Perjodohan?!

Perjodohan?!
|26|


__ADS_3

Sudah dua jam lebih Nata dan Rey terkurung di gudang. Segala cara sudah mereka coba, dari menggunakan Handphone. Namun, nihil, bukan tidak ada yang menjawab, tapi orang-orang yang ditelpon Nata dan Rey pada mager, istilah kerennya.


Bahkan Rey sudah berteriak-teriak, namun dengan seketika telinga Rey ditarik oleh Nata, katanya Rey terlalu ribut.


Lalu Nata memanjat rak-rak di gudang, yang diatas rak tersebut terdapat jendela mini yang muat untuk tubuh Nata saja, iyalah, wong tubuh Rey gede, mana cukup jendelanya. Namun karena Rey tidak ingin ditinggal sendiri, Nata segera ditarik oleh Rey. Yup, Nata jatuh, tapi dengan segala sayang, Nata tidak ditangkap oleh Rey, miris memang.


Nata dan Rey sekarang duduk dengan berbatasan matras ditengah-tengahnya, kira-kira matrasnya lebarnya 50 cm atau setengah meter.


"Apa lo liat-liat! Gue tau, gue cantik..." ucap Nata sinis saat melihat Rey menatap Nata malas.


"Ge'er lo... Gue cuma mikir aja, kok didunia ini ada cewek abstrak kayak lo..."


Tak...


Nata memukul keras kepala Rey, bisa-bisanya suaminya mengejek dirinya.


"Dasar suami laknut... Suami? Idih, jijay gue... Abstrak katanya, **** abstrak-abstrak kayak gini yang penting cantik..." batin Nata kesal.


"Duh... Lo jahat bener...Gue kan cuma mengutarakan pendapat gue-"


"Bodo!" ucap Nata memotong Rey saking kesalnya.


***


Bel istirahat sudah berbunyi semenjak 5 menit yang lalu. Shella, Aura, dan Aleya berjalan ke kantin sambil berbicara, berbicara unfaedah sih.


"Itu Nata gak papa di diemin digudang?" tanya Aura saat mengingat Nata sempat menelpon mereka bertiga saat pelajaran sedang berlangsung.


"Biarin aja..." ucap Shella yang diaggukin oleh Aleya.


"Biar lumutan tu anak digudang... Siapa tau keluar-keluar, si Nata tobat..." lanjut Aleya yang langsung dijempolin oleh Shella.


Nah ini ni ciri-ciri sahabat sejati. Kalau gak salah ciri-ciri pertama itu, bantu doa, terus yang kedua, ya sekarang, bantu tobatin sahabat.


"Nanti dia marah gimana?" Oh, ayolah semenjak kapan seorang Aura menjadi ***** kayak gini.


"Tinggal traktir makan aja elah..." Wih, tumben si Aleya pinter. Emang pinter sih dari dulu.


"Iya juga sih... Duh gak konsen banget gue hari ini-"


Duk...


Aura terjatuh. Iya terjatuh. Terjatuh karena kesenggol oleh Albara. Aduh, jika begini, Aura rela jatuh kesenggol Albara tiap hari, eh bahkan tiap menit atau detik.

__ADS_1


"An...ji..ng..." Aura terdiam setelah melihat pelaku yang membuat dirinya terjatuh.


"Jika ini mimpi, tolong jangan bangunkan diriku ya tuhan..." batin Aura saat melihat pengeran berkuda putihnya. Aura dalam mode imajinasi tingkat tinggi ceritanya.


"Ha-hay..." sapa Aura sambil tersenyum manis. Aduh, saking manisnya bisa ngebuat orang memekik takut.


"Sorry, Ra... Gue tadi gak ngeliat..." ucap Albara sambil tersenyum canggung, ia merasa bersalah kepada orang yang entah mengapa akhir-akhir ini mengisi kekosongan hatinya. Terkesan lebay memang.


Benar, semenjak Albara tau perasaan Aura karena si mak comblang alias si Nata, Albara makin dekat dengan Aura, padahal dulu sudah dekat, dan sekarang makin dekat, aduh, siap-siap aja surat undangan dateng.


"Gak papa kok... Seringin aja, gue oke-oke aja..." Aura cecengesan. Shella yang melihat hanya memutar matanya malas.


"Modus lo, Ra..." ucap malas Shella.


"Biasa Shell... Ciri-ciri orang kurang kasih sayang..." lanjut Aleya dengan tampang watados-nya.


Nah ini dia, ciri-ciri sahabat sejati yang ketiga, selalu berusaha ngejelekin sahabat didepan doi sahabat, motto 'Berusaha! Jangan menyerah! Jones satu, semua harus sama!' ya ampu Best Friend banget.


