Perjodohan?!

Perjodohan?!
|08|


__ADS_3

Erick dan Melly telah sampai pada tempat pertemuan. Mereka memutuskan berangkat terlebih dahulu karena kedua anaknya tersebut sangat lama berias. Bahkan Mellypun juga sama, bedanya Melly sudah berias 4 jam sebelum waktu pertemuan.


Nata dan Lina juga sudah sampai 15 menit yang lalu, mereka sibuk dengan Handphonenya sehingga mereka tidak sadar bahwa pasangan Agantara telah datang. Berbicara tentang Handphone, Nata telah beli yang baru walau ia tidak rela melepaskan Handphone lamanya, mengingat disana banyak koleksi cogan anime.


"Lina..." panggil lembut Melly sehingga hak tersebut membuat Lina mendongak.


Lina segera bangun dari tempat duduknya, ia segera memeluk sahabatnya itu. Dan tentu pelukannya langsung dibalas.


"Lebay amat..." batin Erick dan Nata


"Oiya... Mana putra mu?" tanya antusiasi Lina. Walau Lina masih sedikit tidak rela Nata menikah, tapi ia juga ingin segera mempunyai cucu.


"Masih dijalan..." jawab Melly seadanya, "Terus mana putrimu?" lanjutnya antusiasi juga.


"Ini dia..." ucap Lina sambil menyuruh Nata memberi salam kepada calon mertuanya.


Tentu saja hal tersebut membuat pasangan Agantara melongo. Sangat beda wajahnya. Bagaimana pun wajah difoto sangat mulus dan bersih sedangkan ini, sangat membuat mata sakit. Apakah yang difoto itu merupakan editan, lalu siapa yang bisa mengedit hingga secantik itu.


"Oh iya maaf... Biar aku jelasin.." Lina baru ingat dengan perubahan putrinya itu.


Lina mulai menjelaskan satu persatu kejadian saat ia memberi tahu tentang pejodohan ini. Bahkan saat Nata mengira bahwa orang yang akan dinikahinya adalah orang tua, dan tentu hal tersebut membuat pasangan Agantara tertawa terbahak-bahak.


"Tante setuju dengan ide kamu, Nat..." ucap santai Melly yang dibalas anggukan oleh suaminya.


"Om juga... Biarkan anak om stres punya istri kayak kamu... Biar di tobat..." ucap Erick tanpa rasa bersalah ke putranya tersebut.


"Biar kapok tu anak... Sekali-kali punya cewek kayak Nata boleh juga... Siapa tau tobat tu anak dari sifat Playboynya..." batin pasangan Agantara sambil tersenyum evil.


"Tan... Om... Jangan bilang sama siapa-siapa ya... Termasuk sama anak-anak om dan tante... Takut bocor aja..." ucap Nata yang langsung dihadiahi jempolan oleh pasangan Agantara.


***

__ADS_1


"Lo sih lama banget riasnya!" ucap Rey dengan nada jengkel


"Kok gue?" sambil menunjuk dirinya sendiri, "Lo juga sibuk telponan sama pacar-pacar lo yang ganjennya melebihi tante-tante diclub!" lanjut Shella dengan nada kesal.


Mereka berdua berdebat terus bahkan saat sudah turun dari mobil. Mereka sudah berada diparkiran bawah tanah Restoran tempat pertemuan.


"Awas aja lo buat gue malu... Gue gibeng lo!" ancam Rey


"Siapa juga yang mau buat lo malu... Yang ada lo yang ngebuat gue malu!" kesal Shella


Mereka memasuki lift dengan masih saling bertengkar, tapi saat keluar dari lift wajah mereka sudah bersahabat. Padahal saat didalam lift mereka masih ribut.


Mereka berjalan dengan elegan, bahkan banyak pelayan dan pelanggan menatap mereka kagum.


"Permisi... Reservasi atas nama Agantara..." ucap Rey dengan senyum lembutnya yang tentu langsung membuat resepsionisnya tersipu malu.


"Udah tante-tante masih aja malu... Jijay..." batin mereka serempak. Jika sudah menghina pasti mereka langsung jadi satu. Seplayboy-playboynya Rey, ia juga sangat jijik dengan tante-tante, apalagi jika mereka sudah menikah. Rey hanya pernah kencan dengan cewek seumurnya atau pun cewek dibawahnya.


Mereka mengikuti resepsionis tersebut, tentunya dengan jarak, karena mereka sudah terlanjur jijik dengan resepsionis tersebut.


