Perjalanan Hidup Seorang Dara

Perjalanan Hidup Seorang Dara
bab 78 pengalaman pertama


__ADS_3

Setelah bebrapa hari berbaur dengan keluarga Mia, Fendy sudah mulai terbiasa dengan lingkungan sekitar nya, memulai hidup baru bersama pasangan yang ia pilih, baik buruk nya harus ia Terima dan jalani, PR nya adalah harus bisa memahami 1 sama lain terlebih dahulu untuk menentukan bagaimana jalan kedepannya.


malam hari setelah aktifitas bersih-bersih rumah yang sangat melelahkan karna keadaan yang sangat kotor setelah di gunakan acara kemarin. Malam ini waktunya membuka kado-kado pernikahan dari kawan-kawan dan sodara mereka. Mia sangat antusias terhitung lebih dari 50 bks kado dalam berbagai bentuk dan isi yang pastinya berbeda.


'' Dek, serius ini kok banyak banget. '' ucap Fendy


Adek ya panggilan itu yang Fendy siapkan jika kelak ia menjadi suami Mia, Fendy yang tipikal laki-laki tidak romantis jauh dari kata Humoris namun ia bisa sedikit menghargai wanita, bagi nya romantis itu hanya berdua bukan di tunjukan kepada banyak orang.


'' Iya Mas, kebanyakan emang gitu kali di sini, pasti kalo temen nya nikah dapet nya kado-kado kaya gini, emang tempat kamu nggak gini Mas?'' tanya Mia


'' gak tau orang belum pernah nikah. Lagian aku juga gak begitu perduli sama kaya gituan. '' jawab Fendy sambil membuka 1 per 1 kado nya


hampir 1 jam mereka membuka kado-kado itu dan mencatat siapa pemberinya, di desa sperti yang Mia tempati, jika seseorang memberi sesuatu pada saat menikah maka pada saat Sipemberi itu menikah akan di kembali kan sperti pemberian nya, sudah menjadi lumrah pada umumnya.


kegiatan itu sudah selesai mereka berdua membaringkan badannya di atas kasur, saling menatap keatas. Masih tidak percaya bahwa mereka sudah menikah dan sudah memulai hidup yang baru. '' Dek, kamu udah siap belum?'' tanya Fendy lembut dan penuh harap dengan wajah yang sudah menghadapkan pandangan dan badan nya ke arah Mia


'' InsyaAllah Mas. '' jawab Mia yang sudah mulai berani. di beri waktu sekitar 3 hari untuk ia mempersiapkan kan diri agar bisa melayani suami nya sperti seharusnya. Fendy tidak memberi jarak waktu hanya dalam 3 hari Fendy tidak meminta lebih ia faham jika Mia butuh waktu untuk itu.


Fendy pun ingin memulai aksinya namun Mia sedikit mendorong badannya. '' kenapa?'' tanya Fendy heran


'' boleh di matikan nggak lampu nya, '' pintar Mia ragu


'' Oh, nanti gelap. Gak kelihatan lah dek. '' jawab Fendy


'' pliss Mas, '' mohon Mia

__ADS_1


Fendy pun menuruti permintaan Mia akhirnya mereka berada dalam kegelapan, hanya sedikit cahaya yang masuk kedalam kamarnya jika ada kendaraan yang lewat melintasi rumah Mia, yang kebetulan rumahnya di samping jalan raya.


Fendy yang memulai permainan Mia hanya mengikuti sesekali mencoba memimpin karna permintaan Fendy namun Mia tidak sepandai harapannya ia masih sangat malu dan canggung karna ini pengalaman pertama bagi nya.


sentuhan demi sentuhan yang Fendy berikan membuat Mia merasa merinding dan rasanya ingin kabur karna sepenuhnya ia belum siap namun mencoba ia tahan karna itu sudah kewajiban nya. Semua sudah tak ada yang memakai sehelai benang pun Mia yang merasa geli dan tak terbiasa pun menutupi wajannya dengan kedua telapak tangannya.


