Perjalanan Hidup Seorang Dara

Perjalanan Hidup Seorang Dara
bab 74 sakit hati ibu


__ADS_3

Satu hari menjelang hari H seluruh keluarga ayah, sudah datang ke kediaman ibu tidak ada 1 pun yang terlewat kan termasuk istri tua ayah. Para tetangga semua heran dengan kedatangan Temi istri tua ayah itu, semua orang saling berbisik membicarakan Temi.


'' loh, kok itu ada di sini mb?'' tanya salah satu tetangga kepada mb asih


'' sstt udah diem aja, mungkin sudah dapat hidayah. '' jawab mb asih pelan


orang itu pun tersenyum. Semua orang jelas heran dengan datangnya Temi tersebut, karena dari awal rumah tangga ibu dan ayah Temi tidak pernah setuju, dengan pernikahan ayah dan ibu dan semuanya anak-anak ayah pun begitu tidak ada yang menyukai ibu.


ibu sedang di dalam kamar nya, ia menangis sendiri mengingat masa lalu yang sangat pahit. saat melihat ada Temi ibu mengingat masa lalu itu lagi. Hati ibu sangat sakit, ingin rasanya ibu mengusir Temi dari rumahnya namun ibu masih mempunyai rasa tidak enak kepada para tetangga, apalagi hari ini ia menjadi tuan rumah untuk acara putrinya itu.


flashback on


di rumah setelah dzuhur Roni ayah Mia bertamu kerumah Ina ibu Mia.


siang itu hanya ada ina dan ibunya.


'' assalamu'alaikum ''


suara dari balik pintu yang tertutup ina pun segera berlari untuk membuka pintu itu.


'' waalaikumsalam, iya sebentar. ''


ceklek suara pintu sudah terbuka.


'' eh, pak Roni. Mari masuk pak. ''


ajak ina, ina pun tak menaruh curiga kepada Roni karna saat itu Roni bertugas sebagai Rw di desanya.


Roni sudah masuk dan sudah duduk di kursi tamu, ina pun menemani Roni duduk. '' anak-anak kemana? '' tanya Roni kepada ina


pada saat itu ina masih mempunyai 2 anak yaitu adi dan ahmad. adi yang masih kecil sekitar usia 3 thn dan ahmad sekitar 5 tahun. mereka masih sangat kecil karna ina menikah dengan 2 pria yang berbeda dan dalam jarak waktu yang dekat. dan posisi sekarang ia sudah menjadi janda karna telah berpisah dari ayah adi yang sudah meninggal, sementara ayah ahmad masih ada namun sudah berumah tangga lagi.


'' lagi mainan di belakang, ada apa ya pak?'' tanya ina sedikit ragu

__ADS_1


'' jadi gini in, maksud saya datang kesini itu untuk melamar kamu. '' ucap Roni to the point


'' melamar? '' tanya ina bengong


'' iya in, saya kasihan melihat kamu sendiri an cari nafkah untuk anak-anak kamu, kasian juga ibu kamu sudah mau tua, apa iya selamanya kamu bakalan sendiri, apa gak butuh temen hidup?'' tanya Roni dengan sedikit genit


'' tapi pak Roni kan sudah punya istri, apa mungkin istri bapak mengijinkan bapak menikah lagi. '' ucap ina


'' itu urusan saya, yang penting jika kamu menerima lamaran saya. saya akan selesai kan semua urusan keluarga saya, jika istri saya tidak menerima saya menikahi kamu maka akan saya ceraikan detik itu juga. '' jawab Roni meyakinkan ina


'' terus anak-anak bapak? '' tanya ina dengan polosnya


'' kalo anak itu gampang, mereka sudah besar-besar, tinggal milih mau ikut saya atau ibu nya. kalo masalah nafkah saya bisa atur. '' ucap Roni dengan sombongnya


'' baiklah pak saya akan pikirkan permintaan bapak, saya akan bicarakan ini dengan ibu saya. '' ucap ina mempertimbangkan lamaran Roni


'' ya sudah saya pamit pulang dulu, ini sedikit uang untuk anak mu jajan, dan ini buat kamu. '' Roni memberi kan 2 lembar uang ratusan dan memberi 1 potong Kertas yang sudah berisi tulisan


'' iya Pak trimakasih. '' jawab ina tanpa adanya penolakan.


ina mengangguk, Roni pun pulang dari kediaman ina, sementara ina tersenyum bahagia di balik pintunya karna menerima uang yang pada saat itu sudah sangan banyak sekali, pelan-pelan ia membuka surat yang berisi tulisan itu.


