
Lina sangat malu dengan anaknya. Harusnya ia mengecek terlebih dahulu, bukannya langsung menyimpulkan.
"Bahahahah!!! Aduh... Sakit perut Nata..." keluh Nata masih dengan tawanya yang menggema di kamarnya.
"Dosa kamu menertawakan ibu sendiri..." kesel Lina melihat Nata menertawakan dirinya, dari 15 menit yang lalu.
"Habis mama gak ngecek... Habis itu mama bilang klo Nata bakal ngelakuin yang enggak-enggak.... Sayangnya Nata gak punya keberanian untuk ngelakuin hal itu... Hahahaha...." ucap Nata diselingi tawanya. Ia tidak habis pikir, dari mana ibunya mendapat pikiran negatif seperti itu, apakah ini efek dari kebanyakan nonton drama korea?
"Makanya.... Udah tua banyak ngamal, bukannya banyak ngagumi para oppa-oppa korea yang gak akan bisa mama temui..." ucap Nata dengan nada mengejeknya
"Untung anak sendiri... Klo enggak, udah ku tendang dari tadi..." batin Lina sabar
"Masih mending mama dari pada kamu... Oppa-oppa korea itu asli, bisa disentuh mukanya, sedangkan kamu... Pengagum cowok anemo" ucap Lina sambil menatap remah
"Anime mah... Bukan anemo" benar Nata
"Sama aja..." ibu dan anak sama saja, sama-sama keras kepala dan tidak mau mengalah.
"Semerdeka mama aja deh... Hayati yang disini hanya berstatus anak, bisa apa?" drama Nata
Memang benar, selain penggemar makanan, Nata juga seorang otaku. Tiada hari tanpa nonton anime, bahkan kebanyakan alasan Nata telat adalah karena Anime. Nata menyukai anime bukan tanpa alasan, ia menyukai anime karena alasan dimasa lalunya.
"Mau jadi pemeran drama-drama korea kamu?" tanya Lina saat melihat anak perempuannya pintar akting
"Ngawur mama... Dan juga, kenapa harus korea? Kenapa gak yang lain, arab, india, indonesia, ato apalah..." Nata kesela mendengar korea aja terus yang dibicarakan mamanya saat pulang
"Biar nanti klo kamu jadi aktris korea, mama bisa sering-sering ketemu bias mama... Jung-kook, Taehyung, Chanyeol, Jimin-"
"Stop!" Nata yakin, jika ibunya tidak disuruh berhenti bicara, mungkin sampai besok pagi, semua member boyband korea disebutin.
"Gantengan juga Conan, Shinichi, Kaito Kid, Usui, Ray, Heiji, Ciel, Sebastian, Saiki-"
"Stop!" ibu dan anak sama aja, jika tidak diberhentikan, akan berbicara terus. Jika sang ibu suka dengan cogan korea, anaknya suka cogan anime. Sama-sama penggemar berat, punya akun melebihi hacker.
"Akhem... Jadinya gimana?" Lina mulai serius, cukup untuk bercandanya mengingat waktu sudah menunjukan pukul 10 malam.
__ADS_1
"Emm... Ada pilihan lain, gak mah?" tanya Nata dengan suara gugupnya
Lina tampak berfikir sebentar, subuah ide melintas dipikirannya, dan tentunya langsung membuat sang empu tersenyum evil. "Ada sayang..." ucap lembut Lina
"Bener?" tanya Nata yang dihadihi anggukan kepala oleh Lina. Sepertinya dewi fortuna sedang dipihaknya kali ini, nikah dan kuliah merupakan pilihan yang paling merepotkan, lalu pilihan apa lagi yang paling merepotkan, tidak ada lagi kan, nikah dan kuliah adalah yang paling puncak, berarti sisanya dibawahnya. Pasti pilihannya tidak akan semerepotkan pilihan awal.
"Yes... Dewi Fortuna dipihak gue... Bansai! Bansai!! Pasti pilihannya gak akan ngawur kayak nikah ato kuliah..." batin senang Nata
"DICORET DARI KK!" teriak Lina yang tentunya langsung membuat Nata syok, saking syoknya, Nata sampai jatuh untungnya dikasur.
