Perjalanan Hidup Seorang Dara

Perjalanan Hidup Seorang Dara
Kehidupan Baru


__ADS_3

Di sini banyak cerita tentang rumah tangga Mia dan Fendy, 2 insan dengan latar belakang yang berbeda dan sikap yang berbeda serta kebisaan yang berbeda, mencoba menyatu dengan ikrar pernikahan. Akan kah mereka bisa bertahan dengan banyaknya cobaan dan rintangan?


Kita simak yuk...!


Malam Pertama


Setelah selesai acara semua merasa sangat lelah, 1 hari penuh duduk di singgasana pengantin membuat keduanya kelelahan berpose mengikuti arahan photograper yang menyuruh berbagai gaya yang mereka belum pernah lakukan itu sangat melelahkan.


Pakaian yang di kenakan pun ikut menjadi keluhan keduanya, merasa sangat tidak nyaman, tapi itulah seharusnya. Di dalam kamar, mereka berdua sudah merebahkan badanya, saling bertukar cerita bertanya tentang hari ini. Menghilangkan canggung antara mereka karna untuk pertama kalinya berada di kamar berdua dan sudah berstatus suami istri.


'' Kamu capek nggak Mas?'' tanya Mia sambil menatap wajah suaminya


Kenyataan harus di utarakan bahwasanya sekarang ia sudah menjadi milik orang lain masa lalu nya bersama Andi biarlah pergi dengan sendirinya bukan berniat untuk menyakiti namun, berlarut dalam pemikiran yang sudah lalu itu sangat tidak baik.


'' Capek, malu, jujur aku baru kali ini. Merasa gak percaya diri, di foto naik panggung buat joget bareng. Hm hal baru si buat Aku. '' jawab Fendy


Karakter seseorang memang berbeda-beda, Mia sangat menyukai hal yang berbau seni, apalagi musik ia sangat menyukai nya bahkan itu menjadi hobi nya. Berbeda dengan Fendy yang lebih suka dengan privasi, ia tidak suka di foto ataupun tampil di acara terlebih lagi sebagai pemeran utama itu hal yang belum pernah ia jalani. Dan hari ini ialah pertama kali ia memberanikan dirinya untuk bertahan di tonton oleh banyak nya orang.


Permintaan Fendy adalah tidak mau menikah dengan acara yang ramai cukup ijab kabul dan mengumpulkan jamaah untuk berdoa bersama, tidak harus merayakan atau mempersiapkan resepsi. Namun tidak dengan Mia, ia suka jika pernikahan nya di rayakan dan bersua foto menurutnya hal itu bisa menjadi kenangan kelak jika ia sudah memiliki keturunan, bisa ia ceritakan pada anak-anak nya nanti.


'' Untung gak malu-maluin, '' ucap Mia sambil tersenyum

__ADS_1


'' Kamu ya. Seneng banget kalo liat Aku salah tingkah di depan orang banyak. '' ucap Fendy merubah posisi pandangan nya yang sekarang menjadi menatap Langit-langit rumah.


'' Tidur yuk, Aku ngantuk capek juga. '' ucap Mia sambil menguap


Fendy melirik sekilas dan menghembuskan nafas nya '' Yakin mau tidur?'' tanya nya datar


Mia melirik sekilas dan mencerna pertanyaan Fendy, ia mencoba menutupi ke canggungan nya '' lantas main apa lagi kalo nggak tidur?'' tanya Mia


Meskipun ia tahu apa maksud Fendy namun ia tidak langsung menuju ke apa yang di fikirkan Fendy, ia diam sampai Fendy mengutarakan itu sendiri. Mia adalah tipikal orang yang lumayan peka, banyak hal yang ia lakukan tanpa permintaan seseorang itu namun orang itu menyukai nya. Kali ini ia mencoba membodohi dirinya sendiri sebenarnya bukan tidak mau tapi hanya belum terbiasa, untuk pertama kalinya Mia merasa takut dan sangat canggung, sungguh ia belum siap. Kata itu yang sedang ia fikir kan.


