
Nata dan sahabat-sahabatnya mampir ketoko kue deket sekolah. Walau Nata yang paling body goal diantara mereka berempat, jangan salah, porsi makannya Nata hampir sama dengan seorang pemain sumo, sangat banyak. Apalagi jika sudah berbicara tentang hal yang berbau manis-manisan, misalnya kue, ia akan menjadi orang yang paling semangat.
"Nat... Makannya pelan-pelan aja... Gak akan ada yang ngambil kok..." ucap lembut Aura melihat tingkah laku bocah Nata saat makan.
"Nanti kalo Aleya ngambil gimana, Ra?" curiga Nata sambil melihat Aleya dan Aura secara bergantian
"Idih... Gue ogah ngambil makanan lo... Gue juga bisa mesen sendiri..." jawab kesel Aleya mendengar namanya dicurigai oleh sahabat cantik plus manjanya tersebut.
"Bodo amat..." gumama Nata yang tentunya membuat Aleya naik darah, cuma segera ia netralkan selagi bisa.
"Shell..." panggil Aleya
"Kenapa?" tanya Shella sambil menaikan satu alisnya
"Abang lo balik, ya?" tanya Aleya dengan wajah seperti seorang polisi yang sedang mengintrogasi pelaku.
"Iya... Kenapa?" tanya Shella curiga bahwa salah-satu sahabatnya tersebut menyukai abangnya
"Gak... Cuma kepo doang..." jawab jujur Aleya
"Bener? Lo kagak suka kan?" tanya Shella yang dihadiahi cubitan oleh Aleya
"Gue? Suka sama abang, lo? In Your Dream..." jawab Aleya, "Dan lagian, gue kagak mau punya ipar kayak lo... Yang ada gue stres nanti..." lanjutnya dengan wajah mengejek
"Shell... Muka abang lo kayak gimana emangnya? Ganteng ato jelek?" tanya Aura
"Lo kagak tau?" tanya Shella yang dibalas anggukan oleh Aura, bahkan Aleya juga. Sedangkan Nata, ia sibuk dengan dunianya sendiri
"Lo kan bisa liat dimedsos..." jawab Shella yang dihadiahi sentilan dahi oleh Aura
"Kalo bisa, udah gue liat dari dulu kale..." jawab seadanya Aura bahkan jawaban tersebut dijempoli oleh Aleya
__ADS_1
"Betul-betul-betul... Abang lo cuma nge upload foto jam tangannya sama foto nyokap dan lo aja... Gimana mau liat, coba..." jawab Aleya seadanya, "Terus profilnya cuma cewek cakep aja... Abang lo ngefans sama cecan?" tambah Aura
"Gile lo berdua... Yang ada para cecan sialan yang ngefans sama abang gue..." jawab Shella membanggakan abangnya
"Terus profilnya..." Aura dan Aleya sudah bingung saat ini, jika abangnya Shella tidak ngefans sama cecan dan malah sebaliknya, terus profilnya itu maksudnya apa.
"Pacarnya lah..." jawab Shella yang membuat mereka berdua melongo, pasalnya, profil abangnya terus berganti hampir setiap hari
"Abang gue playboy..." lanjut Shella yang mengerti dengan pikiran kedua sahabatnya
"Pantes..." gumam Aura
"What!!!" pekik Aleya yang tentu membuat semua pengunjung melihat mereka berempat
"A-Le-Ya..." geram Nata. Nata sangat tidak suka, jika saat makan banyak yang memperhatikannya. Ia menganggap orang yang memperhatikannya ingin merebut makanannya. Memang rakus si Nata.
"Maap... Maap... Gue terlalu kaget..." maaf tulus Aleya. Ia segera meminta maad kepada pengunjung yang lain juga.
"Le... Lo traktir gue hari ini... Kalo gak, gue mogok bicara sama lo..." ucap Nata tiba-tiba yang tentunya membuat syok Aleya.
"Astugong... Gue kasihan sama dompet gue yang mulai menipis... Apalagi si Nata banyak beli kue, yang pasti harga satu kuenya lebih dari seratus ribu... Apes deh gue..." batin Aleya
"Peft..." Aura dan Shella mencoba menahan tawa. Sial sekali nasib sahabatnya itu.