'' jangan di tutupin, aku gak suka '' pintar Fendy


'' aku malu '' jawab Mia


'' ini itu, pengalaman pertama buat kita, kalo kita sama-sama malu terus kapan beraninya. '' ucap Fendy yang ternyata ia pun belum pernah melakukan hal yang sama, namun ia tidak memperlihatkan itu ia mencoba biasa saja menetralkan semua rasa dan memikirkan apa yang harus ia lakukan.


'' awww... Apa itu Mas '' teriak Mia yang langsung di tutup oleh kedua tangannya dan tangan Fendy


'' kamu jangan teriak, nanti kedengeran sama semua orang, untung aja ada mobil lewat kalo nggak pada denger semua tadi. '' bisik Fendy


'' nanti juga terbiasa, '' ucap Fendy santai Mia mengangguk


Mia merasa akan berperang melawan banyak musuh, karna di hatinya sangat takut dan badannya yang bergetar serta mata nya yang hendak menangis.


Mia mencengkram hebat tangan Fendy dan menggigit ujung bantal yang ada di samping nya, serta mengeluarkan air mata yang sudah menetes di pipinya. mendapat cengkraman itu Fendy menghentikan aktifitas nya namun tidak melepaskan nya.


'' kenapa? Sakit?'' bisik Fendy Mia hanya mengangguk sambil menahan perih dan sakit yang baru pertama kalinya ia rasakan


'' Tahan ya. '' pinta Fendy pelan

__ADS_1


namun cengkraman itu bertambah kuat akhirnya Fendy melepaskan nya tidak meneruskan itu ia menyudahi aksinya itu karna merasa kasihan dengan Mia. Mia merasa sangat bersalah saat Fendy berbaring di samping nya, ia melepaskan gigitan pada bantal nya dan menatap Fendy dalam kegelapan.


'' maaf, rasanya sakit. '' ucap Mia pelan penuh penyesalan.


Fendy meraih tubuh Mia dan menutupi nya dengan selimut begitupun dengan dia.


'' Gak papa, aku paham kok, kita tidur aja ya, di lanjut besok aja, kasian kamu sampe nangis gitu. '' ucap Fendy


namun Mia tak berhenti meminta maaf, dia pun memaksa Fendy untuk meneruskan nya, namun Fendy menolak, karna sangat kasihan pada Mia, mungkin jika pertama kalinya akan terasa sangat sakit, wajar saja jika Mia sampai menangis pikir Fendy


akhirnya mereka memutuskan tidur, dengan Fendy yang merasa sedikit galau, dan Mia yang merasa sedikit menyesal, namun mereka mencoba saling memahami 1 sama lain.


pagi hari Mia sudah terbangun lebih dulu ia sudah mandi dan berniat membangun kan Fendy, ia kecupi pipi mata hingga bibir Fendy untuk membangun kan ya, Fendy menggeliat dengan badan yang masih tertutup selimut. ia melihat Mia yang sudah cantik dan wangi ia pun memeluk Mia dan berada di pangkuannya.


'' sayang, '' panggil Fendy


'' Hm. '' jawab Mia


'' lagi yuk. '' ajak Fendy


'' boleh, tapi jangan sekarang, soalnya kita kan harus ketempat ibu Mas. '' jawab Mia


Fendy melebarkan pandangan nya dan beralih posisi duduk di atas kasurnya. '' Hari ini ya kita kesana. Ya udah aku mau mandi dulu. '' jawab Fendy Mia pun mengangguk.


Fendy sudah keluar dari kamar nya, sementara Mia mempersiapkan baju yang akan di kenakan oleh Fendy ia merapikan kamar tidurnya dan meletakkan pakaian yang akan Fendy kenakan di atas kasur nya. Kemudian ia keluar untuk membuat kan segelaa kopi untuk Fendy dan melanjutkan mempersiapkan apa yang akan ia bawa ke rumah mertuanya.

__ADS_1


setelah selesai mandi Fendy masuk ke kamar untuk berganti baju, ia merasa sangat senang, ternyata menikah bukan hal yang menakutkan, bukan hanya tidur ada yang menemani saja tapi dari segala kebutuhan nya ada yang menyiapkan. Senyum simpul nya terlukis, ia memakai pakaian itu dengn rasa sangat senang, ia merasa beruntung mempunyai pasangan yang paham akan dirinya.


__ADS_2