
Setelah selesai berbincang-bincang dan mereka pun menata bantal untuk tidur Mia yang sudah terbiasa tidur miring dan di usap perutnya itu pun meminta suaminya untuk mengusap nya hingga dia tertidur. Namun Mia mersa ada yang aneh, mengapa perutnya menjadi serba salah dan tidak mau nurut pikirnya. Di bawa miring salah terlentang salah tapi jika di usap-usap terasa nyaman.
Namun karna kelelahan seharian bekerja Fendy pun sudah ketiduran, dan Mia pun tidak tega untuk membangun kannya.
' Apa karna aku makan terlalu banyak jadi dia sesak di dalam' batin Mia
' Duh kok pingin bab sih. ' batinya
Mia pun keluar kamar nya dan menuju kamar mandi, lumayan lama ia di dalam, sedikit merasa heran karna tidak biasanya ia merasakan perutnya sperti itu.
Setelah selesai ia pun kembali kekamar nya, dan mencoba untuk tidur, tapi rasanya si perut masih saja mengajaknya kekamar mandi, hingga berkali-kali, Ingin membangunkan suaminya tapi Mia takut mengganggu.
''Sbenernya ini apa sih, kok rasanya aneh banget. Katanya kalo mau ngelahirin kan sakit, mules, terus ada pertanda flek atau apa. Kok ini beda sih, ada apa ya? '' ucap nya sendiri sambil meneguk segelas air
Mia kembali merebahkan badanya, dan tertidur sebentar, kemudian rasa itu muncul lagi. Dan terbangun lagi. Hingga suara adzan subuh berkumandang Mia masih di dalam kamar mandi.
Ibu pun sudah bangun dan akan menata dagangan nya untuk berjualan di pasar. Namun saat melihat Mia berjalan sedikit meringis ibu merasa ada yang aneh. '' Kamu kenapa mi? '' tanya ibu yang penasaran
'' Gak tau buk, apa karna semalam aku makan kebanyakan ya. Soalnya semaleman aku gak bisa tidur, perutnya kaya pingin bab mulu tapi gak sakit. Kok sekarang malah tambah kaya mules banget gitu. '' ucap Mia
'' Itu biasanya tanda mau ngelahirin mi, kamu ada keluar flek nggak? ''
'' Nggak bu, bab juga masih normal kok. ''
jawabnya dengan meringis kesakitan
'' Tapi dari wajah kamu, sperti mau ngelahirin.'' ucap Ibu yang melihat wajah Mia sdikit pucat
__ADS_1
'' Masa sih bu. Tapi kok rasanya kaya gini ya bu. Gimana gitu sakit tapi nggak tapi aneh lo bu. '' keluh Mia sambil menggeliat merasakan sakit
'' Bangunin suami kamu, ke bidan sekarang aja. Di periksa siapa tau aja mau lahiran, dari gelagatnya nya si iya. '' ucap Ibu dengan yakinya
'' Ibu gak jadi kepasar? '' tanya Mia
'' Gila apa! Anak udah kaya gitu bentuknya masih mau di tinggal. Udah biarin itu yang udah di masak buat makan nanti. '' ucap Ibu
Mia pun masuk kedalam kamar untuk membangun kan suaminya, dan mia pun berganti pakaian yang lebih nyaman.
Fendy sudah bangun dan Adi yang mendengar sedikit rame karna perbincangan mereka pun bangun.
'' Ada apa bu? '' tanya Adi yang masih bangun tidur
'' Adek kamu mau lahiran kayaknya di. Coba susulin Ayah, suruh kesini. '' pinta ibu, dan Adi pun langsung pergi setelah mencuci mukanya
jam 06 pagi Mia di bawa ke rumah bidan terdekat untuk diperiksa.
Sudah sampai di rumah bidan Mia sperti sudah tidak kuat, ia kembali meringis merasakan sakit yang begitu hebatnya.
Setelah bidan itu membukakan pintu, Mia dipersilahkan masuk dan di suruh berbaring di tempat periksa yang sudah di sediakan. Di lihat sudah pembukaan berapa. Dan ternyata masih pembukaan 2 dan bidan pun menyarankan untuk pulang dulu, karna kemungkinan masih sekitar 5 jam lagi atau bisa 10 jam lagi akan lahirnya namun karna sakit yang teramat sangat membuat Mia tidak mau pulang dan memilih menunggu di situ.
pukul 08 pagi Mia sudah mulai mengejan dengan sendirinya, mungkin karena sang bayi yang sudah ingin keluar, Fendy pun segera memanggil bidan itu untuk memeriksa nya, dan ternyata Mia sudah pembukaan komplit.
Di ruangan itu sudah ada ibu dan mertua Mia serta Fendy yang tidak beralih dari kepala Mia, untuk menyemangati nya.
'' Masih ada tenaga nggak mbk mia? '' tanya bidan itu
__ADS_1
'' Masih bu. '' ucap Mia sambil meringis
'' Kalo gitu tidak usah di infus ya. '' jawabnya
Mia pun mengangguk, namun sang mertua pun takut jika setelah melahirkan Mia lemes jadi meminta agar tetap di infus. '' Di infus saja bu, biar gak lemes nanti nya. '' ucap mertua Mia
'' Oh, iya bu. '' jawab bidan itu
Namun saat bidan itu mengambil peralatan infus Mia sudah mengeluarkan air ketuban, dan betapa paniknya mereka semua, dan Mia pun tak hentinya mengejan, membuat bidan itu sedikit bingung, padahal prediksi nya masih sekitar 5 jam lagi. Namun ternyata ini lebih cepat dari dugaannya.
jam 08:15 menit telah lahir anak pertama mereka, dengan tangisan yang lantang.
'' MasyaAllah gantengnya, selamat ya mbak Mia, anaknya cowok, dan ganteng putih lagi, cuman sayang hidungnya sedikit pesek. '' ucap bidan itu sambil menggendong bayinya.
Semua merasa lega dan senang melihat persalinan Mia yang lancar, tak hentinya kecupan di berikan kepada Mia, dari mulai ibunya, mertuanya serta suaminya.
Betapa bahagianya mereka, selain mendapat anak pertama tapi juga cucu pertama di rumah mereka.
Tak selesai di situ ada sedikit perdebatan antara Mia dan suami pasalnya Fendy menginginkan Mia untuk pulang kerumah Fendy, namun Mia ingin di rumah ibu nya.
Tapi apalah daya Mia pun mengalah dan menuruti kemauu Fendy. Walau awalnya ibu sedikit tidak setuju namun ibu pun menerima keputusan menantunya itu.
**Keluarga adalah tempat untuk pulang, bukan hanya sekedar melepas penat tapi juga untuk mengutarakan rasa penat tempat cerita yang baik.
pendengar setia dan pemberi pendapat yang bisa di percaya dan di pertanggung jawab kan**
-selesai-
__ADS_1