Perjanjian Dengan Kedua Sahabatku

Perjanjian Dengan Kedua Sahabatku
Episode 27


__ADS_3

SMP 1945 vs SMP Garuda, ada sekitar 500 siswa yang menjadi penonton saat itu. Pertandingan berlangsung sangat menarik, Mira yang kala itu jadi pusat perhatian, cukup membiaus para penonton dengan kecantikan serta kepiawaiannya dalam bermain.


Namun, Mira menjadi target penjagaan dari SMP Garuda, ruang geraknya dipersempit sehingga ia tidak mampu melesatkan tembakan ke arah ring.


"Oi... harus 3 orang kah yang menjaganya? Mereka curang sekali!" Danu menggerutu kesal.


Dari wajah Hengkie terlihat begitu cemas, ia sadar bahwa sangat berbahaya jika Mira diapit oleh beberapa pemain, belum sempat Hengkie memikirkan hal itu, di tengah lapangan sudah terjadi pelanggaran.


"Mira....!!!" teriak Devi dari pinggir lapangan, wajahnya begitu cemas melihat Mira terjatuh kala itu.


"Apa aku bilang, mereka sangat curang...!!!" kembali Danu menggerutu kesal.


Hengkie saat itu hanya bisa melihat, ia tidak mampu berbuat apa-apa, sebagai suporter ia hanya bisa diam dan terus memperhatikan.


"Ayo teman-teman, lebih keras lagi mendukung tim kita!!!" kata Hengkie memotivasi teman-temannya.


Suara anak laki-laki dari arah selatan terdengar semakin keras, yell-yell yang dibunyikan membakar semangat Mira kala itu.


"Terima kasih teman-teman" ucapnya dalam hati, sambil melihat ke arah Hengkie dan teman-temannya.


"Wasit time out...!!!" teriak Mira yang saat itu menjadi Kapten tim.


Time Out, setiap regu diberi kesempatan untuk melakukan time out sebanyak dua kali untuk setiap babak dan satu kali dalam setiap waktu tambahan. Time out akan diberikan pada satu regu setelah pencatat skor memberitahukan pada wasit dengan bel sebagai tanda isyarat dan pada saat itu itu juga permainan diberhentikan sementara.


"Ok teman-teman, mereka sangat rapat dalam pertahanan, kita harus tetap semangat, tahun lalu kita sudah kalahkan mereka, sekarangpun pasti bisa, kau Elia, segera oper bolanya padaku, aku punya cara untuk lepas dari penjagaan mereka, poin yang akan kita dapatkan, aku serahkan padamu Elia” kata Mira memberi intruksi pada timnya.


Pertandingan kembali dimulai, sorot mata tajam dari tim SMP Garuda sangat tidak menyenangkan saat itu. Serangan dari SMP Garuda dapat dihentikan dengan baik oleh SMP 1945, penjagaan ketat untuk seorang Mira sangat terlihat jelas. Namun, gerakan Mira sangat tidak biasa, dia mampu menghindari setiap penjagaan.


“Mereka sudah mengetahui permainan kami. Namun mereka hanya tertuju padaku seorang, mereka tidak tahu bahwa gadis itu paling baik dalam lemparan 3 angka, kalian sudah masuk dalam jebakan wahai SMP Garuda” gumam Mira sembari melihat Elia yang sudah menunggu operam darinya dan siap dengan lemparkan 3 angka.


Operan Mira dapat diterima dengan baik oleh


Elia yang saat itu tanpa penjagaan, dengan sangat tenang Elia melemparkan bola


ke arah Ring, sontak semua penonton terdiam melihat bola yang sangat tinggi

__ADS_1


melayang diatas udara dan masuk ke dalam ring dengan sempurna.


“Aaahhh!!!!! Gila, apakah anak SMP dapat melakukan itu? Bolanya masuk dengan sempurna” teriak seorang penonton diikuti riuh dari semua penonton lainnya.


“Kau melihatnya?” tanya penonton lainnya.


“Apa benar dia anak SMP?” penonton lainnya bertanya.


Kehebatan Elia adalah kartu as milik SMP 1945, sepanjang tahun ini ia hanya berlatih menembak saja. Mira yang terus memperhatikan Elia, sangat tahu betul bahwa Elia berlatih lebih keras dari teman-teman lainnya. Pertandingan berlanjut, pertahanan SMP Garuda mulai kendur karena mereka sudah mulai Focus dengan Elia, karena tiap tembakan Elia masuk dengan mulus ke dalam ring.


Bunyi pluit terdengar, pertandingan akhirnya selesai dengan skor 33:27 dan dimenangkan oleh SMP 1945. Dengan ini sudah dua kali berturut-turut SMP 1945 memenangkan kejuaraan Basket puteri antar sekolah SMP se DKI Jakarta.


