Perjalanan Hidup Seorang Dara

Perjalanan Hidup Seorang Dara
bab 59 ketemu


__ADS_3

pukul 3 sore yasin sudah tiba di rumah mia.


'' assalamu'alaikum. ''


yasin mengetuk pintu rumah Mia sambil mengucapkan salam


ibu yang mendengar suara seseorang pun menghentikan aktifitas nya, mencuci tangannya dan langsung membuka pintu.


'' waalaikumsalam. ''


ibu membuka pintu,


yasin mengangguk dan langsung menyalami ibu Mia dan menyalami nya, yang langsung di Terima oleh ibu mia, dan di persilahkan masuk.


'' sebentar ibu panggilkan Mia dulu ya. ''


ucap ibu berlalu masuk kedalam


di dalam Mia baru saja masuk kerumah, dan langsung di beri tahu jika yasin sudah ada di depan menunggu nya.


Mia pun langsung menemui mereka.


yasin datang tidak sendiri dia mengajak salah satu temannya yang memang dekat dengan nya. Mia menyalami mereka dan sedikit bertanya hanya sekedar basa basi agar tidak terlihat canggung.


'' gimana, udah sehat? besok bisa ke pasar lagi dong! ''


ucap yasin memulai pembicaraan


'' InsyaAllah, bisa udah kangen ya... ?''


ucap Mia menggoda yasin, wajah yasin pun seketika memerah karna menahan malu, sementara temannya senyum-senyum sendiri melihat wajah yasin yang sedikit salting.


'' kalo iya kenapa?''


jawab yasin dengan pede nya dan tanpa malu mengucapkan nya.


sementara Mia merasa bingung sendiri mau menjawab apa, dia hanya berniat menggoda namun, dia lupa jika yasin juga sudah menyimpan rasa padanya. Mia hanya tertawa kecil mendengar jawaban yasin.


'' aku buatin minum dulu ya, tunggu sebentar. ''


ucap Mia berlalu ke dapur untuk membuat kan mereka minum, yasin menatap Mia dari belakang tidak berkedip, sampai di kaget kan oleh teman nya.


'' woy, biasa aja ngapa, gak usah gitu banget liatnya. ''


ucap teman yasin.


yasin hanya tersenyum


'' gimana menurut lo, cocok nggak jadi istri?''


tanya yasin kepada temannya, dengan nada pelan


'' hehehe, kalo mau bahas itu nanti aja jangan di sini, nanti kalo denger orang nya mampus lo. ''


ucap temen yasin sambil tertawa


saat mereka asik mengobrol Mia keluar dengan membawa 2 gelas minuman di nampan nya, dan langsung menyuguhkan nya.

__ADS_1


'' ngomongin apa si, kok kayaknya seru banget. ''


tanya Mia yang sedikit penasaran.


'' kagum sama kamu mbk, kok senyumnya bisa manis gitu si hehe''


jawab teman yasin yang langsung dapat jitakan dari yasin, sementara Mia hanya tersenyum dan tertawa melihat kelakuan mereka berdua.


mereka pun asik mengobrol, saling bertukar cerita sehari-hari, sampai waktu sudah berlalu begitu saja melihat jam sudah pukul 4 sore hampir jam 5 akhirnya mereka pun pamit untuk pulang.


sepulang nya mereka Mia masuk kamar untuk mengambil handuk dan akan mandi, di lihat nya ahmad sudah duduk di bangku dapur, Mia pun mengabaikan seolah tahu namun tak perduli.


'' siapa lagi tadi?''


tanya ahmad, yang tiba-tiba mengagetkan, Mia pun langsung menjawab tanpa berhenti karena Mia sangat malas menjelaskan mungkin nanti ujungnya akan salah paham.


ahmad pun diam tidak melanjutkan pertanyaan nya lagi, dia sadar jika dia sudah sedikit keterlaluan dengan Mia kemarin.


*


fendy sudah memasuki gerbang lampung timur, senyum nya merekah, karena sebentar lagi dia akan jumpa sang pujaan hati dan keluarga nya, kali ini ia yang mengendarai motor nya, bergantian dengan sang bos yang sudah lelah, karna jarak yang di jangkau tidak lah dekat.


karna sudah terlalu lama di perjalanan yang membuat mereka merasa lelah dan lapar mereka pun memutuskan untuk rehat sebentar dan mengisi perut yang sudah keroncongan.


sambil menunggu pelayan menyediakan makanan fendy menelpon Mia, tapi Mia belum juga mengangkat nya, berkali-kali fendy mencoba lagi namun belum di angkat juga. Dan yang terakhir ponselnya pun terdengar suara seorang laki-laki.


'' hallo, Mia nya lagi mandi. ''


ucap ahmad yang mengangkat telpon itu karena sedari tadi berisik mendengar suara dering telpon yang tidak berhenti.


tanya fendy ragu


'' ahmad, iya nanti tak sampai kan. ''


ucap ahmad yang terdengar seperti orang yang tidak suka


'' oh, iya mas trimakasih, assalamu'alaikum. ''


fendy pun berpamitan karna dia merasa jika kakak Mia seperti tidak nyaman mengobrol dengan nya, bukti nya salam nya pun tidak di balas oleh ahmad


akhirnya fendy memutuskan untuk mengirim pesan saja. Setelah selesai mengirim pesan pesanan mereka datang dan mereka pun makan.


