Perjalanan Hidup Seorang Dara

Perjalanan Hidup Seorang Dara
bab 71 melihat ahmad


__ADS_3

mereka sudah selesai dengan kebutuhan yang sudah mereka beli. fendy dan Mia sudah bersiap untuk pulang, mereka menyempatkan diri untuk mampir ke tempat cetak foto, karna beberapa hari lalu Mia berniat ingin mencetak foto Mia untuk ia pajang di kamar nya.


tidak butuh waktu lama sekitar 15 menit foto yang tercetak sudah jadi, mereka pun segera meninggalkan tempat itu, di jalan mereka tidak saling ngobrol, karna memikirkan sesuatu masing-masing.


flashback on


'' mi, kalo kamu ketemu sama ahmad di jalan biarkan saja, gak usah di hampiri atau di tanya apapun. ''


ucap Ibu di balik telpon


'' emang kenapa bu? Ada apa si? Kok sampe kak ahmad pergi?''


Mia banyak tanya karna sangat penasaran.


'' nanti ibu critain kalo kamu udah pulang ke rumah, sekarang kamu udah sampai mana?''


tanya ibu


'' ini udah di jalan mau pulang. ''


jawab Mia


'' ya sudah, pokoknya dengar apa kata ibu ya. ''


peringati ibu


'' iya bu, Mia denger kok. ''


jawab Mia paham


ponsel sudah mati, Fendy mendekati Mia menanyakan apa yang barusan ibunya katakan. Mia pun memberi tahu jika kakak nya pergi dari rumah, namun ia belum tahu alasan nya.


'' jadi kak ahmad pergi dari rumah?''


tanya fendy sedikit bengong karna tidak percaya dengan kenyataan ini, baru saja tinggal beberapa hari acara pernikahan mereka, tapi malah kakaknya pergi dari rumah.


'' iya, ya sudah lah biarkan saja gak penting juga. ''


ucap Mia dengan nada santai namun menyimpan kesedihan yang dalam


'' nggak lo, kenapa kok segitu nya banget kakak mu gak suka sama aku, sampai pergi dari rumah segala. ''


pikir fendy yang merasakan bahwa ahmad tidak suka dengan nya.


terlihat jika fendy bertamu ke rumah Mia Ahmad tidak pernah mau menemui fendy, jangan kan bertanya melihat nya pun tidak pernah, hal itu terjadi saat ia melihat fendy dan Mia sempat berciuman. Satu hal yang paling ahmad tidak suka dari laki-laki yang belum muhrim menyentuh perempuan, walaupun dengan status calon suami.


semua berpikiran bahwa ahmad terlalu kuno, sehingga tidak mengenal pacaran jaman sekarang, apa yang dilakukan Mia masih di batas wajar, bahkan ada yang lebih parah dari itu, namun ahmad tidak bisa memahami nya, asumsinya terlalu dalam sehingga ia sulit menerima asumsi orang lain di tambah lagi pergaulan yang kurang, menjadikan ia sulit untuk berbaur dengan orang sekitar.


di jalan mereka berdua saling diam, fendy memikirkan apa salahnya kok ahmad bisa sebenci itu dengan nya, namun Mia berharap jika fendy bisa berfikiran logis agar kejadian ini tidak di perpanjang.

__ADS_1


dari kejauhan, Mia melihat ahmad berjalan dengan menggendong ranselnya, fendy pun melihat nya, ada rasa was-was di hati Mia melihat ahmad yang sedang berjalan tertunduk tanpa menatap jalanan, terlihat bajunya terdapat sedikit kotoran bekas darah.


'' itu, kakak mu, kita samperin dulu sebentar. ''


ucap fendy hendak berbalik arah


'' udah gak usah, nanti malah ribut, aku tau banget sikap kakak ku kaya apa, kalo kamu masih pingin hubungan kita baik, dengerin kata-kata aku. ''


ucap Mia dengan nada sedikit gugup


fendy terdiam sejenak lalu menjalankan motor nya kembali, Mia berfikir jika fendy akan mengejar ahmad, namun ternyata ia langsung pulang kerumah Mia.


sampai di rumah, sudah banyak orang yang datang di rumah, banyak yang bertanya tentang keributan yang baru saja terjadi, Mia dan fendy segera masuk ada ayah dan ibu yang sedang ngobrol dengan seseorang yang akan membuat kertas undangan.


