
Nata saat ini bosan, Handphonenya mati karena ia lempar tadi pagi. Sahabat-sahabatnya belum datang, padahal bel sudah dari 5 menit yang lalu. "Hah..." Nata mehela nafas
"Eh... Ada Nata!" seru seorang gadia cantik dengan wajah blasteran amerika-indonesia, namanya Aleya.
"Lo bolos? Kok gak ngajak-ngajak sih..." kesel gadis dengan wajah cantik dengan tinggi badan yang pendek, Shella.
"Emang muka gue lagi happy? Sampek lo ngira gue bolos?" tanya Nata dengan wajah cemberutnya
"Santuy... Gue kan cuma nanya aja... Udah lama, ya?" balas Shella
"Lama..." ucap Nata yang tentunya membuat ketiga sahabatnya langsung meminta maaf
"Sorry... Lo tau kan sekarang pelajaran bahasa... Pasti lama keluar deh... Ra.. Siapa namanya, ya?" jelas Aleya dengan wajah sebelnya
"Bu Mentari, Le... Inget itu..." ucap seorang gadia cantik dan yang paling bijaksana diantara mereka berempat, namanya Aura.
"Iya... Ibu guru Aura.." jawab malas Aleya
"Lo kenapa, Nat? Kok lo pagi-pagi udah masang muka asem.." tanya Shella to the point, yang dibalas anggukan oleh Aura dan Aleya
"Gue telat tadi..." gumam Nata yang tentu didengar oleh mereka bertiga
"Lah? Lo kan udah biasa telat... Bahkan lo dapet julukan 'TELADAN' " ucap Shella dengan wajah bingungnya. Bagaimana mungkin seorang Nata si BadGirl, hanya karena telat dapat membuat suasana hatinya jelek.
"Teladan, Telat datang..." ucap Aleya, yang disambung oleh Aura, "Pulang duluan..." setelah mereka mengucapkan kalimat tersebut, mereka tertawa terbahak bersama-sama. Aura memang yang paling dewasa diantara mereka berempat, tetapi kalau sudah menghina orang, dia yang nomber 1.
Nata hanya melirik malas mereka berdua. Biarkan saja mereka tertawa sekarang, tapi ingat saja nanti. Seorang Nata pasti akan balas dendam. "Inget aja nanti..." ucapnya didalam hati
"Eh... Tapi serius... Kok cuma gegara telat aja lo sampek badmood begini?" tanya Shella yang masih bingung
"MUSTAHIL!" seru Aleya
"Palingan juga ketemu hantu, si Natanya..." ucap datar Aura. Aura memang tidak sepintar Nata, namun ia adalah yang paling peka diantara mereka berempat. Tebakan Aura selalu benar jika Nata sedang badmood, kalo gak gegara diceramahin pasti gegara makanan. Otak Nata sangatlah simpel, tapi entah mengapa, hanya Aura saja yang peka.
"Hantu?!" beo Shella dan Aleya. Setelah itu, mereka langsung mengerti permasalahan Nata.
"Emang lo diapain sama Pak Anthon?" tanya Shella to the point, yang juga dianggukin oleh Aura dan Aleya
"Ck! Ck! Ck! Bukan cuma pak Anthon, tapi si BuSuk juga..." ucap Nata yang membuat sahabatnya tersebut terkaget
"Serius?" tanya tak percaya Aleya
__ADS_1
"Duarius" Mereka sekarang mengerti mengapa Nata moodnya sangat jelek. Biasanya jika hanya dimarahi oleh Pak Anthon atau Bu Sukma secara sendiri-sendiri, mood Nata tidak akan jelek. Biasa saja. Tapi sekarang, dimarahin langsung oleh mereka berdua, Shella, Aleya, dan Aura, hanya menggelengkan kepalanya turut kasihan kepada Nata
"Oiya... Kalian mau mesen apa? Biar gue aja yang pesenin" tawar Shella kepada teman-temannya
"Tumben baek... Makan apa kemaren?" bercanda Aleya yang dianggap serius oleh Shella. "Makan batu campur daging ular beracun!" seru Shella kesal. "Jadinya apa?" tanya Shella
"Samain aja!" seru Aura dan Nata bersamaan. "Ok... Gue pergi dulu-"
"Terus gue?" sela Aleya. Ia kesel karen hanya dirinya sendiri saja tidak dipeseni. "Pesen senderi... Punya kaki, punya tangan!" jawab Shella
"Iiss... Shella... Pesenin gue..." kesel Aleya dengan nada yang agak manja. "Jijay gue... Iya-iya... Gue penseni... Apa?"
"Samain aja kayak lo..."
"Okey... Gue peseni lo nasi goreng pake daging komodo, sama jus darah toping tai sapi..." Jawab Shella asal. Shella segera meninggalkan meja mereka sambil mencoba menahan tawa melihat salah-satu sahabatnya memasang wajah cemberut.
Sambil menunggu pesanan, Aleya dan Aura sudah menjelajah dibenda pipih mereka, sedangkan Nata, hanya bisa menatap bosan mereka. Ia sungguh menyesal melempar Handphonenya.
