
Ternyata berumah tangga tidak lah mudah sperti katanya dan tidak lah indah sperti ucapannya. Banyak orang yang bilang bahwa menikah itu enak apalagi dengan pasangan yang sama-sama saling mencintai ternyata tidak.
saling mencintai tidak menjadi jaminan kehidupan rumah tangga akan terasa indah dan baik-baik saja. Contohnya Mia dan Fendy, berawal dari saling cinta namun setelah mereka menjalani itu semua ternyata masih banyak yang belum mereka tahu dari satu sama lainya.
ego masing-masing yang masih sama besarnya rasa yang tidak mau memahami satu sama lain masih belum mereka kuasai.
waktu semakin sore setelah selesai menyelesaikan aktifitas memasak dan beberes rumah Mia pun beranjak mandi sambil menunggu sang suami pulang, ia mencoba menghubungi suaminya namun belum juga mendapat jawaban. Ada rasa kesal dan kecewa namun ia abaikan
sepulang kerja di siapkan lah segala keperluan sang suami, sbagai istri yang taat kepada pasangan nya sudah menjadi kewajiban baginya menyiapkan segala sesuatu yang di butuhkan pasangannya.
namun yang membuat Mia tercengang Fendy tidak mengenakan pakaian yang sudah ia siapkan, ia hanya memakai setelan boxer dan kaos dalam dan setelah itu ia keluar dari kamarnya untuk mengobrol bersama keluarga nya.
sakit ya sakit wanita mana yang bisa menerima perlakuan sperti itu, derai air mata pun menetes sesak di dada menahan suara dan air mata yang tiada hentinya menetes, dengan seenak nya saja ia di tinggalkan tanpa ada sapaan. Seharian penantianya di abaikan saja.
Mia menarik nafas nya dalam dan menghembuskan nya pelan. Ia sadar jika sekarang keberadaan nya bukan di keluarga nya namun di keluarga suaminya. Merasa sangat tidak enak pada sang mertua Mia pun keluar dari kamarnya dan duduk di depan televisi bersama adik bungsu Fendy.
Diamnya bukan aslinya tapi rasa tertekan batin ya merasakan apa ini yang di sebut pernikahan, apa ini yang orang lain rasakan, apa yang selama ini aku lihat itu hanya sebuah kepura-puraan saja, atau aku belum bisa menjadi sosok yang ia harapkan, apa yang kurang dari ku apa yang harus aku lakukan agar bisa membuat kamu tau jika aku ada disini.
bertanya terus bertanya di hatinya banyak pertanyaan yang ia bingung harus ia utara kan dengan siapa.
'' Mia, udah makan belum?'' tanya ibu mertuanya yang membuat Mia tersadar dari lamunan nya
'' nanti saja bu, Mia belum lapar. '' jawab Mia
'' Fen, ajak istrimu makan, '' teriak ibu memanggil Fendy yang sedang asik mengobrol dengan adiknya
'' iya. '' jawab Fendy singkat namun tidak juga beranjak
lapar. ya cacing di perut Mia sudah berbunyi dari sebelum magrib tadi namun ia tahan karena menunggu Fendy selesai dengan aktifitas nya namun ternyata dia malah mengabaikan Mia.
__ADS_1
'' ayo makan, '' ajak Fendy
dengan rasa sedikit malas Mia pun mengikuti langkah Fendy menuju dapur untuk makan bersama. Setelah mengambil nasi dan lauk mereka pun makan bersama, tak selahap Fendy Mia hanya mengambil nasi dan lauk secukupnya saja, ia pun tidak begitu selera karna sikap Fendy yang ia rasa sangt aneh.
'' kalo laper makan, gak usah nunggu aku pulang, nanti kamu kurus terus sakit, aku yang di salahin sama keluarga mu. '' ucap Fendy sambil mengunyah makanan nya
Mia hanya diam tak menjawab. '' habiskan, nanti Aku mau keluar sebentar kamu di rumah aja ya. '' ucap Fendy yang sudah selesai makan
'' mau kemana?'' tanya Mia
'' ke tempat bos ku, gak jauh kok deket '' jawab Fendy
'' pulangnya?'' tanya nya lagi
'' kenapa? Kangen ya. '' tanya Fendy menggoda Mia
Mia seketika melotot, apa maksudnya tadi dia begitu dingin kenapa sekarang membuat aku baper, pemikiran macam apa ini.
