Perjalanan Hidup Seorang Dara

Perjalanan Hidup Seorang Dara
bab 89 Upin ipin


__ADS_3

Mia memutuskan untuk melahirkan di rumah Ibu nya karna memang ia lebih nyaman di situ, bukannya tidak mau di tempat mertuanya namun Mia merasa tidak enak hati jika di sana. Namun Mia belum memberitahukan keinginan nya itu pada Fendy karna memang suaminya itu menginginkannya Mia melahirkan di rumah nya.


Sore hari Fendy berniat tidak pulang kerumah mertuanya karna memang jaraknya yang lumayan jauh dan juga seharian ia bekerja sangat lelah. Fendy pun menghubungi Mia untuk tidak pulang. Namun Mia meminta nya untuk pulang ya walaupun sebenarnya tidak tega tapi Mia merasa tidak bisa tidur jika tidak ada suaminya itu.


Karna sering sekali perutnya merasakan kontraksi-kontraksi palsu membuat Mia lebih tenang jika sang suami ada di dekat nya. Mia merasa lebih nyaman jika ada apa-apa dia bisa meminta tolong dengan suaminya tidak dengan ibunya, dan karena memang itu sudah menjadi kewajiban dan tugasnya.


Awalnya Fendy menolak namun mengingat perut istrinya yang semakin membesar dan sering kali kontraksi dan semakin manja saja membuat Fendy puj tak tega. Jam 9 malam akhirnya Fendy sampai di kediaman mertuanya itu, Mia pun membuka pintu dengan wajah sumringah.


'' Akhirnya pulang juga, '' ucao Mia dengan senyuman yang sangat lebar


Ingin marah namun gimana kangen juga.


'' Kasian sama calon anak, takutnya nanti ngeces karna gak liat Ayah nya seharian. '' ucap Fendy


'' Ih, amit-amit, Aku kan gak ngidam gitu, jadi mana mungkin anak ku ngeces. '' ucap Mia


'' Gak di suruh masuk ini? '' ucap Fendy yang masih duduk di atas motornya


'' Silakan masuk sayang.'' ucap Mia


'' Udah makan belum mas?'' tanya Mia setelah Fendy duduk di depan TV


'' Udah tadi, '' jawabnya sambil melipat tangannya karna kedinginan naik motor


'' Pake apa? Mamak masak apa? '' tanya Mia


'' Pake angin, Gak tau masak apa? '' jawab Fendy yang masih fokus dengan tayangan upin ipin


'' Mas! Di tanya tu jawab nya yang beneran dikit napa sih. '' ucap Mia yang mulai kesel

__ADS_1


'' Iya Sayang! Aku heran deh sama kamu, kenapa tiap hari yang di tonton tu tuyul dua aja kaya nggak ada yang lain. Nggak takut apa nanti anak nya nurunin hidung mereka? '' ucap Fendy yang merasa heran dengan film favorit nya Mia saat hamil, Sekarang Mia lebih senang lihat upik ipin dan katanya jika sehari tidak nonton kartun itu sperti ada yang kurang.


'' Sebenarnya aku juga gak pingin gitu, tapi kayaknya anak ku suka deh sama upin ipin, ntah sehari gak nonton itu kaya makan gak kenyang terus tidur gak nyenyak juga. Lucu kan. '' jawab Mia dengan wajah heran nya.


'' Terserah kamu aja sayang, yang penting anak ayah sehat-sehat ya, sampai nanti kita ketemu di dunia. '' ucap Fendy sambil mengelus perut istrinya itu yang sudah membulat sperti bola.


Dan bayi itu pun membalas dengan tendangan yang lumayan keras sehingga Mia meringis kesakitan, ntah ada ikatan apa antara ayah dan anak nya, setiap Fendy mengusap perut itu, pasti anaknya selalu menjawab dengan gerakan langsung yang membuat keduanya tersenyum senang.


'' Dia seneng banget lo Mas, kalo kamu sapa. '' ucap Mia yang masih tersenyum namun sedikit meringis menahan sakit


'' Iya dong! Kan anak ayah, ya sayang. '' ucap Fendy dengan mengelus perut itu lagi.


Mereka terlihat bahagia, dan di sela-sela obrolan mereka, ibu Mia ikut duduk di samping mereka.


