
sepulang nya fendy tidak langsung menuju rumahnya namun fendy menghampiri Kawan-kawan nya,
ternyata d tempat biasa mereka nongkrong d situ sudah banyak jenis minuman, dari yang beralkohol tinggi sedang dan rendah.
fendy yang sedang merasa kecewa dengan sikap Mia pun sengaja meluapkan nya dengan cara minum, namun walaupun hatinya kacau tapi dia masih punya batasan.
'' dari mana lo fen?''
tanya koko
'' nganterin cewe gue pulang.''
'' anak mana?''
'' desa ****.''
'' oh, kapan-kapan kenalin sama kita-kita dong. ''
'' gampang itu mah.''
sudah hampir sore, fendy sampai lupa kalo sudah ada janji dengan adiknya, Tiba-tiba dia sadar karna koko temannya mendapat telpon dari adiknya
'' gue pamit dulu ya coy. ''
'' kemana ko?''
'' ada tamu di rumah nyariin gue. ''
'' bareng ko gue jg ada janji sama Vina mau anterin dia. ''
'' yok. ''
fendy merasa sedikit pusing d Kepala nya namun ia tahan, sampai d rumah Vina sudah siap untuk berangkat fendy pun segera mengahantarkan Vina.
'' nanti kalo mau pulang telpon aja, biar kakak jemput. ''
'' iya. ''
stelah sampai tujuan fendy pun langsung putar arah untuk pulang di rasakan Kepala nya semakin pusing, mungkin karena lumayan banyak ia mengkonsumsi minuman tadi,
sampai di rumah ia pun segera tidur di kamar nya.
Mia yang sedang merasakan perut nya yang sudah agak mendingan, karena kesalahan nya sendiri, dia merasa ada yang aneh, dari tadi dia bertemu fendy sampai detik ini belum juga fendy mengabari mia, berkali-kali Mia menatap layar ponsel nya namun tidak Juga ada pesan, Mia pun mencoba menelfon nya namun tidak di angkat-angkat, Mia pun mulai kesel dengan fendy.
'' panggil-panggil sayang, kalo d telpon gak pernah d angkat, sayang beneran nggak si sebenarnya. ''
Mia bicara sendiri, ngedumel sendiri sampai hampir isya masih belum juga ada kabar dari fendy, Mia semakin penasaran, Mia mencoba lagi untuk menghubungi lagi.
'' hallo. ''
'' dari mana si mas, d telfon dari tadi juga kok gak d angkat-angkat! ''
'' emm huaaaa, aku tidur, tadi lupa mau ngabarin kamu kalo aku udah sampe rumah, mataku ngantuk berat. ''
fendy pun sengaja membohongi Mia
'' oh gitu, ini baru bangun to?''
'' he'em, kenapa mau mandiin aku?''
'' hah! nggak lah gila apa, ya udah sana mandi dulu.''
'' ya, nanti kalo udah selesai semua aku telpon lagi. ''
'' iya. ''
tidak sperti biasanya, Mia merasa ada yang aneh, kenapa kok fendy seperti berubah, ada apa, selalu itu yang ia tanyakan dengan dirinya sendiri.
__ADS_1
Mia melanjutkan aktifitas rutin yang setiap malam, yaitu nyetrika baju, masih belum selesai ponsel nya bunyi ternyata kakaknya menelpon, ingin bicara dengan ibunya.
d berikan lah ponsel itu dan d lanjutkan lah tugasnya lumayan lama kakaknya menelpon, sampai saat fendy menelpon pun sedang menunggu.
di lihat jam sudah pukul 21:15 sudah lumayan malam, Mia sudah selesai dengan tugasnya.
ponsel yg tergeletak di meja setelah selesai di gunakan Mia ambil dan beranjak masuk ke kamarnya, Mia melihat jam d ponselnya dan melihat terdapat beberapa panggilan tidak terjawab, Mia mencoba menghubungi nya lagi, tidak lama panggilan itu pun di jawab oleh sang penerima.
'' hallo. ''
'' maaf tadi ponsel ku sedang d pakai ibu.''
'' oh iya, belum tidur kamu,
biasanya jam segini udah tidur? ''
'' iya ini baru mau tidur, kamu lagi apa.''