' ina yang cantik jelita pujaan ku, temui aku nanti malam di belakang rumah mu, aku akan memberikan apa yang kamu belum pernah punya. jam 9 malam aku tunggu ya sayang '


isi tulisan itu, ina membayangkan yang aku belum punya, apa itu, perhiasan atau uang lagi.


'' ah, spertinya tidak ada salahnya jika aku bermain-main dulu dengan orang itu, setidaknya aku manfaatkan saja dulu. '' ucap ina sambil mengenggam uang dan surat itu.


*


malam hari tiba ahmad dan adi sudah tertidur begitu pun ibu ina, ina pun melancarkan aksinya untuk bertemu dengan Roni secara diam-diam. ina berkaca sedikit memakai bedak dan wewangian agar terlihat menarik.


'' cantik. '' ucap ina di depan cermin nya.

__ADS_1


ia pun keluar mengendap-endap supaya tidak terdengar oleh ibu dan anak-anak nya. sudah diluar rumah, kebetulan saat itu cahaya rembulan tidak terlalu terang, jadi tidak terlalu terlihat jika ia keluar dan menuju belakang rumah.


ina berjalan pelan menengok di sekeliling nya mencari keberadaan Roni, dan tiba-tiba saja ada yang menarik nya dari belakang.


''aaa... '' ina teriak karna kaget


'' sstt '' Roni pun menutup mulut ina agar tidak teriak


'' ini aku Roni, '' ucap Roni lalu melepaskan bekapan nya itu


'' ya ampun pak, kenapa gak bilang aja, kenapa harus ngagetin saya '' ucap ina pelan


'' saya kan mau ngasih kejutan sama kamu. '' ucap Roni genit


'' ih, bapak. sudah dari jam berapa bapk disini?'' tanya ina basa basi


'' lumayan lama. Sudah ayo '' ajak Roni menggandeng ina


'' mau kemana pak, ini kan udah malem mana di kebun kaya gini, serem tau pak, bapak mau bicarain apa si. '' tanya ina yang penasaran bercampur takut


'' kita cari tempat yang lumayan jauh sedikit agar tidak terbaca oleh warga, jika Terlalu dekat nanti ada yang curiga. '' jawab Roni dan ina pun percaya dan mengikuti nya


'' ina, kamu tau tidak jika saya itu menaruh rasa suka dengan mu sudah sejak kamu masih gadis dulu. '' ucap Roni sambil memainkan rambut ina


'' oh, kenapa bapak tidak menyatakan dari dulu, '' tanya ina polos


'' saya tidak pede karna saya sudah beristri, makanya saya membiarkan kamu untuk menikah terlebih dahulu. '' ucap Roni yang sekarang membelai pipi ina


'' lalu, sekarang kenapa bapak ada minat dengan saya. '' tanya ina dengan polosnya


'' saya merasa kasihan dengan kamu, dan saya ingin membantu kamu mengurus ke 2 anak mu itu. '' jawab Roni


kejadian malam itu yang membuat ina terkesan dan menerima Roni menjadi suami nya yang ke 4, namun setelah pernikahan mereka terjadi seluruh anak Roni dari istrinya yang pertama tidak ada yang setuju dan menolak pernikahan itu. namun Roni tetap memaksa dan ingin menikahi ina. akhirnya mereka pun setuju namun mereka menyimpan dendam

__ADS_1


awal pernikahan, temi istri pertama Roni sering sekali meneror ina dan keluarga nya, begitupun anak-anak Roni.


__ADS_2