"A-Apa!!!" pekik Nata tak terima
"Dicoret dari kk? No!!!!!!! Gue? Dicoret dari kk? Big No!!! Arghh... Awalnya aja dilembut-lembutin, biar seneng, eh pas udah seneng, dibentak. Dasar mama PHP!!!!" batin kesel Nata.
"Mama kok tega banget?" tanya Nata dengan puppy-eyesnya.
"Gak tega... Cepat pilih!!" Lina sudah sangat kesel dengan anak gadisnya itu, sudah dikasih hati, eh malah minta jantung.
"Mama gue sadia banget deh..." gumamnya yang tentunya masih didengar oleh Lina
"Apa?! Bilang aja langsung!" kesel Lina
"Mah... Kok gak abang aja?" tanya tiba-tiba Nata.
"Karena surat wasiatnya menyuruh kamu yang nikah..." jawab enteng Lina.
"Kenapa? Mamah jangan bicara enteng kayak gitu dong... Ini masalah hidup dan mati..." ucap tak terima Nata.
"Huft... Itu karena kamu cewek, sayang..."
"Terus apa hubungannya? Cewek dan cowok derajatnya sama aja mah... Dan juga sekarang bukan jaman siti nurbayu, mah..." ucap Nata masih tak terima
"Ck! Siti Nurbaya, Nat"
"Sama aja..." ucap kaukeuh Nata
__ADS_1
"Up To You... Gini loh sayang... Abang kamu kan cowok, sesangkan kamu kan cewek... Cowok ato cewek yang lebih bisa jaga diri? Cowok kan-"
"Mah... Nata juga bisa jaga diri..." potong Nata tak terima dengan ucapan Lina.
"Jaga diri? Disekolah aja gak becus, apalagi diluar..." sindir Lina.
"Abang juga sama... Sering dipanggil.."
"Huh.... Denger sayang... Kamu cewek, suatu saat bisa aja nasib mama kayak papa kamu, terus siapa yang jaga kamu? Apalagi kamu males belajar... Inget kamu cewek..." ucap Lina mencoba agar anaknya mengerti maksud pejodohan tersebut.
"Aku disekolah pinter mah..."
"Pinter gak bisa bantu kamu diluar sayang... Dan juga walau abang kamu kayak kamu, dia cowok, dia bisa jaga diri sendiri, mau dia jualan keliling kek, mau jadi gigolo kek... Dia kuat gak kayak kamu... Kamu mau jualan keliling? Mau jadi PSK? Gak kan..." jelas Lina yang langsung membuat Nata bungkam, "Makanya, mama suruh kamu pilih nikah ato kuliah, setidaknya keduanya merupakan pilihan yang bagus untuk masa depan kamu, jika nikah, suami kamu yang akan menanggung beban masa depan kamu, sedangkan jika kamu kuliah, masa depan kamu sudah pasti 100% terjamin" lanjutnya
"Tap-"
"Gak ada tapi-tapian... Pilih aja..." suruh Lina
"Mah... Nata takut... Klo nikah..." lirih Nata
"Kalo begitu-"
"Tapi Nata juga gak pingin kuliah... Bisa-bisa Nata belum ada sebulan kuliah disana, bisa masuk rumah sakit jiwa..." potong Nata
"Sial... Gue musti apa coba? Gue gak mau nikah sama orang tua... Gue juga kagak mau kuliah... Nasib gue jelek amat..." batinnya lirih.
Akhirnya Nata mengeluarkan air matanya. Takdirnya terlalu menyakitkan, bagaimanapun ia tidak mampu dan juga tidak kuat. Nata memang bukan gadis dinovel ato drama yang lebay, tapi ia juga seorang gadis. Ia saat ini menangis, bukan berarti ia lebay, ia terlalu sedih dengan nasibnya.
"Sudah...sudah... Gadis cantik gak boleh nangis..." ucap Lina sambil mengelus punggung Nata yang bergetar.
"Pada akhirnya... Gue nangis juga... Kayak cewek lebay aja deh..." lirihnya didalam hati
"Mah..." panggil Nata dengan suara yang sangat kecil
"Kenapa sayang?" tanya lembut Lina
__ADS_1
"Nikah... Nata pilih nikah..." pasrah Nata, setidaknya untuk sekarang nikah adalah pilihan terbaik. Dan juga, ia ingin melihat seberapa tua calon suaminya tersebut, yang umurnya kira-kira seibunya. Pasti menggelikan.
Vanes Hyoka