"Nape lo? Suka sama gue? Sampek ngeliatin gue kayak gitu amat..." ucap percaya diri Aleya
"Orang juga pada jijik suka sama lo kale..." gumam Aura tepat disamping Aleya. Yang tentunya langsung membuat Nata menahan tawa
"Ck! Ck! Ck! Gue bingung..." ucap Nata yang langsung membuat kedua sahabatnya tersebut mengerutkan dahi, seolah-olah bertanya 'Bingung kenapa?'
"Gue bingung aja.. Kok bisa gue punya sahabat kayak kalian... Yang gokilnya melebihi acara stand-up comedy di TV..." ucap Nata yang tentu langsung membuat mereka tersenyum tulus
"Nama nya juga takdir..." ucap tulus Aura yang diikuti oleh anggukan Aleya
"Apaan sih... Gaje..." gumam Nata sambil tersenyum. "Cie... Senyum..." goda Aleya, yang langsung dihadiahi tatapan mengancam oleh Nata
"Piss... Santuy dong... Kan bercanda.." ucap Aleya sambil mengeluarkan tangan berbentuk V
"Oiya... Katanya abangnya Shella balik ke Indo.. Kalian kepo gak?" tanya Aleya tiba-tiba
Seperti biasa, Nata sama sekali tidak peduli dengan hal tersebut. Ia lebih memilih diam dari pada ikut berbicara sama mereka, yang sudah pasti 100% arah pembicaraannya tidak dimengerti oleh Nata.
"Nat, lo kok diem aja... Lo kagak kepo?" tanya Aleya. Aleya sebenarnya sudah yakin bahwa Nata pasti malas untuk membicarakan hal yang sama sekali tidak ada hubungannya sama dirinya.
"Gak..." ucap dingin Nata
"Udah gue duga..." batin Aleya. "Jutek amat, buk!" seru Aleya menyindir
__ADS_1
"Lo lagi PMS, ya?" tanya Aura khawatir, pasalnya, jika Nata sudah PMS, moodnya pasti akan berubah-ubah setiap saat
"Menurut lo..." jawab Nata
"Buih... Pantes..." ucap Aleya dengan muka mengejeknya, "Dari tadi muka lo kayak kurang belaian kasih sayang... Makanya jangan jomblo terus..." lanjutnya dengan senyum menyindir
Merasa tersindir, Nata menyindir balik Aleya, dengan wajah meremehkan. "Mirror dong... Yang jomblo sini atau situ? Gue mah single. Banyak cowok ngantre nembak gue, berjibun-jibun cowok ngechat gue tiap hari. Kurang apa lagi coba?"
"Kira lo aja... Gue juga kale..." balas percaya diri Aleya
"Tapi masih most-an gue... Secara followers gue buanyak dari pada elo..." ucap Nata tak terima dengan jawaban Aleya
"Semerdeka lo aja deh..." percuma ia melawan, pasti ujung-ujungnya Nata yang akan menang melwannya, mendingan ia mengalah sebelum tenaganya bertambah habis.
"Eh... Tapi lo bener gak kepo sama abang kembaran si Shella?" tanya Aleya memastikan
"Gue? Kepo? Untuk apa coba... Unfaedah banget tau... Gue juga punya abang kembar kale... Jadi ya paling mukanya agak mirip si Shella... Untuk apa kepo?" ucap Nata
"Hah..." Aleya menghela nafasnya
"Kenapa lo?" tanya Aura melihat salah satu sahabatnya seperti orang pasrah
"Gue serasa diasingin..." jawab Aleya yang tentu membuat Aura bertambah bingung
"Maksud gue itu, Shella sama si Nata punya kembarana, lah gue?" jelas Aleya dengan wajah cemberut
"Gue kan juga gak punya kembaran..." jawab Aura seadanya
"Tapi lo punya saudara, adik lo yang kelas 7 SMP itu..." ucapnya dengan wajah iri. "Gue aja klo minta punya saudara aja musti doa dulu.... Itupun selalu dikacangin sama tuhan... Huft... Nasib-nasib..." lanjutnya yang membuat Shella yang baru dateng langsung tertawa terbahak-bahak
Shella datang dengan membawa 4 piring nasi goreng dan 4 gelas jus buah naga. Shella menaruh semuanya dimeja, dan ia ikut duduk dimeja tersebut.
"Artinya nasib lo bagus..." ucap Shella jujur.
"Apanya bagus... Gue iri ngeliat orang-orang selalu main sama sodaranya..." memang benar Aleya selalu iri melihat orang bermain dengan sodaranya
"Malah gue iri sama anak tunggal. Semua kasih sayang dia yang dapetin. Kan iri. Kalo punya sodara, kasih sayangnya dibagi-bagi..." ucap Shella yang lngsung dianggukin oleh Nata dan Aura
Setiap orang pasti selalu iri dengan sesuatu yang tidak ia punyai. Selalu merasa ada yang kurang disuatu aspek yang tidak ia miliki. Intinya, setiap manusia sama aja, selalu irian.
Vanes Hyoka
__ADS_1