Perjalanan Hidup Seorang Dara

Perjalanan Hidup Seorang Dara
Bab 87 kontraksi


__ADS_3

Hamil tua ini membuat Mia serba salah saat tidur apalagi dia sering sekali mengalami kontraksi palsu dan juga gangguan dari makhluk tak kasat mata yang sering membuat ia pingsan mendadak.Untung nya sangat suami tidak lagi bekerja jauh jadi sewaktu-waktu ia merasakan kontraksi Fendy selalu ada di samping nya.


Pagi ini Mia sulit berjalan karna semalam ia mengalami keram hebat pada kaki nya, yang membuat kaki nya sakit, Mia pun heran ada saja keluhan yang di rasakan ibu hamil, terkadang mual yang mendadak tiba-tiba, terkadang pusing yang tak kunjung hilang.


'' Mas, akhir-akhir ini kenapa Kepala ku sering banget pusing ya,'' ucap Mia yang sedang dalam posisi tidur di dekapan sang suami yang sedang mengelus-elus perut buncit nya.


'' Nanti kita periksa ya sapa tau aja cuma kurang darah, bulan ini kan kamu belum periksa. '' saran Fendy yang di iyakan oleh Mia.


Selama hamil hampir setiap malam Mia meminta jatah, ntah apa yang ia rasakan tapi jika keinginan nya itu tidak di turuti Mia akan susah tidur dan menangis tiba-tiba, Mia pun aneh dengan dirinya yang semakin gila dengan **** itu, bahkan aroma tubuh suaminya menjadi candu baginya.


Fendy sampai di buat kewalahan oleh Mia, saking seringnya Mia meminta jatah, bahkan saat lelah pun ia tidak perduli.


Hidup seatap dengan mertua tidak lah selamanya mulus dan nyaman, Lama-lama pasti sifat aslinya terlihat. Terbukti sekarang saat usia kandungan Mia semakin membesar dan Mia ingin sekali mempunyai rumah sendiri. Walaupun mertuanya mendukung dan memberikan sedikit tanah nya untuk di huni namun kakak beradik dari Fendy ada yang tidak setuju karna bagian pertamanya harus memilih tempat yang ia mau sedangkan anak yang terakhir harus nurut apa yang ada.


Sialnya lagi Mia harus mendengar perdebatan itu, yang membuat ia tambah kesal, namun Mia tidak menceritakan hal itu pada Fendy karna Mia takut akan terjadi perselisihan di antara mereka. Karna Mia paham betul sifat sang suami yang gampang terpancing amarah.


Di lain kesempatan Mia mencoba menceritakan hal yang ia dengar di rumah mertuanya pada ibunya. Beruntung sang ibu memilikimu fikiran yang positif, sehingga sang ibu pun memberikan solusi yang membuat Mia berfikir jernih.


'' Kalo kaya gitu kamu cari rumah sendiri aja mi, dari pada harus bangun rumah di sana, nanti malah ribut di kemudian hari. Lagian kalo emang kamu bikin rumah di sana mungkin ibu juga gak enak jika pingin sering-sering main. '' ucap Ibu


'' Coba nanti Mia cerita sama mas Fendy ya buk, sapa tau aja denger ada rumah di jual, kan mendingan gak bikin dari awal. uang ku bisa buat modal yang lain. '' jawab Mia


'' iya coba nanti kamu obrolin sama Fendy, siapa tau ada yang ringan harganya. '' ucap Ibu

__ADS_1


'' iya buk. '' jawab Mia


Malam hari setelah Fendy datang dari sepulang kerja ia pun menghampiri sang istri yang sedang bermalam di rumah ibunya. Malam harinya setelah mau istirahat Mia menceritakan semuanya yang telah mereka obrokan siang tadi. Dan Fendy pun setuju atas keniatan Mia dan Ibunya.


Fendy tidak merasa keberatan sama sekali justru ia senang jika bisa memiliki hunian nua sendiri.