“Mira kamu hebat sekali, Elia dan yang lain juga” kata Devi yang sudah menghampiri Mira dengan membawakan  sebotol air mineral.


“Ahahahaha ini semua karena latihan kita semua, juga karena semangat dari sekolah kita” jawab Mira sambil melihat ke arah Hengkie yang sedang berbenah.


“Hmmm, malam minggu nanti kita adakan acara perayaan lagi” kata Devi dengan senyum manisnya.


“Iya itu jelas, aku ingin kita rayakan di rumahku, aku akan meminta ijin kepada ayah, kalian juga boleh menginap” kata Mira sambil melihat teman-teman satu timnya.


-----


“Rudiiiiii!!!!!” teriak seorang anak gendut bernama Danu.


“Kau bodoh yah, kenapa kau beli ayam tanpa bumbunya hah!!!????” tanya Danu kesal.


“Kau tidak mengatakannya!!!” jawab Rudi tidak mau kalah.


“Bodoh... harusnya kau sudah tahu, apakah kau tidak pernah ikut Barbeque yah!!!???” teriak Danu kesal.


“Enak saja kau... setiap minggu aku mengadakan barbeque di rumah!!!” jawab Rudi.


“Hoiii hoiii bisa kalian hentikan pertengakaran ini!? Ini acaraku lho....” kata Mira dengan wajah menyeramkan.


Hari ini semua anak tampak bahagia, tanpa terkecuali. Waktu menunjukkan pukul 19.00 WIB, seorang anak laki-laki dengan tubuh tegap menghampiri Mira yang sedang menyiapkan hidangan saat itu, senyum anak lak-laki itu nmenyejukkan, tidak ada yang dapat menandingi ketampanan seorang Sabar, ketua ekskul basket SMP 1945.

__ADS_1


“Mira, bisakah kau ikut denganku sebentar?” tanya Sabar dengan suara lembutnya.


“Tapi, aku sedang mempersiapkan ini semua” jawab Mira dengan memperlihatkan ayam bakar di tangannya.


“Sebentar saja, tolonglah” kata Sabar dengan penuh harap.


“Baiklah” jawab Mira.


Sabar membawa Mira ke belakang rumah, tempat yang tadinya dipakai untuk barbeque, tubuh yang tegap, wajah yang tpan juga tutur kata yang lembut, dapat mebuat setiap wanita jatuh hati padanya. Pandangan mata Sabar tertuju pada Mira saat itu, senyumnya seolah ingin melelehkan hati Mira.


“Mira, aku tidak tahu bagaimana mengatakannya kepadamu, tapi ini harus aku katakan karena aku akan lulus,aku takut aku tidak punya waktu lagi” kata Sabar dengan suara lembutnya.


“Maksud Ka Sabar?” tanya Mira penasaran.


“Setiap aku bertemu denganmu, tanpa sadar aku mulai mengagumimu, sikapmu dan semua tentang dirimu aku begitu sangat menyukainya” terang Sabar dengan senyumnya.


“Ahhh Ka, apa yang kaka suaki dari aku ini, aku sama seperti yang lainnya” jawab Mira tenang namun sudah mulai mengetahui maksud dari Sabar.


“Kau merasa seperti itu, tapi bagiku kau sangat berbeda dengan gadis lainnya” kata Sabar.


“Mira, apakah kau mau jadi pacarku?” tanya Sabar dengan senyum menghiasi wajahnya.


Sontak saja Mira terkejut dengan apa yang didengarnya, begitu banyak pertanyaan yang timbul dalam hatinya, sehingga ia tidak mampu berkata apa-apa.


“Ya Tuhan... barusan yang aku dengar? Ini tidak mungkin” dalam hati Mira.


“Jadi, apakah kau mau menerima cintaku Mira?” tanya sabar.


“...”


“Aku harap cintaku tidak bertepuk sebelah tangan” lanjut Sabar dengan percaya diri.


“...Maaf ka Sabar, kita masih SMP, aku tidak ingin pacaran dulu, sama sekali aku tidak memikirkan hal itu Ka, jadi maafkan aku” jawab Mira.


“Ohh jadi begitu yah... baiklah, aku bukan laki-laki yang memaksakan kehendak, mengatakan hal ini padamu saja sudah membuat hatiku tenang” Sabar tersenyum.

__ADS_1


“...Baiklah, mari kita kembali ke dalam” ajak Sabar saat itu.


Suasana begitu ramai di kediaman Mira, Hengkie membawa mesin video gamanya dan bermain di rumah Mira. Mira yang kala itu masuk kembali ke dalam rumah bersama Ka Sabar, dilahat oleh Hengkie, matanya menaru curiga, namun Hengkie membuang semua perasaan curiganya itu.


__ADS_2