Nah, kalau semisalnya Nata ketahuan udah married, gimana nasibnya, ya? Waduh, bisa-bisa Nata ditimpuk batu. Mungkin karena itu juga Nata memilih merahasiakan statusnya.


Terus Aura kan tau? Iya emang tau, tapi inget loh, Doi-nya si Aura itu Albara, ember dikit aja si Aura, bisa-bisa pupus harapannya nikah sama doi. Apalagi mengingat si doi sayang pake banget sama Nata. Nata itu bagaikan tangga menuju kebahagiaan Aura.


"Apaan sih..." gumam Aura kesal.


Albara mengulurkan tangannya untuk membatu Aura bangun. Dan tentunya tangannya disambut baik dengan Aura.


"Sama gue aja!" seru Robin sambil menaik-turunkan kedua alisnya. Dengan cepat Aleya merubah raut wajahnya menjadi dingin.


"Jijay" gumam Aleya yang langsung membuat Shella tertawa.


"Sumpah, sekarang gue ngerasa jones sendiri..." ucap Shella setelah berhenti tertawa.


"Tenang aja... Ada si Aska..." ucap Robin sambil menunjuk Aska. Aska yang entah gimana bisa disebutin namanya menoleh, memang sejak awal Aska tidak mengikuti arah pembicaraan, ia terlalu sibuk dengan handphonenya.


"Apa?" tanya Aska sambil menaikan alis kanannya.


***


Ting...


Suara notif dari handphone Nata memecahkan suasana hening diantara Nata dan Rey.


Nata dan Rey sama-sama menyeritkan dahi. Rey menyipitkan matanya menatap Nata, dan Nata mengerti artinya, Nata segera menaikan kedua bahunya, tanda bahwa ia tidak tau. Rey mengangguk mengerti.

__ADS_1


From : Ale Sableng🐵


Nat... Gue tinggal ya, gue ngantuk, gue pingin cepet2 pulsek... See you... Tenang aja keles, nanti juga Pak Jojo buka pas jam 6, klo gak salah.... Tunggu aja lagi 3 jam....


Gpp kok, kan ada si temennya abang lo, lumayan lah utk cuci muka eh ralat, maksudnya cuci mata hehe... Bang*at-bang*at tamvan... gpp lah... Yang penting mata adem dan segar... Love you 😽


"Nj*r..." umpat Nata yang langsung membuat Rey menyeritkan dahinya.


"Kenapa?"


"Masa si Ale bilang lo tamvan... Matanya katarak kali..." jawab Nata sambil mengetikan balasan untuk pesan yang dikirimkan oleh Aleya.


"Lah... Dia bener kale... Mata lo gak sih, yang katarak... Ganteng-ganteng gini lo gak nyadar..." Nata melemparkan tatapan hina.


"Idih... Narsis bener lo!" jawab Nata, lalu ia mengirimkan sebuah pesan singkat kepada Aleya, namun melalui medsos, karena Nata miskuin, alias gak punya pulsa.


To: Aleya_M.Rta


Priksa mata woi! Katarak kyknya mata lo...


Plis buka dong, gue gabut disini, baterai gue low banget...


Ale... Udah deh, bomat lah... Mau lo buka bsk juga gpp, tapi mungkin bsk gue udah knp2... 😭


"Gue gabut, sumpah..." gumam Nata yang tentunya didengar oleh Rey.


"Lo gabut?" Nata mengangguk dengan cepat.


"Yaudah..." Nata menyeritkan dahi ya, "Kita main kuda-kudaan..." ucap Rey sambil tersenyum evil.


"Eh! Lo kira gue anak kecil! Masa main kuda-kudaan sih... Yang lebih seru dong... Kuda-kudaan mana bisa bikin keringet, yang ada bisa bikin gangguan mental... Masa udah gede mainnya kayak gitu, ma-" Rey tidak habis pikir, kenapa setiap perempuan itu bicaranya selalu saja tidak bisa direm.


"Is lepas!" kesal Nata saat tangan besar Rey menutup mulut Nata yang kecil.


"Dengerin dulu elah... Yang ada orang dewasa yang mainin permainan kuda-kudaan... Anak-anak mana bisa..." Nata menyeritkan dahinya.


"Zaman udah berubah, ya? Aduh kudet banget sih gue..." batin Nata.


"Maksud lo?"


"Ya maksud gue kuda-kudaan yang itu loh... Olah raga ranjang... " Rey melihat Nata masih memasang muka begonya, "Ck! Maksudnya gue ngajak lo ngebuat anak..." kesal Rey.


Plak...

__ADS_1


Vanes Hyoka


*Hay sorry banget baru up... jadi disini gue cuma mah ucapain 'Selamat hari raya galungan dan kuningan' ya walau blm waktunya sih...


__ADS_2