*


adzan magrib berkumandang, Mia sudah bersiap untuk pergi ke mushola, setelah membaca pesan dari fendy mungkin ia akan datang sekitar Mia pulang dari Mushola, ponselnya ia tinggal karna sedang mengisi daya.


ibu masih terduduk di kursi sambil menonton sinetron kesukaan nya, namun tiba-tiba ada motor yang berhenti di depan rumah, tidak lama kemudian terdengar suara seseorang mengetuk pintu dan mengucapkan salam.


ibu langsung berdiri dan membukakan pintu sambil menjawab salam itu.


'' bu, ''


ucap fendy menyapa sang mertua sambil menyalami dan mencium tangannya.


'' loh, udah sampe sini, ibu kira bakal malam banget lo? mari masuk, masuk pak. ''


ucap ibu mempersilahkan masuk fendy dan juga bos nya, yang di ekori oleh mereka.

__ADS_1


'' mia nya masih di mushola, mungkin bentar lagi pulang. ''


ucap ibu pada sang mantu yang di iyakan oleh fendy.


'' kalo mas ahmad sama ayah kemana bu?''


tanya fendy


'' ahmad udah ketambak, kalo ayah nya Mia tadi siang habis dari sini jadi gak kesini lagi. '' jawab ibu


'' loh, kok gitu buk. Apa gak tinggal serumah?''


tanya bosnya fendy karena penasaran


'' enggak pak, di rumah istri tua nya, kesini nya gak pasti. ''


jawab ibu dengan senyum tipis, merasa sedikit canggung menceritakan tentang keluarga nya.


'' sebentar saya buat kan minum dulu ya. ''


pamit ibu masuk kedapur untuk membuat minum sambil membawa bungkuaan oleh-oleh yang di bawa fendy.


fendy masih mengecek ponselnya, Sesekali menjawab pertanyaan dari bosnya, yang masih penasaran dengan silsilah keluarga calon istri nya.


Mia dari kejauhan melihat ada motor terparkir di halaman depan rumahnya, ia pun menebak jika itu fendy. Bergegas ia berjalan dengan cepat, dan memasuki rumah dengan mengucap salam dan menyalami mereka.


fendy yang sudah lama tidak melihat Mia dari dekat, merasa sangat bahagia, apalagi bos fendy merasa sangat kagum melihat keanggunan Mia dan cara ia memperlakukan orang yang lebih tua.


'' udah pulang mi?''


tanya ibu yang baru keluar dari dalam dapur dan menyuguhkan minuman di meja, Mia pun mengiyakanya dan masuk kamar untuk ganti baju dan menaruh mukenah nya.


'' ya ampun ternyata udah lama gak ketemu, sekali nya ketemu ni jantung masih aja berdegup kenceng, bikin malu aja, padahal udah mau nikah. ''


ucap Mia berbicara sendiri sambil menyisir rambut nya yang panjang.


Mia keluar kamar menggunakan baju kaos putih dan rok panjang berwarna hitam serra rambut yang ia biarkan terurai panjang.


'' sambil di minum pak, adanya hanya itu ''


ucap Mia sambil tersenyum canggung


yang hanya di angguki oleh bosnya fendy, dalam diam ternyata sang bisa masih tidak percaya jika fendy bisa mengenal perempuan secantik Mia, sesekali mata bosnya melirik ke Mia dan fendy membandingkan sperti tidak percaya jika Mia mau menerima fendy.


sbenernya fendy itu gak jelek tapi hanya saja bosnya lah yang berlebihan membandingkan di antara mereka. Sedari tadi fendy bercerita tentang perjalanan nya tadi kepada Mia dan ibunya, sesekali bosnya pun ikut berbicara menjawab ucapan fendy.


tidak lama mereka di situ setelah di rasa lelah sudah hilang mereka pun berpamitan untuk pulang, karna waktu yang mulai malam, sbenarnya fendy masih belum puas bertemu sang pujaan hati namun karena ia bersama bos nya jadi ia pun menahan nya.


'' ya udah bu kami permisi ya, sudah malam nanti gampang lah kalo capeknya sudah hilang fendy biar main kesini sendiri. ''


ucap bosnya yang seakan tahu jika mereka masih saling rindu, ya walaupun Mia merasa biasa saja.


'' iya Pak, trimakasih sudah mau mampir. '' jawab ibu dengan senyuman


sementara fendy mendekati Mia berbisik di telinga nya. '' besok aku kesini, kita jalan ya. ''


Mia langsung merinding karna hembusan nafas fendy yang menyentuh telinganya,, Mia pun hanya senyum tak menjawab dan lalu meraih tangan fendy untuk mencium nya karna mereka hendak pamit.

__ADS_1


__ADS_2