'' Ya sudah, tidurlah. '' ucap Fendy sambil memejamkan matanya


Mendengar itu, Mia merasa bersalah, Mia tahu jika Fendy merajuk. Apa si yang di harapkan oleh seseorang yang baru saja menikah apalagi saat malam pertama, sudah pasti mereka memikirkan hal yang mengarah ke sana.


Mia mengecup semua bagian wajah Fendy, gerakan itu membuat Fendy kaget karna ia sudah terpejam, mencoba menhan gairah yang ia rasa karna mungkin Mia belum siap akan itu, ia mencoba memahaminya.


'' Kamu mau?'' tanya Fendy


membuat Mia menutup wajahnya dengan bantal, merasa malu, begitu to the poin nya dia. '' Jangan sekarang ya Mas, Aku belum siap. '' ucap Mia pelan sambil memeluk Fendy


Fendy pun tersenyum. '' Kamu takut?'' tanya nya lagi

__ADS_1


pipi Mia memerah karna malu, ada desiran hebat di badan nya saat mendengar kata itu. Mia mengangguk membuat Fendy tertawa kecil.


'' Ya sudah tidurlah, sini Aku peluk. '' ucap Fendy menarik badan Mia kedekapan nya.


Mia pun menerima itu, setidaknya ia masih punya hari untuk merasa siap menjadi sosok seorang istri yang seutuhnya buat Fendy.


'' Tidak untuk hari ini, tapi iya untuk esok. Tidurlah siapkan dirimu sayang. '' ucap Fendy berbisik di telinga Mia.


Dalam pejaman nya Mia merasa merinding mendengar nya namun ia tak merespon itu berpura-pura tertidur. Posisi saat ini sangat lah nyaman untuk nya, di peluk dari belakang oleh pasangan itu hal paling nyaman bagi nya.


jam 5 pagi Mia sudah bangun, tidurnya serasa tidak nyenyak walaupun sudah ia coba untuk merasa nyaman, namun ia terlalu jaim ia malu jika nanti saat ia tertidur nyenyak ia berdengkur atau dia ileran dan Fendy mengetahui nya, sungguh ia sangat menjaga itu, apa karna masih pertama kalinya. Bahkan setiap pergantian jam ia mengetahui nya.


setelah Fendy tidur Mia melepaskan dekapanya, menatap wajah suaminya itu, ia masih tidak percaya di usianya yang masih sangat muda sudah memiliki suami dan akan mengarungi bahtera rumah tangga yang penuh dengan rintangan, banyak argumen yang ia lancarkan di pikiran nya sampai ia merasa ngantuk dan tertidur, tidak berapa lama ia terbangun lagi melihat ke arah suaminya yang masih terlelap meringkuk merasa kedinginan.


Mia pun menyelimuti nya, mengecup keningnya sekilas, lalu tertidur lagi. Tidak berapa lama ia pun terbangun lagi karna suara dengkuran dari Fendy. Mia terbangun dan melirik kearah suaminya.


' berdengkur, mungkin aku harus terbiasa dengan tidurku yang sperti biasanya, dia saja biasa saja, bukankah berdengkur itu hal yang wajar saat tidur, kita kan gak tau dan gak bisa mendengar sendiri.' ucap Mia dalam hati


' Hm kenapa aku jadi gini, apa karna malu atau karna belum terbiasa, mataku sperti susah untuk terbuka, tapi hatiku susah untuk tidur. ' batin Mia lagi


' tidurlah hati, jangan buat aku gelisah terus, dia gak akn tau jika kamu tidur berdengkur atau pun mulutmu melongo, ileran atau apalah yang sedang kau pikir kan, ayolah mataku mengantuk ini. ' batin Mia sambil mencoba memejamkan matanya dan menetralkan isi hatinya

__ADS_1


namun baru saja hatinya mulai tenang terdengar suara adzan subuh dari mushola dekat rumahnya. ' Tu kan udah subuh, kami sih susah di ajak tidur, jadi ngantuk gini kan. ' batin Mia merasa jengkel sendiri


Ia pun turun dan keluar untuk kekamar mandi, terlihat ayah dan ibu nya sudah terbangun dan sedang mengobrol di dapur.


__ADS_2