'' Fendy udah makan belum? '' tanya ibu yang memang sangat perhatian dengan menantu nya itu


'' Ya udah makan dulu, nanti kalo telat masuk angin lo. Temenin suami kamu mi, nanti liat TV lagi kalo udah selesai makanya. '' titah ibu


Mia pun mengangguk dan mengekori Fendy ke dapur dan menemani Fendy makan, dan Mia pun ikut makan lagi padahal seharian ini dia sudah makan 5 kali namun melihat makanan ia pun ikut makan lagi. Sampai Fendy dan Adi kakak Mia heran dengan sang adik yang porsi makan nya berlebihan. Mungkin karna bawaan hamil menjadikan dia suka makan dan ngemil. Lihat saja badanya sekarang sudah sperti anakan badak besar tinggi dan gendut.


Setelah selesai makan, Fendy pun menyendiri di ruang tamu untuk merokok, aktifitas setiap laki-laki setelah selesai makan pasti merokok, dan karna istrinya sedang hamil Fendy pun menjauh agar tidak menggangu orang lain.


Namun Mia masih membuka kulkas nya mencari buah kesukaan nya setelah selesai makan ia pasti makan buah, dan Mia pun mengeluarkan 5 buah pisang ambon berukuran sedang, dan memakan nya lagi di hadapan ibu, kakak dan suaminya itu.


Semua yang melihat nya pun menggeleng kan kepala nya karna merasa heran dengan porsi makan Mia itu. '' Istighfar dek, kamu itu udah makan banyak sekarang masih makan pisang! Kasian itu calon ponakan kakak, sesek dia di dalam. '' ucap Adi yang terlihat tidak tega


'' Enak lo kak. Kakak mau? '' bukanya berhenti justru Mia malah menawari Adi


'' Ogah dek, habisin lah. Dah kenyang liatnya. '' jawab Adi dan berlalu keluar untuk menemui kawanya

__ADS_1


Mia tertawa melihat ekspresi adi, sementara ibu juga masih saja nyebut melihat Mia yang begitu lahapnya memakan buah pisang itu. '' Padahal seharian Mia makan banyak lo fen, kok ya malam masih kaya orang kelaperan. '' ucap Ibu kepada Fendy menceritakan Mia seharian nya yang hanya makan saja. Fendy pun menanggapinya dengan tawa heran.Namun senang sekali karna sang mertua begitu perhatian dengan nya dan begitu humble.


'' Yang penting sehat bu. '' ucap Mia yang masih penuh mulutnya dengan buah pisang.


'' Iya, ibu juga seneng lihat kamu yang seneng makan gini, berarti tandanya cucu ibu sehat. '' ucap ibu nya dengan mengusap perut Mia


'' Buk, menurut ibu ini apa?. '' tanya Mia sambil menyentuh perut buncit nya itu karna Mia merasakn sperti kepala bayi yang menyudut di bagian sisi kanan perutnya


'' loh, kok kepala nya di sini Mi? Harusnya kan di bawah kenapa di atas. '' ucap Ibu yang sudah lumayan hapal karna sudah berkali-kali hamil


'' Ibu nih! Ini tu pantat lo bu. Orang kemaren aku periksa kata bidannya kepala nya udah mapan kok. Masa muter lagi! '' jawab Mia yang tidak percaya dengan ucapan ibu nya


'' Kamu nih gak percaya, ibu itu udah hamil berkali-kali Mia, jadi ya paham. '' jelas ibu namun Mia tetap saja tidak percaya, Fendy pun hanya bisa menyimak obrolan mereka, namun di pikiran nya pun menyimak apa yang di ucapkan mertuanya itu.


'' Ini tu keras lo buk, ya pasti kepala lah. '' Mia masih saja ngeyel


'' Terserah kamu lah mi, yang penting kalian berdua sehat dan lancar saat lahiran nanti. '' jawab ibu yang mals berdebat dengan Mia


Setelah berargumen dengan Mia ibu pun mengantuk dan pamit untuk tidur dan setelah ibu tidur Fendy mendekati istrinya, untuk menanyakan yang di ucapkan sang mertua tadi.


'' Coba sih dek, emang bener ya yang di katain ibu tadi? '' tanya Fendy penasaran dan meraba perut Mia


' Iya kerasnya ada 2 di atas dan bawah, sama-sama menyudut posisinya' Batin Fendy


' Ya Allah lancarkanlah lahiran istri ku, jangan sampai ada halangan satu apapun Aamiin. ' Doa Fendy dalam hati karna merasa khawatir dengan yang di bicarakan oleh mertuanya tadi.


'' Doa yang terbaik aja mas semoga aja lancar dan baik-baik aja, aamiin'' doa Mia yang di amini juga oleh Fendy


Mereka meneruskan menonton TV namun karna sudah mulai mengantuk akhirnya mereka pun memutuskan untuk tidur.

__ADS_1


__ADS_2