"Ck! Iya-iya... Tapi hari ini aja gue traktir lo, Nat..." pasrah Aleya. Jika semisalnya Nata benar mogok bicara dengannya, bisa-bisa ia tidak dikasih nyontek lagi oleh Nata.
"Nata aja, nih?" tanya Shella dengan wajah memelasnya. Tapi sayangnya gak ngaruh ke Aleya. "Kayak anjing cacat aja lo, Shel..." kesal Aleya
Nata itu orang yang paling manja diantara mereka berempat, tapi Nata juga orang yang paling mandiri diantara mereka berempat. Aura hampir sama dengan Nata, tapi bedanya Aura itu tidak semanja Nata, plus Aura yang paling bijak dan peka diantara mereka berempat. Sedangkan Aleya dan Shella, mereka 11 12. Sifat mereka hampir mirip, hanya bedanya Shella lebih dewasa dari pada Aleya, tapi jangan salah, Aleya itu memang agak minus di pelajaran, tapi Aleya adalah suporter mereka bertiga. Aleya selalu ada. Tapi kalau masalah curhat-menyurhat, lebih disarankan ke Aura dan Nata. Tapi lebih disarani ke Aura karena Aura bisa kasih saran yang baik karena ia yang paling bijaksana.
***
__ADS_1
"Hallo!!! Nata yang cantik bin imut sudah dateng!!!" teriak Nata, ya walau Nata yakin hanya para pembantu saja yang mendengar. Ibunya selalu ada bisnis diluar negeri, semenjak ayahnya meninggal. Abangnya kembarnya sekolah di Amerika.
"Sore... Non..." salam sopan Mbok Asih, tentunya dengan senyum tulusnya.
"Sore mbok..." jawab Nata dengan menyalim tangan Mbok Asih
"Dari mana, non? Kok baru pulang..." tanya Mbok Asih. Pasalnya, Nata baru pulang ke rumah, seharuanya Nata sudah pulang dari 2 jam yang lalu.
"Dari main... Biasa... Ditraktir temen makan..." jawab Nata seadanya. Tapi kalau dibilang ditraktir, bukankah lebih cocok dibilang pemaksaan. Bagaimanapun, Nata mengancam Aleya, bukankah itu termasuk pemaksaan?
"Ooo... Oiya non, nyonya sudah pulang..." ucap Mbok Asih memberi tau.
"Serius?" tanya Nata dengan mata berbinar-binar
"Iya non... Untuk apa mbok bohong?"
"Heheh..." tawa hambar Nata
"Dimana mama?" tanya antusiasi Nata. Ia sungguh tidak sabar bertemu dengan ibunya tersebut. Walau Nata jarang bertemu ibunya, Nata tidak pernah membenci ibunya, ia tahu bahwa ibunya saat ini sedang bekerja untuk memenuhi kebutuhan ia dan abangnya. Jika ibunya tidak bekerja, mungkin ia dan abangnya akan tidur dikolong jembatan saat ini.
"Lagi pergi keluar... Katanya, non disuruh mandi terlebih dahulu... Nyonya lagi kumpul dengan teman lamanya..." jelas Mbok Asih sesuai apa yang dibilang Lina, ibu Nata.
"oh...oke..." jawab lesu Nata. Ia segera pergi kekamarnya. Jika disekolah ia adalah orang yang sangat tidak penurut, maka dirumah ia adalah orang yang penurut. Seperti yang diperintahkan oleh ibunya, Nata segera mandi.
Ia berendaman air susu di bathtub. Sudah lama ia tidak melakukan hal itu. Rasanya menyegarkan, badanya terlihat lebih lembut dan putih.
Nata memang bukan seorang gadia gila make-up, tapi jangan salah, ia sangat rajin perawatan tubuh. Makanya, tanpa polesan make-up, ia terlihat cantik natural. Dan lagi, ia rajin berolahraga, makanya tubuhnya tidak pernah melar karena makan-makanan dengan kandungan kalori yang tinggi. Ia suka makanan yang manis, tapi ia juga harus menjaga tubuhnya.
Tapi entah mengapa, orang mengira tubuh Nata memang sudah ditakdirkan langsing walau makan-makanan yang mengandung kalori tinggi. Mereka iri dengan Nata. Menurut Nata, orang-orang yang iri dengannya adalah orang-orang yang tidak pernah bekerja keras. Dan Nata juga orang yang irian, makanya ia mengetahui hal tersebut.
Vanes Hyoka
__ADS_1