Perjodohan?!

Perjodohan?!
|10|


__ADS_3

Nata menatap benci kepada Shella perihal kemarin malam saat dinner. Yang ditatap pun juga merasa risih, tatapannya Nata bagaikan seorang pemburu yang ingin menguliti hewan tangkapannya.


"Nat... Lo ada masalah ya sama gue?" tanya Shella ragu-ragu.


"Gak kok..." jawab Nata sambil meninggalkan Shella.


"Shel, lo ada masalah ya sama si Nata?" tanya Aura yang sedari tadi memperhatikan interaksi mereka


"Gue juga kagak tau..." jawab Shella frustasi. Dari saat ia masuk, hingga sekarang, Nata hanya memberi tatapan benci, bahkan ia tidak tau mengapa ia ditatap seperti itu, apakah ia berbuat salah pada Nata? Tapi kapan.


"Huft... Nata kenapa sih? Kok gue disinisin mulu... Cape hayati.." batin Shella


"Yang sabar ya..." ucap Aleya sambil memegang pundak Shella


Banyak yang menatap bingung Nata, pasalnya Nata tidak pernah lepas dari geng-nya, ia selalu saja dengan geng-nya. Saat bolos, istirahat, bahkan saat ketoilet, mereka bahkan dijuluki 'BadGirls in the Bima Sakti'. Bahkan banyak yang menduga-duga bahwa Nata saat ini sedang bermusuhan dengan sahabat-sahabatnya, bahkan ada juga yang menduga bahwa ia sedang proses tobat sebagai perusuh sekolah.


"Eh si Nata sendiri... Kesempatan nih, kalo gue sama Nata, pasti banyak yang takut sama geng gue... Dan geng gue bisa jadi nomber 1... Okey! Gue deketin dia... Gue buat dia sekarang di pihak gue..." pikir licik Sarah, ketua geng dari 'Queen'. Basi banget deh nama Queen. Ayah Sarah menjabat sebagai kepala sekolah yang bijaksana dan adil kepada seluruh siswa, berbanding terbalik dengan Sarah yang selalu memanfaatkan status ayahnya. Sarah juga termasuk salah-satu perempuan dengan body yang paling diminati oleh para lelaki di SMA Bima Sakti.


"Sorry... Gue gak sengaja..." Sarah menabrak punggung Nata dengan sengaja, "Gue ganti deh baju nya... Okey?" lanjutnya dengan gaya yang sungguh membuat Nata ingin muntah.


"Dasar cabe! Bikin jijik aja... Ni cabe kira gue gak ngerti sama rencananya... Cih! naif..." batin Nata sangat kesal dengan tingkah laku Sarah.


"Gak usah!.. Lo kira gue gak punya uang untuk ganti seragam?" jawab Nata dengan judes.


"Dasar sombong... Coba aja klo gak mau gue manfaatin, udah gue bully sekarang..." batin Sarah kesel.


"Ya bukan gitu... Kan gue yang nge-"


"Plis diem deh... Gak penampilan lo aja yang kebuka lebar, mulut lo juga sama... Ribut banget! Telinga gue sakit tau!" ucap Nata dengan sinis.


"Apa lo bilang?! Eh! gue udah baik-baikin lo! Kok lo malah jahat ama gue!" Sarah sudah tidak tahan dengan ucapan Nata yang sangat menusuk hati, walau hal yang diucapkan Nata semuanya benar.


"Hellow... Gue gak pernah minta lo baik sama gue, ya... Lo aja yang tiba-tiba kayak gitu... Klo lo gak ikhlas baik sama gue, ya udah gak usah! Itu aja kok repot..." ucap Nata sambil meninggalkan Sarah.

__ADS_1


"Oh iya... Satu lagi, gue gak ada masalah tuh sama sahabat-sahabat gue... Gue cuma pingin aja sekali-kali jalan sendiri... Ada masalah?!" ucap Nata dengan volume besar agar semua orang mendengarnya. Nata sangat tidak suka jika dirinya dan sahabat-sahabatnya yang menjadi sasaran gosip, apalagi jika gosip tersebut menyangkut hal yang sangat pribadi.


Shella yang mendengar hal tersebut langsung memeluk Nata dari belakang, setidaknya Nata tidak ada masalah sama dia, mungkin?


"Nat!! Gue kira lo ada masalah sama gue... Lo natap benci gitu sama gue... Kan gue sedih!!!" pekik Shella disamping kuping Nata


"Huft... Sorry... Shell, tadi gue juga gak tau kenapa gue kesel sama lo... Sekali lagi sorry..." ucap tulus Nata setengah berbohong.


"Yey!!" pekik bahagia Shell


"Lepas! Budeg lama-lama gue disamping lo!" ucap kesel Nata.