Hingga sampai setelah Mia membicarakan tentang rumah yang akan di belikan oleh ibu nya itu, datanglah saudara Fendy yang tinggal di lain desa yang tidak jauh dari kediaman Fendy. Beliau datang menawarkan salah satu rumah tetangga nya yang akan di jual karna terlilit hutang.


Bagaikan pelangi setelah hujan doa Mia sperti langsung mendapat kan jawaban dari Tuhan. Akhirnya tanpa bertele-tele mereka pun datang untuk mensurvey tempat yang akan di belinya itu.


Terlihat sangat sederhana dan lumayan bagus juga bagian rumah itu. membuat Mia langsung suka. Namun saat menanyakan harga membuat ibu dan Mia sperti tidak sanggup karna harga yang segitu. Akhirnya mereka pun mengusahakan bagaimana caranya agar bisa membeli rumah itu.


Jarak satu minggu saudara Fendy datang lagi dengan membawa kabar jika rumah itu akan di jual segera dan akan menerima tawaran harga yang kemarin ibu ucapkan.


Mia pun terlihat senang, ada harapan banyak saat ini tinggal menunggu anak mereka lahir dan akan segera menempati rumah itu. Betapa bahagianya mereka. walaupun hanya rumah lama, namun Mia bersyukur memiliki nya.


kontraksi palsu sering kali terjadi lagi bahkan Mia sampai tidak bisa tidur karna mengalami keadaan yang lumayan sakit.


Hari itu setelah kontraksi palsu itu terjadi Mia langsung membawa nya kerumah sakit, mengingat jika kandungannya sudah mendekati usia 9 bulan.


'' Gimana Bu, apakah kandungan saya baik-baik aja. Soalnya saya serings skali mengalami sakit perut yang sering juga sering pusing Bu. '' tanya Mia pada bidan langganan nya


'' Posisinya baik mb, tapi ini harus sering olahraga pagi ya mb biar lancar saat persalinan nanti. '' saran bidan itu

__ADS_1


'' jika sering merasakan sperti mulas dan lain sebagai nya tapi tidak menunjukan tanda keluar air ketuban, atau bercak darah, berarti itu hanya kontraksi palsu. '' tutur bidan itu


'' Oh iya minggu depan tolong di bawa periksa lagi ya mb, soalnya ini udah masuk trimesy terakhir jadi harus sering-sering cek, biar kita tahu posisi dan keadaan si jabang bayi nya. '' papar bidan itu lagi


'' Iya Bu, trimakasih sarannya. '' jawab Mia


'' Oh iya, ini vitaminnya tolong di habiskan ya mb, biara tambah kuat untuk bersalin nanti. '' ucap bidannya Ungu mengingatkan


'' iya buk. '' jawab Mia


Sepulang dari rumah bidan Mia menyempatkan diri untuk makan mie ayam kesukaannya saat hamil ini, Mia makan dengan lahap nya, Fendy pun setia menemani dan menuruti apapun kemauan istrinya itu.


Sekarang ini mereka sedang dalam perjalanan pulang Mia setelah selesai makan.


'' Mas kalo suruh milih, mau punya anak cowok dulu atau cewek dulu? '' tanya Mia


'' Aku si pingin nya cowok dulu, biar bisa jagain adeknya kelak. Kalo kamu. ''tanya Fendy balik


'' Aku sih pingin jadi cewek, tapi ya balik lagi pasrah sama yang ngasih aja lah mas yang penting sehat semua. '' balas Mia


'' Iya aku juga gitu, itu kan cuma harapan, yang nentuin tetep aja Tuhan. '' balas Fendy.


Mereka sudah sampai di rumah orang tua Fendy setelah 2 hari menginap di rumah ibunya Mia, Fendy pun meminta Mia untuk pulang kesana karna kerjaan Fendy yang semakin padat membuat Fendy sulit untuk membagi waktu nya agar bisa bertemu Mia

__ADS_1


Memang salah satunya harus di korbankan agar bisa menjalaninya dengan tenang tanpa perselisihan, dengan rasa sayang yang besar membuat 2 hati yang berbeda akan menjadi sama dan dalam satu jalan menuju bahagia mu.


__ADS_2