'' langsung saja ya mas, mb, ini sudah hampir sore, saya harus berpindah tempat lagi soalnya. ''


ucap orang itu


'' iya mi, buruan foto untuk di cantumkan di kertas undangan. ''


titah ibu


Mia pun mengajak fendy untuk berganti baju di kamar, Mia menggunakan kebaya berwarna kuning, dengan kerudung kuning, lengkap dengan rok sepan yang sangat apik, sedangkan fendy memakai baju kemeja lengan panjang dan celana hitam.


merekam berpose sederhana dengan fendy dan Mia berhadap-hadapan, dah tangan yang saling tergandeng, hanya sekitar 10 menit mereka melakukan sesi foto, setelah itu, orang itu pun permisi pulang, Fendy duduk di samping ayah Mia, setelah melepaskan baju yang tadi ia gunakan.


tanya fendy hati-hati


'' ayah juga nggak tau fen, memang ahmad itu wataknya keras, sulit sekali untuk di kendalikan, hanya karena permasalahan kecil saja ia langsung naik pitam, marah dan berbuat yang tidak-tidak. ''


jelas ayah


'' tadi saja kalo ayah gak sigap, bisa-bisa ibu kamu masuk rumah sakit, di lempar sama meja kayu itu. ''


tambah ayah dengan menunjuk ke arah meja yang sekarang posisi nya sudah hancur terbelah.


'' kok tadi kayak nya berdarah juga ya buk. ''


tanya Mia sedikit penasaran


'' iya, tadi kena tangan ayah, karena ayah ngelindungin ibu mu, kalo nggak gitu mungkin ibu kamu yang berdarah. ''


ucap ayah


'' sudah lah, biarkan saja, nanti juga balik lagi kesini, kalo ngikutin pola pikir nya bisa-bisa malu semua, udah cukup dengan perlakuan dia hari ini, semua itu butuh pembelaan tapi kalo kelakuan nya kaya gitu apanya yang di bela. ''


ucap ibu


'' kehilangan 1 anak gak masalah, dari pada ada tapi sering buat luka, buat apa, batasan amarah manusia juga ada, kalo sifat nya kaya gitu, siapa yang betah hidup berdampingan sama dia. ''

__ADS_1


lanjut ibu lagi


fendy mendengarkan apa yang di ucap kan ayah dan ibu Mia kemudian ia berpamitan setelah selesai mengobrol dengan kedua orang tua itu.


Mia kembali masuk kamar setelah kepergian fendy, terlihat dari wajahnya bahwa fendy masih bingung dengan dirinya sendiri kenapa sampai ahmad segitu bencinya dengan dia.


' kalo ketemu kak Ahmad, gak usah di ajak ngobrol, kamu bablas aja, tolong dengerin aku. '


Mia mengirimkan pesan itu


fendy tak menjawab, Mia semakin gelisah. ' aku gak masalah dia gak ada di acara pernikahan kita, biarkan saja, nanti jika amarah nya sudah padam pasti dia akan kembali. '


Mia mengirimkan pesan lagi.


Mia lelah sedari tadi pesan nya tak kunjung terbalas, Mia pun merebahkan badannya di atas kasur, memejamkan matanya menetralisir apa yang ada dipikiran nya seiarang.


denting ponselnya berbunyi Mia melihat dari siapa panggilan itu.


my dear nama yang ia sematkan untuk nomer fendy, Mia pun segera mengangkat nya.


'' hallo, ''


ucap Mia


'' aku cari-cari, gak ketemu juga, mungkin udah naik mobil kali ya. ''


ucap fendy


'' kamu nyariin ahmad, buat apa? Udah di bilang biarin aja, masih aja di cari. ''


ucap Mia


'' aku cuma penasaran aja, kenapa dia gak suka sama aku, kenapa gak negor langsung kenapa harus pergi-pergian kaya gitu, kaya anak kecil aja. ''


ucap fendy menggrutu


'' udah lah, gak usah di fikirin, kita fokus aja ke acara pernikahan kita, bisa nggak?''


ucap Mia pelan namun tegas


'' ya sudah lah, aku mau jalan dulu. ''


pamit fendy


'' iya, hati-hati gak usah ngebut. ''


pesan Mia


telpon pun di matikan, fendy melanjutkan perjalanan pulang sedang kan Mia melanjutkan aktivitas nya.

__ADS_1


__ADS_2