'' lagi ngumpul sama temen-temen, kalo udah ngantuk tidur aja, besok lagi telpon nya. ''
'' oh iya, ya udah besok lagi. ''
'' iya. ''
telpon terputus, Mia sedari tadi menahan air matanya, merasa bahwa fendy sangat dingin, tidak sperti biasanya, Mia merasa apa ada yang salah, namun Mia pikir tidak, air mata nya menetes hingga bantal yang ia tiduri pun basah, sampai tanpa sadar Mia pun ketiduran.
sementara fendy yang sama sekali tidak memikirkan apapun ia menghabiskan waktunya untuk bersenang-senang bersama teman-teman nya.
pukul 05:00 Mia terbangun karena bunyi alarm ponselnya, terasa berat di matanya, Mia yang merasa aneh langsung menatap kaca di kamar nya, ternyata matanya sembab karena habis menangis semalam, Mia terduduk d depan meja rias nya ia memandangi wajahnya, melihat seluruhnya di dalam hatinya mulai berbicara.
'' apa yang salah dengan aku apa ada yang salah dengan diriku, apa ada yang aneh sperti nya tidak, apa hanya perasaan ku saja, aku menjadi bingung dengan perasaan ini. ''
Mia menunduk mengambil nafas panjang dan membuangnya, lalu bergegas mengambil handuk mandinya.
'' gimana kata kedua orang tua fendy kemarin?''
'' terserah aku bu, mau kapan atur waktunya, mereka ngikut aja. ''
'' trus kamu bilang nya kapan?''
'' nurut ibu aja lah. ''
'' kamu ini gimana yang mau ngejalanin kamu kok malah nurut sama ibu, tau gitu ibu jodohin aja sama anak temen ibu, udah kaya ganteng lagi! ''
Ibu nya lagi-lagi membahas perjodohan yang tempo lalu Mia tolak Mia yang mendengar itu spontan menjawab.
'' bu, kaya itu tidak menjamin kita bahagiakan kok, miskin juga bukan jaminan orang akan hidup sengsara, semua itu tergantung kita yang menjalani nya, ibu mau tau alasan kenapa aku menolak permintaan ibu? ''
'' itu karena sakit hati bu, sakit iya sakit, sakit ketika seseorang yang hanya datang membawa badan saja tanpa ikut berjuang bersama, yang hanya bisa menikmati harta dan kekayaan yang dia miliki, dan di tambah lagi dengan aku yang sama sekali belum mengenal dia, kehidupan rumah tangga itu gak semudah yang kita bayangkan bu, suatu saat pasti ada ributnya, kalo sampai itu terjadi, apa ibu gak kasian sama aku, kalo keluarga mereka mengungkit-ungkit masa lalu aku datang ke rumah nya? ''
Mia masih melanjutkan ucapannya, dan ibu hanya diam mendengar kan ucapan Mia, ibunya tidak percaya ternyata Mia sudah sedewasa itu bisa memikirkan hal yang belum mungkin terjadi.
'' maaf ya bu, aku gak ada maksud untuk bicara sperti itu, tujuanku untuk berumah tangga hanya 1 x seumur hidup ku, aku nggak mau masa lalu ibu terulang d keturunan ibu, cukup ibu saja yang menikah berulang kali, dan berkali-kali juga ibu d madu, aku berharap itu tidak terjadi padaku, fendy memang tidak kaya bahkan jauh dari kata itu, tapi tujuan ku hanyalah ibadah bu, kalo soal harta kita bisa cari bersama. ''
'' ibu cuma gak mau hidup mu susah kaya ibu mi, punya suami yang gak bisa nyenengin istri dan anak nya, cuma bisa nya datang minta jatah, pulang kasih nafkah semaunya, ibu juga gak mau nurunin apa yang udah ibu alami, biar itu semua ibu yang rasa ibu yang bawa, cukup ibu saja.''