'' nggak malem kok jam 10 aku pulang. '' ucapnya
setelah selesai Fendy pun pergi, Mia di rumah sedang menonton televisi bersama keluarga suaminya, sedikit berbincang dan mengobrol kebiasaan apa yang sering ia lakukan di rumahnya bertanya tentang keluarga masing-masing.
sudah pukul 9 malam dan mendekati jam 10 tapi belum juga terdengar suara Fendy pulang, Mia gelisah berkali-kali ia menatap ponsel nya ingin sekali ia menelpon untuk memintanya pulang, namun ia urungkan. Hingga jam terus berputar kearah jam 11 masih juga belum sampai rumah. Akhirnya dengan keberanian nya ia pun menelfon Fendy.
1x tidak di angkat, 2x di putus panggilan itu dan ia pun mencobanya kembali yang ke 3 kalinya di biarkan begitu saja.
luruh lagi air mata itu menetes lagi sekuat tenaga ia tahan agar tidak mengeluarkan suara, hingga sesak dadanya menahan tangis itu.
'' jika memang kamu sibuk, cukup bilang aku masih sibuk, jika memang masih lama setidaknya kamu angkat, jangan di diamkan seperti ini, sakit rasanya kenapa begini rasanya, aku kamu anggap apa? ''
__ADS_1
gumam Mia dengan suara yang sangat lirih, tak berselang lama, terdengar suara orang membuka pintu. Sudah pasti itu Fendy, dan benar ia masuk kedalam kamar nya. Mia pun pura-pura tertidur mencoba menutupi apa yang baru saja ia lakukan tadi.
namun bukanya meminta maaf karna mengabaikan telfonnya tapi malah langsung tidur begitu saja. Dengan menahan sesak Mia pun memberanikan diri bertanya dengan nada yang sangat pelan
'' kenapa malam sekali pulangnya. '' tanya nya datar
'' kamu belum tidur. '' jawab Fendy
'' nunggu kamu pulang. ''
'' gak enak mau pulang dulu, soalnya tadi pada ngumpul semua aku juga udah lama gak ngumpul bareng mereka. '' alasan Fendy
'' terus kenapa telpon ku gak kamu angkat?''
'' gak enak aja, apa lagi tadi banyak orang, malu takut di bilang suami takut istri. '' jawab nya
jleb
hati Mia bagai di tusuk pisau belati bertubi-tubi mendengar kata malu dari bibir suaminya sendiri yang baru beberapa bulan ia nikahi.
'' malu, kali malu kenapa kamu nikahin aku?'' ucap Mia datar
'' apa salah ya kalo aku telpon cuma nanya masih lama atau nggak, atau mau pulang jam berapa, setidaknya kan aku bisa tidur duluan gak nunggu kamu. Aku gak akan minta kamu pulang kalo kamu belum mau pulang, aku cuma nanyain aja karna kamu yang bilang akan pulang jam 10 tapi nyatanya sampai lewat 2 jam kamu belum juga pulang. Wajar lah aku naya itu, aku di sini ikut kamu Mas, demi kamu, terus siapa yang mau perhatian dan ngertiin aku kalo bukan kamu. Tapi ternyata kamu malah kaya gini. ''
ucap Mia dengan rasa penuh kecewa
'' udah lah! Lagian aku juga udah pulang. Aku capek, mau tidur bukan mau berdebat sama kamu. ''
jawab Fendy dan lalu membaringkan badanya memunggungi Mia.
__ADS_1
setelah Fendy tertidur Mia masih belum bisa memejamkan matanya, ia masih memikirkan ucapan Fendy tadi kata malu masih terngiang-ngiang di telinganya.