fendy sedang tidak memakai baju nya, saat Mia melirik kearah Fendy pun langsung terkejut.
'' astaghfirullah! '' Mia menutup kedua matanya dengan telapak tangannya membuat Fendy terkekeh geli
'' kamu kenapa sih dek?'' tanya Fendy dengan nada menggoda
'' gak papa, udah belum pakai baju nya?'' tanya Mia yang masih menutupi matanya
'' udah, kaya lihat setan aja sampai ketakutan gitu. '' ucap Fendy yang sudah mendekati Mia
ia memeluk dari belakang. mendapatkan perlakuan itu membuat Mia menghangat. menandakan jika Fendy sudah melupakan marahnya tadi
'' buka gitu mas, aku kaya masih belum bisa lihat langsung aja, mungkin nanti lama-lama bakalan terbiasa. Maklum lah kan masih baru. '' ucap Mia
'' Hm, aku maklumi, tapi nanti malam stat lagi ya.'' ucap Fendy yang masih memeluk Mia.
'' iya, tapi pelan-pelan ya. Soalnya sakit. ''ucap Mia sedikit malu
'' iya, tenang. Aku gak sejahat itu kok '' jawab Fendy
mereka masih menikmati waktu berdua di kamar itu, sambil menunggu adzan maghrib berkumandang.
__ADS_1