'' jika memang pilihan kamu memang sudah Matang, ibu gak bisa bilang Apa-apa lagi, ibu cuma bisa mendukung kamu, semoga pilihan kamu itu yang terbaik, memang benar harta tidak menjamin semuanya bahagia, tapi tanpa harta juga kita gak bisa apa-apa mi. ''
'' iya bu, aku mau mandi. ''
Mia mengiyakan karna tidak mau itu berunjuk panjang, sementara ibu masih melanjutkan beres-beresnya
pukul 10:00 pagi aktifitas Mia d pasar sudah mulai sepi, di lihat ponselnya masih belum ada pesan atau telpon dari Fendy, Mia hanya menatap ponsel itu dan memasukkan lagi ke sakunya,
Mia pergi ke pantai yang berada tidak jauh dari tempat ia berdagang,
di pandanginya ombak pantai, menghirup udara pantai yang sejuk dan angin yang sepoi-sepoi di tambah lagi cuaca yang sangat cerah, dengan menggunakan celana jeans warna biru dan baju warna merah serta rambut yang terurai panjang sangatlah terlihat menawan.
__ADS_1
berbeda dengan suasana hatinya yang sedang ambruk menangis tiada henti, banyak yang ia fikir, Mia terduduk di atas batuan pantai, menatap kearah ombak lautan tanpa sadar air matanya menetes.
'' ya Tuhan ku, kenapa ini aku alami, kenapa sedari kecil aku tidak bisa merasakan keadilan yang nyata, kasih sayang ayahku terbagi, Cita-cita dan harapan ku terhalang restu, kedua kakak ku pergi meninggalkan aku, ibu ku yang aku sayang justru tidak bisa mengerti aku, sekarang seseorang yang aku anggap bisa memahami dan mengerti aku, justeru tiada kabar, haruskah aku yang selalu mengerti mereka ya Allah. ''
bulir-bulir air mata menetes deras, Mia mengusap nya, sambil tersenyum
di hatinya ada yang berbisik.
( kamu kuat kok, kamu bisa Allah berikan itu untuk mu karena Allah tau kamu kuat dan bisa bukannya tidak adil, tapi kamu yang belum bisa memahami nya, jangan khawatir Allah selalu ada buat kamu, sholat lah jika kamu dalam kebimbangan, curahkan lah semuanya, minta lah solusi pada yang menciptakan mu.)
Mia memejamkan matanya, lumayan lama, mengalir kan energi positif ke seluruh badanya menenangkan dirinya, Tiba-tiba ponselnya berbunyi, Mia tersadar dan melihat ponselnya.
'' hallo, sayang?''
suara bangun tidur
'' iya, hallo. ''
'' lagi ngapain.?''
sedang menguap
'' di pasar sperti biasa, baru bangun mas?''
'' he'eh, ngantuk banget lagian juga gak kerja, nikmatin nganggur nya dulu. ''
'' oo, ya udah mandi dulu sana, terus sarapan nanti telpon lagi. ''
'' nanti ahh masih kangen. ''
'' kamu udah makan belum sayang?''
'' udah mas, dari jam 9 tadi.''
'' jadi kapan mau cari barang buat lamaran nya?''
'' hah, kapan ya mas nanti aku kasih tau deh kalo udah nemu waktu yang pas.''
'' jangan lama-lama sayang, nanti aku keburu sibuk kerja lagi, lusa aja gimana kita cari barang dulu?''
'' ya udah nanti aku bilang ibu dulu ya mas.''
'' iya sayang aku mau mandi dulu ya dah bye emmuachh.''
fendy menutup telfon nya, Mia pun pergi meninggalkan pantai.
*
di sepanjang jalan pulang, Mia memberi tahu ibunya jika fendy mengajaknya untuk mencari perlengkapan lamaran nya, ibunya mengiyakan.
'' kamu minta di lamar pakai apa mi?''
'' apa aja lah bu, sekasihnya aja.''
'' begoo, kamu tu ngomong, minta cincin apa kalung apa gelang gitu, buat tanda! ''
'' apa harus gitu ya bu?''
dengan jawaban polosnya
'' iya lah Mia, yang namanya di lamar itu harus ada bentuk barangnya, entah itu cincin atau apa gitu. ''
'' ya walaupun gak kaya seenggaknya kamu itu sedikit berharga gitu! ''
Mia yang mendengar ucapan ibu hanya geleng-geleng kepala karena kata sedikit berharga yang ibu ucapkan
'' iya bu nanti Mia bicara kan sama mas fendy. ''
__ADS_1
next🥰