"Ups! Sorry..." Shella segera melepas pelukannya, saking bahagianya, ia lupa sedang memeluk Nata.


Ting...


Nata membuka pesan yang baru saja terkirim dari kakaknya, isinya sungguh-sungguh membuat Nata kesal karena tidak mengerti maksud pesannya.


From : Abang laknat🐭


"Segel? Maksudnya apa coba? Dan juga, tau dari mana dia tentang Rey?, Mama yang bilang? Bodo amat lah..." batin Nata.


"Kenapa Nat?" tanya Aura saat melihat raut wajah Nata kesal.


"Gak papa, abang gue sedeng..." Nata segera meninggalkan sahabat-sahabatnya yang masih tidak mengerti maksud ucapan Nata.


"Sedeng?" gumam Aleya, Shella, dan Aura secara bersamaan, lalu mereka segera menyusul Nata yang sudah lumayan jauh.


***


Setelah pulang sekolah, seperti biasa Nata dan kawan-kawan pasti selalu mampir ke toko kue langganan Nata, itu pun karena paksaan Nata. Jika mereka tidak mau mampir kesana, Nata akan mogok bicara dengan mereka, seperti saat mereka kelas 1 SMA.


"Nat... Akhir-akhir ini gue naik 2 kg loh... Lo gak kasihan?" ucap Shella dengan wajah sedihnya.

__ADS_1


"Lah lo masih mendingan... Kalo gue, bih.. Naiknya 4 kg..." cerocos Aleya sambil menatap Shella.


"Lo berapa naik, Nat?" tanya Aura penasaran. Badan Nata masih saja selalu bagus, padahal badan mereka bertiga sudah mulai menggemuk.


"Em... Berapa ya... Badan gue gak naik sih... Lebih tepatnya malah turun sih... 2 kg... Huft.." ucap Nata sambil mengacungkan 2 jarinya.


Aleya, Shella, dan Aura dibuat kaget dengan penurunan berat badan Nata, mereka naik, kenapa Nata turun, bukankah tuhan tidak adil?


"Curang banget si Nata..." pikir mereka bertiga


Nata itu orang yang selalu melakukan pekerjaan yang dapat mengeluarkan keringat saat ia sedang badmood atau galau. Buktinya, kemarin sebelum dinner lebih tepatnya saat pulang sekolah, ia berolahraga selama 2 jam non-stop. Katanya saat ia mengeluarkan keringat, beban pikirannya juga keluar secara bersamaan dengan keringat. Memang hebat si Nata, jalan pikirannya berbeda dari manusia normal.


"Oiya! Gue denger abang lo pulang, bener ya?" tanya Aura semangat.


Aura itu sudah menyukai Albara saat Aura ditolong oleh Albara di mall lebih tepatnya cinta pada pandangan pertama, dan kebetulan saat Aura main kerumah Nata, ia melihat Albara, dan akhirnya mereka menjadi dekat. Bahkan sampai sekarang mereka sering telponan, chatan, bahkan sering video call, walau tidak ada yang tau. Dan Aura juga yang membantu Albara mengawasi Nata. Tapi sayang, Albara tidak pernah peka terhadap perasaan Aura, dan Aura malah bersyukur dengan hal itu, ia takut jika suatu saat Albara akan menjauh dari dirinya karena perasaannya.


Nata menatap curiga kepada Aura, dari mana dia tau bahwa kakaknya sudah pulang, bahkan Nata yakin jika ibunya tidak mengetahui kakanya pulang. Lalu dari mana Aura tau?


Dari dulu, Nata sudah tau tentang perasaan Aura kepada kakaknya, namun ia tidak ingin ikut campur pada urusan mereka, biarkanlah mereka yang mengurus sendiri. Tapi jika suatu saat kakaknya berani menyakiti Aura, ia tidak akan segan-segan memusuhi kakaknya.


"Iya..." jawab Nata seadanya.


Ting...


Nata membuka pesan yang dikirimkan oleh kakak laknatnya. Nata membaca dengan perasaan kesal, padahal baru saja ia ingin menikmati kuenya, eh malah diganggu oleh kakaknya. Kenapa kakaknya selalu mengirimkan pesan yang selalu membuatnya kesal, apakah kakaknya tersebut punya dendam dengan dirinya.


From : Abang laknat🐭


➡ Jemput gue dibandara sekarang juga... GPL... Awas aja lama, gue gak akan mau bicara sama lo lagi... Cepet, ya!!!


"Ck! Untung aja sodara..." batinnya sambil kedua tangannya memegang ulu hatinya.


Vanes Hyoka

__ADS_1


__ADS_2