"Bang..  Tenang aja... Gue pasti bantu lo biar perjodohannya batal..." ucap Shella dengan nada kecil agar tidak didengar oleh orang lain.


"Ternyata lo baik juga ya... You are the best!" ucap Rey dengan mengacungkan kedua jempolnya.


"Tapi gue kepo banget sama calon ipar... Dia cabe ato jelek...."


"Kok gak ada cantiknya?" tanya tiba-tiba Rey. Ia kesal, kenapa adiknya hanya bilang cabe dan jelek, kenapa tidak cantik. Apakah adiknya tersebut mendoakan semoga ia dapet jodoh yang jelek atau cabe?


"Biar anti-mainstream... Dan juga walaupun cabe pasti lo gak apa-apa... Secara lo setiap hari selalu main sama cabe... Dan juga klo jelek juga gak apa-apa, malah syukuri gak dapet cabe..." ucap Shella dengan nada mengejeknya.


"Sedeng lo..." ucap malas Rey

__ADS_1


Akhirnya mereka sampai pada tempat tujuan. Mereka melihat kedua orang tuanya sedang asik berbicara dengan satu wanita yang umurnya kira-kira sama dengan orang tua mereka. Mereka menghampiri meja tersebut. Keluarga Agantara memboking satu lantai, jadi jangan takut jika mereka membicarakan perihal perjodohan ditempat tersebut.


"Bunda!" panggil Shella dengan melambaikan tangannya


"Kok suaranya kayak kenal, ya? Kayak sering denger gitu..." batin Nata. Nata segera menoleh kesumber suara tersebut, tentunya ia sangat kaget melihat salah-satu sahabatnya sedang menuju kearahnya.


"Halo... Kenalin saya Shella Lovela Agantara, panggil aja Shella... Adiknya orang yang mau dijodohin..." ucap Shella dengan nada sedikit becanda.


"Kenalin, nama saya Reynald Nathaniel Agantara, biasa dipanggil Rey..." ucap Rey dengan nada serius.


"Oh... Kenalin, saya Lina... dan ini anak saya..." ucap Lina sopan. Lina menyenggol tangan anaknya dengan siku, namun tidak ada respon. Nata masih saja kaget dengan kedatangan Shella. Mengapa bisa ada Shella disini? Mengapa harus Shella? Banyak sekali pertanyaan yang muncul dipikiran Nata.


"Nata..." bisik Lina sambil mencubit tangan anaknya. Ia bingung, mengapa dari tadi anaknya menunduk, apakah ia tertidur?


"I-iya... Mah..." akhirnya Nata mendongak. Tentu saja langsung membuat Rey dan Shella terbelalak melihat wajah Nata yang agak jelek?


"Astaga! Ipar gue jelek amat... Batal gue bantu abang... Gue pingin tau gimana hubungan mereka nanti mengingat dia bukan type abang gue... Pasti seru" batin Shella dengan senyum evil


"Tu anak lagi mikirin apa sih..." batin kesal Nata melihat Shella lagi tersenyum evil


"Cantik? Dari mana coba... Dari hongkong? Emak gue matanya udah katarak ya? Masa cewek macam gini dibilang cantik.. Astugong... Gue kagak mau dijodohin sama dia.. Ogah!!! Lebih baik sama cabe dari pada sama dia, setidaknya cabe lebih enak dipandang walau bekas!!" batin Rey tidak suka.


"*Wait... Dia abangnya Shella?... What!! Gue kagak mau!!! Seinget gue, Shella pernah bilang abangnya playboy.... Ogah!!! Yang ada gue diduain, ditigain apalagi diempatin.... No!!! ****!! Klo gini, gue lebih baik kuliah aja... Cuma nasi sudah menjadi bubur... Mana bisa gue rubah pilihan... Ini toh yang namanya karma... Big no!!!" pekiknya didalam hati


Mereka berdua masih sibuk dengan pikirannya sendiri, jika saja Melly tidak mengganggu, mungkin sampai besok mereka masih sibuk.


"Ekhem!!" batuk sengaja Melly, dan hal tersebut tentu tidak didenger oleh mereka berdua.


"Ekhem!" masih sama seperti tadi, tidak didengar.


"Ekhem! Ekhem! Ekhem! Ekhem!" akhirnya mereka tersadar. Untung saja mereka sudah memboking satu lantai, jika tidak, mungkin banyak yang akan melihat Melly mengingat Melly menggunakan volume besar.

__ADS_1


Vanes Hyoka


__ADS_2